ANALISIS USAHA BUDIDAYA IKAN NILA GIFT DAN IKAN PATIN

DALAM KARAMBA DI KABUPATEN BARITO UTARA

 

Inayastika

13240/PS/MMA/03

 

INTISARI

 

Tujuan penelitian ini adalah untuk  (a) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi budidaya ikan nila gift dan ikan patin dalam karamba di Kabupaten Barito Utara, (b) menganalisis keuntungan yang diperoleh dari usaha budidaya ikan nila gift dan ikan patin di Kabupaten Barito Utara, (c) mengetahui prospek pengembangan usaha budi daya ikan nila gift dan ikan patin di Kabupaten Barito Utara. Metode dasar yang digunakan adalah metode deskriptif analisis dengan jenis data primer dan sekunder. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis regresi linier berganda menggunakan fungsi produksi Cobb-Douglas, analisis keuntungan dengan uji beda dua rata-rata, dan analisis SWOT.

Dari hasil analisis regresi linier berganda menggunakan fungsi produksi Cobb-Douglas di dapatkan bahwa produksi ikan nila gift di pengaruhi oleh faktor volume karamba, jumlah benih, jumlah pakan ikan, pengalaman dan umur petani.

Produksi ikan patin di pengaruhi oleh  faktor volume karamba, jumlah benih, jumlah pakan dan pengalaman petani.  Dari hasil analisis keuntungan dengan uji beda dua rata-rata bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara keuntungan usaha budidaya ikan nila gift dan ikan patin.Usaha budidaya ikan nila gift dan ikan patin menguntungkan dan layak untuk di usahakan, dan usaha budidaya ikan nila gift mempunyai tingkat keuntungan yang lebih tinggi dari pada usaha budidaya ikan patin.

Dari hasil analisis eksternal faktor-faktor yang menjadi peluang usaha budidaya ikan nila gift adalah permintaan pasar tinggi, adanya dukungan pemerintah, potensi sumberdaya perairan dan belum adanya pesaing. Faktor internal yang menjadi kekuatan adalah pemeliharannya mudah, masa pemeliharaan lebih singkat, bibit mudah diperoleh dan lebih menguntungkan. Faktor eksternal yang menjadi peluang usaha budidaya ikan patin adalah permintaan pasar tinggi, adanya dukungan pemerintah, potensi sumberdaya perairan, sudah lama dikenal dan disukai. Faktor internal yang menjadi kekuatan adalah pemeliharaan yang mudah, memiliki rasa yang lezat, harga kompetitif dan protein hewani yang mudah didapat.

Dari hasil analisis SWOT diperoleh hasil bahwa posisi usaha budidaya ikan nila gift dan ikan patin berada  di kuadran I maka strategi yang harus diterapkan dalam kondisi ini adalah  mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif (growth oriented strategy).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ABSTRACT

 

The objective of this research are (a) Analyze the factors that influence cultivation nila gift and patin fish production in karamba at Barito Utara Regency, (b) Analyze the profit rate of cultivation of nila gift and patin fish at Barito Utara Regency, (c) To determine the prospect of cultivation of nila gift and patin fish at Barito Utara Regency. The basic method was used in this research was descriptive analyze method by implementing primary and secondary data. In double linier regression method to estimate Cobb-Douglas production function. Meanwhile the profit rate was analyzed with the different test two means and SWOT analysis. Result of the double linear regression show that production of nila gift fish was influenced by volume karamba, amount of the seed, amount of the fish food, experience and farmer age. The production of patin fish was nfluenced by volume karamba, amount of the seed, amount of the fish food and farmer experience.

Analyses of the different of two means shows that there is significant difference between profit of cultivation of nila gift and patin fish. Meanwhile the cultivation of nila gift and patin fish is profitable to extent, and the cultivation of nila gift fish has a higher profit then the cultivation of patin fish. From external factors analysis show that opportunity of cultivation of nila gift fish has high market request, existence of governmental support, potency of water resources and there is no exist me competitor. Internal environmental factor show that strengthness is easily to raise; the period of rising is shorter, easy to seed and more beneficial. The external factor as opportunity of cultivation of patin fish is high market request, existence of governmental support, the potency of water resources, have been well recognized and preferred by the community. The internal factor is easy to raise, have the nice taste, the price is competitively and easy to get the animal protein. From SWOT analyses show that the cultivation of nila gift and patin fish have been the differences in first quadrant of business portfolio so that growth oriented strategy should be implemented. 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ANALISIS MARGIN PEMASARAN BERAS PADA UNIT

PENGOLAHAN GABAH BERAS (UPGB) DI PERUM BULOG

DIVRE DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

 

M. GHAFUR TAMBAWANG

10649/PS/MMA/02

 

INTISARI

 

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui: lembaga pemasaran yang terlibat dalam pemasaran beras, keterkaitan antara harga ditingkat petani dengan harga pada tingkat lembaga pemasaran, dan besarnya margin pemasaran, distribusi margin pemasaran dan bagian (share) harga yang diterima petani dan lembaga pemasaran.

Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Kulon Progo, Kecamatan Wates Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dengan alasan bahwa Perum Bulog Divre DI Yogyakarta mendirikan satu Unit Pengolahan Gabah Beras (UPGB). Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 77 dengan rincian 42 petani dan 35 pedagang Metode analisis yang digunakan adalah analisis margin pemasaran dan analisis regresi linier berganda.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya Unit Pengelolaan Gabah Beras (UPGB) dapat menurunkan margin pemasaran baik ditingkat produsen gabah (petani) maupun ditingkat konsumen (tingkat pedagang pengecer beras). Disamping itu, umumnya margin pemasaran beras pada Divre Daerah Istimewa Yogyakarta dipengaruhi oleh harga beras ditingkat produsen (petani), volume penjualan dan jumlah lembaga pemasaran. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa margin pemasaran beras paling kecil terjadi jika petani melakukan penjualan langsung kepada UPGB dan lembaga pemasaran yang paling besar margin pemasaran yang terjadi adalah melalui jalur PP.

 

 

Kata kunci: margin, bagian, UPGB dan beras

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

The Analysis of Rice Marketing Margin at Hulled Rice Processing Unit (HRPU) in Perum Bulog Divre of

Daerah Istimewa Yogyakarta

 

ABSTRACT

 

This research is carried out in order to identify: the marketing institution which is included in the rice marketing, the relation between farmer-level price with marketing institution-level price, and the amount of marketing margin, marketing margin distribution as well as price share that is received by the farmer the marketing institution.

This research was held in Kulon Progo Regency, Wates Subdistrict of Daerah Istimewa Yogyakarta Province, with the reason that Perum Bulog Divre of DI Yogyakarta established one Hulled Rice Processing Unit (HRPU). The number of sample in this research was 77 samples, with the detail of 42 farmers and 35 traders. The analysis methods used in this research are marketing margin analysis and doubled linear regression analysis.

The result of the research indicates that the presence of Hulled Rice Processing Unit (HRPU) can reduce the marketing margin, both in hulled producer level (farmer) and in consumer level (rice retailer level). Besides, the rice-marketing margin in Divre of Daerah Istimewa Yogyakarta is generally influenced by the producer-level (farmer) rice price, sales volume, and the number of marketing institution. The result of the research also shows that the smallest rice-marketing margin occurs when the farmer commits a direct sale to HRPU and to the biggest marketing institution, the marketing margin which occurs is through PP track.

 

 

Key Words: margin, share,HRPU, and rice

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

STRATEGI PENGEMBANGAN ANGGREK BULAN PADA

PERUSAHAAN VANDITYADI YOGYAKARTA

 

Dwina Susmiranti

10934/PS/MMA/02

 

INTISARI

 

Penelitian ini dilakukan pada  perusahaan Vanditya dengan tujuan untuk mengevaluasi strategi pemasaran yang sedang dijalankan, mengidentifikasi lingkungan internal dan eksternal untuk mengetahui faktor kelemahan kekuatan yang dimiliki dan faktor peluang ancaman yang dihadapi perusahaan Vanditya. Penelitian dilakukan pada bulan januari sampai dengan juni 2004.

Evaluasi strategi pemasaran pada perusahaan  Vanditya menggunakan metode deskriptif analisis. Untuk mengidentifikasi faktor kekuatan kelemahan internal perusahaan dan peluang ancaman eksternal perusahaan digunakan analisis SWOT (Strengths Weaknesses Opportunities Threats). Hasil analisis digambarkan dalam Kuadran SWOT untuk mengetahui posisi perusahaan saat ini dan Matriks SWOT untuk merumuskan alternatif strategi yang bisa diterapkan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran diferensiasi yang digunakan selama ini masih perlu ditingkatkan. Penggunaan peluang yang belum sepenuhnya di manfaatkan, menyebabkan usaha ini memiliki prospek untuk di kembangkan.oleh karena itu penggunaan strategi SO yakni meningkatkan kekuatan untuk memanfaatkan peluang yang ada dinilai sangat tepat.      

 

 

Kata kunci :    Anggrek Bulan, Strategi, Pemasaran.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ABSTRACT

 

The study carried out at the orchid farming company “Vanditya” is aimed at evaluating the marketing strategy brought about by the company, identifying the internal and external environments in order to determine the factor of strengths-weaknesses at hand and determining the factor of opportunities-threats dealt with by Vanditya. The study was conducted from January to June 2004.

The evaluation of marketing strategy at orchid farming company “Vanditya” uses the method of analytical-descriptive. To identify the factor of internal strengths-weaknesses of the bussines and external opportunity-threats of the bussines, SWOT (Strengths Weaknesses Opportunities Threats) analysis is used. The analysis result  is shown in SWOT quadrants in order to decide the company’s position at present and SWOT matrix to formulate the strategy alternatives to implement.

The result of the study indicates that the strategy of differentiation marketing used so far still can be  increased. The under maximum use of opportunity rises an outlook for the bussines to develop. Accordingly, the use of SO strategy to increase the strengths and make use of the opportunities is considered to be the most appropriate.

 

 

Key words :   Phalaenopsis, Strategy, Marketing.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ANALISIS KOMITMEN DAN KEPERCAYAAN DALAM PEMASARAN RELASIONAL PERUSAHAAN ASURANSI

PT. BRINGIN SEJAHTERA ARTAMAKMUR CABANG SURABAYA

 

SUWARDI SAROPIE

10643/PS/MMA/02

 

INTISARI

 

Penelitian ini bertujuan menguji proposisi-propoisi yang menjelaskan hubungan antar variabel dalam studi pemasaran relasional, khususnys faktor  kepercayaan dan komitmen relasional sebagai key mediating variable, dengan mengambil subyek nasabah asuransi umum PT Bringin Sejahtera Artamakmur Cabang Surabaya. Variabel penelitian diklasifikasikan menjadi variabel independen dan dependen. Ada 5 variabel independen yang diidentifikasi dari kajian teoritis, yaitu manfaat ekonomi, manfaat sosial, ikatan sosial, komunikasi, dan kepuasan, sedangkan tiga variabel dependen meliputi kepercayaan, komitmen relasional, dan loyalitas. Loyalitas nasabah dijadikan sebagai variabel konsekuensi. Hipotesis penelitian yang diajukan adalah: Loyalitas dipengaruhi langsung oleh komitmen relasional, kepercayaan, dan kepuasan. Komitmen relasional dipengaruhi oleh manfaat ekonomi, manfaat sosial, ikatan sosial, dan kepercayaan. Kepercayaan dipengaruhi oleh ikatan sosial, komunikasi, dan kepuasan. Berdasarkan model konseptual yang dirumuskan, data dianalisis dengan model persamaan struktural (SEM).

Data penelitian, yang digunakan adalah data primer, dikumpulkan melalui instrumen kuesioner kepada nasabah terpilih menjadi sampel. Penelitian ini menggunakan 112 nasabah bisnis  non captive market  perusahaan, sebagai sampel yang ditarik dengan metode proportional random sampling.  Berdasarkan hasil analisis validitas korelasi item-total, diketahui item-item yang digunakan mengukur masing-masing variabel memiliki konsistensi internal yang baik, yang berarti item layak disertakan untuk proses analisis lebih lanjut.

Berdasarkan uji goodness of fit disimpulkan model penelitian memiliki keseuaian yang baik dengan data penelitian, dengan Chi-Square = 8,765 pada p=0,362, RMSEA = 0,029; GFI = 0,981; AGFI = 0,914; CMIN/DF = 1,096; TLI = 0,994; dan CFI = 0,998. Berdasarkan hasil uji hipotesis, diketahui sembilan jalur dari sepuluh jalur yang diestimasi terbukti signifikan, pada alpha 5%. Hanya ikatan sosial tidak berpengaruh terhadap komitmen relasional, akan tetapi berpengaruh terhadap kepercayaan. Komitmen relasional memiliki pengaruh langsung terbesar terhadap loyalitas. Kepercayaan memiliki pengaruh terbesar terhadap komitmen relasional, dan komunikasi berpengaruh terbesar terhadap kepercayaan. Melihat total effects masing-masing variabel bebas terhadap loyalitas, diketahui kepercayaan memiliki total effects terbesar, yang memperlihatkan bahwa faktor kepercayaan sangat penting dalam membangun relasional dengan nasabah.

 

Keywords: relationship commitment, trust and loyalty

 

 

 

 

 

ANALISIS KELAYAKAN INVESTASI PT. MIKAINDO ABADI CEMERLANG

DI SULAWESI UTARA

 

Jacky Sigfried Berty Sumarauw

10954 / PS / MMA / 02

 

INTISARI

 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan investasi PT. Mikaindo Abadi Cemerlang, yang beralamat di jalan Trans Sulawesi Tanawangko Kec. Tombariri Manado Sulawesi Utara, yang bergerak dalam bidang industri pengolahan hasil laut, dilihat dari  aspek hukum, aspek manajemen, aspek pemasaran, aspek teknis dan produksi, juga untuk mengetahui kelayakan finansial investasi. dan  bagaimana pengaruh perubahan biaya variabel dan perubahan penjualan terhadap kelayakan investasi.

Metode yang digunakan sebagai alat analisis adalah NPV, IRR, BCR, dan Payback Period. Data yang digunakan adalah yang diambil langsung dari perusahaan, yaitu data laporan keuangan tahun 2001 sampai dengan tahun 2003, untuk memproyeksi kelayakan investasi sampai tahun 2010. 

Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa PT. Mikaindo Abadi Cemerlang, layak dilihat dari aspek hukum, aspek manajemen, aspek pemasaran, aspek teknis dan produksi. Dari hasil analisis finansial (NPV, IRR, BCR, PP), menunjukan bahwa perusahaan ini juga layak untuk diusahakan karena memiliki NPV yang positif, IRR lebih dari suku bunga riil, BCR lebih dari 1, dan PP kurang dari usulan investasi. Juga dalam analisis sensitivitas PT. Mikaindo Abadi Cemerlang tidak peka terhadap kenaikan biaya produksi 5%, 10%, dan penurunan penjualan 5%, 10%, juga kenaikan biaya produksi 5%, 10% disertai dengan penurunan penjualan 5%, 10%.

 

 

 

Kata Kunci  :   Investasi, Kelayakan, Industri Pengolahan Hasil Laut

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ABSTRACT

 

The Objective of this research was to study the investment feasibility of PT. Mikaindo Abadi Cemerlang, addressed at Trans Sulawesi Tanawangko Street, Tombariri district, Manado, North Sulawesi, which is active in sea produce manufacture industry, observed from legal aspect, management aspect, marketing aspect, technical and production aspect, and to study the investment financial feasibility and how the change of selling and variable cost influence the

investment feasibility.

The methods used as analysis tool were NPV, IRR, BCR, and Payback Period. The data were straightly taken from the company, i.e. finance report data from year 2001 until 2003, in order to forecast the investment feasibility up to year 2010.

This result concluded that PT. Mikaindo Abadi Cemerlang is feasible, observed from legal aspect, management aspect, marketing aspect, technical and production aspect. The financial analysis (NPV, IRR, BCR, PP) showed that the company was also feasible to be run because it owned positive NPV, IRR more than real interest rate, BCR more than 1, and PP less than investment proposal. In sensitivity analysis, PT. Mikaindo Abadi Cemerlang was not only sensitive to the increase of 5% & 10% production cost, and to decrease of  5% & 10% selling, but also to the increase of 5% & 10% production cost together with the decrease of  5% & 10% selling.

 

 

 

Key words  :  Investment, Feasibility, Sea production manufacture industry

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ANALISIS KUALITAS KUPEDES DAN PENDAPATAN

BANK BRI UNIT DI KABUPATEN ENREKANG

 

S U P A R I

13576/PS/MMA/03

 

INTISARI

 

Lapangan  usaha  di  sektor pertanian merupakan penyumbang utama pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Enrekang.   Hal tersebut sejalan dengan kondisi wilayah Kabupaten Enrekang yang seluruhnya digolongkan pedesaan.  Dikaitkan dengan segmentasi pasar bagi perbankan, pedesaan identik  dengan komunitas pelaku usaha Mikro. Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang mempunyai keinginan untuk mewujudkan  sebagai bank terbaik dan terbesar dalam usaha Mikro, maka potensi wilayah Kabupaten Enrekang sangat menjanjikan bagi penyaluran kredit Mikro atau Kupedes BRI melalui jaringan kerja BRI Unit yang tersebar sampai tingkat Kecamatan.

Komposisi  kredit  mikro atau Kupedes BRI Unit di Kabupaten Enrekang memang telah menunjukkan persentase terbesar pada sektor pertanian, namun dibandingkan dengan potensi penyaluran Kupedes di wilayah Kabupaten Enrekang masih sangat kecil yaitu hanya sebesar 23%. Disamping itu pertumbuhan Kupedes sektor pertanian dari tahun ke tahun mempunyai kecenderungan menurun.

Penyaluran  Kupedes  sektor pertanian yang belum maksimal dan kecenderungan pertumbuhan yang semakin menurun disebabkan indicator kualitas Kupedes (portofolio status) yang buruk dibandingkan Kupedes yang disalurkan pada sektor ekonomi lainnya, sehingga para pejabat kredit di BRI Unit sangat hati-hati. Kondisi seperti ini tentunya dapat menurunkan profitabilitas BRI Unit mengingat pendapatan BRI Unit 90 % lebih, diperoleh dari bunga atas Kupedes yang disalurkan.

Bertolak  dari  permasalahan diatas, diperlukan penelitian yang dapat mengungkapkan bahwa penyaluran Kupedes sektor pertanian di Kabupaten Enrekang masih memberikan keuntungan yang wajar.   Tujuan penelitian ini adalah untuk, 1) mengetahui kontribusi penyaluran Kupedes  sektor pertanian terhadap tingkat kesehatan atau kualitas Kupedes, 2)  mengetahui kontribusi penyaluran Kupedes sektor pertanian terhadap pendapatan BRI Unit.

Hasil  penelitian  menunjukkan bahwa : 1) Kupedes sektor pertanian memberikan kontribusi nyata terhadap kualitas Kupedes secara totalitas pada tingkat signifikansi  a =  1 %, dengan koefisien regresi sebesar 0,154 yang berarti setiap keikan PFS Kupedes Sektor Pertanian sebesar 1% akan meningkatkan PFS Kupedes secara totalitas sebesar 0,154 %. 2) Kupedes sektor pertanian memberikan kontribusi nyata terhadap pendapatan BRI unit Kabupaten Enrekang pada tingkat signifikansi  a =  1 %, dengan koefisien regresi  0,208 yang berarti setiap kenaikan penyaluran Kupedes sektor pertanian sebesar Rp. 1,- akan meningkatkan pendapatan BRI Unit sebesar Rp. 0,208 per tahun.

 

 

 

 

 

 

 

ABSTRACT

 

Agriculture business as the main support  on economic growth in enrekang regency which most part are villages. Related to the market reguments to banking rurals identical with micro business community doer, Bank Rakyat Indonesia has the hopes to geth the best and the bigest bank in micro hesiness, the potency of Enrekang regency has the oppurtunities to offer micro credit or Kupedes BRI by net working unit all are the sub regency.

Micro credit compositian / Kupedes  BRI in Enrekang regency has showed that the bigest presentage is in agriculture, but compered to the potency of offering is still small only 23 %. Besides of Kupedes growth in agriculture sector from year to year is decrease.

The flow of  Kupedes in agriculture is not maximum yet and trend show growth due to the bad quality indicator of Kupedes ( portofolio status ) compared to Kupedes on other economic sectors, so that the loan stafs of BRI unit are usy strict and becereful. This condition of course, can decrease the profibility of BRI Unit because the income of BRI Unit i is more then 90 % from the interests.

Based on the above problems, needed to analyze to know that micro business on agriculture sector in Enrekang regency still gives the reasonable profit.  The goal of analysis are : 1) To know the influence of micro business in agriculture sector to the micro quality. 2) To know the influence of micro business in agriculture sector to BRI Unit.

The reserch has shown : 1) Micro business in agriculture gives the real contribute to micro quality as significant degree a = 1 %, with regress coefficient 0,597 which mean each PFS growth of micro business in agriculture is 1 % will increase PFS 0,274. 2) Agriculture micro business has real contribute to the income of BRI Unit in Enrekang regency  at significant percentage  a = 1 %, with regress coeficient 0,274 which mean each growth of micro business is Rp. 1, will increase the income of BRI Unit Rp. 0,274 per year.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

STRATEGI PEMASARAN

PRODUK CATERING “CITRA UTAMI”, CILEGON

 

SINNA BARKAH SHOLIH

17434/PS/MMA/05

 

INTISARI

 

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan strategi pemasaran yang tepat berdasarkan faktor internal dan eksternal yang dimiliki. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, dimana data disusun, dianalisis dan dijelaskan untuk memberikan gambaran mengenai fenomena yang sebenarnya dan membuat suatu keputusan berdasarkan hasil analisis. Data dalam penelitian ini terdiri dari data primer yang diperoleh dari wawancara, observasi langsung dan kuesioner, sedangkan untuk  data sekunder dalam penelitian ini diperoleh dari data deret waktu penjualan dan studi literatur. Data primer yang didapat diuji mengenai keabsahan dan kehandalannya, selanjutnya dianalisis untuk mengetahui kekuatan, kelemahan,  peluang dan ancaman yang dihadapi berdasarkan analisis SWOT. Dari hasil analisis tersebut akan diketahui strategi pemasaran yang tepat yang dapat dilakukan oleh Citra Utami Catering. Sebagai pelengkap, pada penelititan ini pun dilakukan peramalan penjualan menggunakan metode dekomposisi untuk mengetahui gambaran penjualan yang akan terjadi dikemudian hari.

Berdasarkan hasil penelitian, Citra Utami Catering berada pada kuadran pertama, sehingga strategi yang dapat dilakukan pun yaitu strategi pertumbuhan yang agresif dikarenakan perusahaan memiliki berbagai kekuatan yang dapat digunakan untuk memanfaatkan peluang yang ada. Beberapa strategi alternatif yang dapat dilakukan diantaranya adalah  strategi difersifikasi baik mendatar maupun konsentris. Strategi alternatif lainnya yang dapat dilakukan yaitu dengan mencoba memasuki celah pasar baru  dengan tujuan untuk mempertahankan keberadaan dan mengembangkan Citra Utami catering.

 

 

Kata – kata Kunci :

Faktor internal dan eksternal

Analisis SWOT

Strategi pertumbuhan yang agresif

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ABSTRACT

 

This research purpose to determine fit marketing strategy base on internal and external factors owned. This research use descriptive method which the data are set, analyzed and explained to give reflection about  actual phenomena, explain about the relationship and make decision base on analyze result. The data consist of primary which obtained from interview, direct observation and questionnaire. The secondary data obtained from time series data of sales and literacy study. Thus, the data can analyzed use SWOT analysis to determine several factor either internal (strengths and weaknesses) or external (opportunities and threats) of Citra Utami Catering, Cilegon-Banten. To determine that factors, the data are tested with validity and reliability test. After all, the data then analyzed to determine the right marketing strategy of Citra Utami catering. In addition of this research, the time series data analyzed use decomposition method to forecasting sale in the next periods.

The research finding show that Citra Utami Catering place on first Quadrant, therefore, the right strategy should use is growth oriented strategy or aggressive growth strategy. The firm has several strengths in order to use some opportunities. Some alternatives strategy that can be used by the firm are diversification right either flat or concentric strategy. Other strategy can be adopted by the firm is try to penetrate new market niche in order to keep firm existence and develop it.

 

 

Key Words : Internal and external factors –SWOT analysis - growth oriented

Strategy

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

STRATEGI PEMASARAN PUPUK NPK PELANGI

PT. PUKATI PELANGI TANI MUKTI SURABAYA

 

(The Marketing Strategy Of “NPK Pelangi”  Fertilizer

PT. Pukati Pelangi Tani Mukti  Surabaya.)

 

Teguh Imam Wahyudi

13561/PS/MMA/03

 

ABSTRACT

 

The research was conducted at the PT. Pukati Pelangi Tani Mukti, in March to July 2005. The aim of this research is to study the marketing strategy that has been emplemented by the company and to identify and analyze strength, weakness, opportunity and threat factors for the company.  To evaluate the marketing strategy of “NPK Pelangi” fertilizer at the company, the factors were discriptive analysed by means of SWOT analysis.  Results showed that marketing of compound fertilizer of the company was in the second quadrant of  SWOT analysis which required business development and deversification of products and markets.  The appropriate and suitable marketing strategy would be 1) increasing socialisation and promotion, 2) increasing skill of human resources, 3) keeping the market opportunity including  low price strategy, salling incentive program, corperative models, increasing the number of outlet, 4) making new compotition of “NPK Pelangi” fertilizer with competitive price and 5) conducting research on products and markets.

 

 

 

 

Key word :  Marketing strategy, compound  fertilizer

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK SHIRO URI

 DI  PT. MURAKABI BUANA YOGYAKARTA

 

Munie Hapsari

13239/PS/MMA/03

 

INTISARI

 

Penelitian  ini   bertujuan  untuk  mengetahui keacakan sampel dan mengetahui pelaksanaan pengendalian kualitas yang telah dilakukan perusahaan. Penelitian  ini difokuskan pada pengendalian kualitas terhadap bahan baku  (shiro uri) dan produk akhir (asinan shiro uri).

Analisis data dilakukan dengan metode  statistical quality control yaitu control chart untuk data variabel (X-chart dan R-chart) dan data atribut (p-chart). Analisis statistik mensyaratkan data sampel bersifat acak agar dapat mengambil kesimpulan secara akurat, maka sebelum melakukan control chart data sampel akan di uji keacakannya dengan runs test.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa keseluruhan sampel bahan baku dan produk akhir yang diambil bersifat acak sehingga hasil analisis dapat digunakan untuk mengambil suatu keputusan secara akurat di dalam populasi. Pengendalian kualitas asinan shiro uri berdasarkan data variabel yaitu berat produk untuk specs S, M, L dan LL menunjukkan bahwa produk berada dalam pengendalian statistikal dengan kapabilitas yang baik. Sedangkan pengendalian kualitas bahan baku dan produk akhir berdasar data atribut pada bulan Januari-Mei 2005 masih berada diluar kontrol karena hasil  p-chart setiap bulan menunjukkan banyak titik yang terletak diatas maupun dibawah batas kendali.  Hal ini mengindikasikan bahwa telah terjadi keragaman atau variasi cacat produk.

 

 

Kata-kata kunci : X-chart, R-chart, p-chart, runs test.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ABSTRACT

 

The objective of this research is to find out whether the chosen sample had represented product quality in general and to know how the quality control has been done by the company. The research was focused on raw material quality control (shiro uri) and finished product (shiro uri salted).

The method used to analyze is statistical quality control with control chart. Control chart for variable data is  X-chart and R-chart, control chart for attribute data is p-chart. Whole sample have done test random sample with runs test because statistical analysis require data of sample have the character of random. 

Result of research shows that whole samples of raw material and  finished product taken are randomly in order, so result of analysis can  be used of taking decision accurately in population. Quality control of shiro uri salted based on data  that is product weight for S, M, L and LL specs, it shows that the product quality is in statistical control with good capability. Meanwhile the raw material quality control and  finished product  is based on attribute data on January-May ’05 which is still out of control, because the result of  p-chart in each month shows many points out of control (above the upper limit control and below the lower control  limit) which indicates that have happened defect variation of product.

 

 

Keywords : X-chart, R-chart, p-chart, runs test.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PENGARUH QUALITY OF WORK LIFE TERHADAP KINERJA KARYAWAN

PT. SUMI ASIH BEKASI TIMUR

 

Wiwied Nurwidyohening

13237/PS/MMA/03

 

INTISARI

 

Penelitian ini dilakukan di PT. Sumi Asih, sebuah industri oleokimia di Bekasi Timur. Tujuan penelitian adalah mempelajari pengaruh faktor-faktor dalam QWL yang terdiri dari partisipasi dalam pengambilan keputusan, kesempatan untuk mengembangkan diri, dan rasa bangga terhadap pekerjaan, terhadap kinerja karyawan, serta membandingkan kinerja karyawan bagian pabrik dan bukan pabrik.

Subyek penelitian terdiri dari 42 orang karyawan bagian pabrik dan 34 orang karyawan bagian bukan pabrik (maintenance, technical, material-logistic, general affair). Penelitian dilakukan dengan metode angket. Untuk menguji kesahihan dan keandalan instrumen penelitian digunakan  uji validitas dan reliabilitas. Uji validitas dilakukan dengan metode  product moment correlation Pearson. Uji reliabilitas dilakukan dengan metode  Alpha Cronbach. Metode statistik yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda.

Hasil analisis menunjukkan bahwa secara parsial dan simultan faktor partisipasi dalam pengambilan keputusan  dan rasa bangga terhadap pekerjaan berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan. Kedua faktor tersebut dapat menjelaskan variasi dalam kinerja karyawan PT. Sumi Asih sebesar 56,6%.

Faktor kesempatan untuk mengembangkan diri tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan, ditunjukkan oleh nilai t yang rendah. Antara karyawan bagian pabrik dan bukan pabrik tidak terdapat perbedaan kinerja yang nyata, ditunjukkan oleh nilai  t yang rendah pada variabel  dummy. Variabel partisipasi dalam pengambilan keputusan memiliki peran paling besar dalam kinerja karyawan. Variabel ini dilaksanakan dengan memberikan wewenang penuh pada karyawan untuk menyelesaikan tugas sesuai bidangnya masing-masing dan mengikutsertakan bawahan dalam proses pembuatan keputusan.

 

 

Kata kunci: quality of work life, partisipasi, kesempatan, rasa bangga, kinerja

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

THE INFLUENCE OF QUALITY OF WORK LIFE TO EMPLOYEE’S PERFORMANCE

IN PT. SUMI ASIH EAST BEKASI

 

ABSTRACT

 

This research took place in PT. Sumi Asih, an oleochemical industry in East Bekasi. The aims of this research were to study the influence of QWL’s factors such as participation in decision making, opportunities to self development, and proud feeling on job, both individually and simultaneously to employee’s performance, and to compare employee’s performance in plant and non plant.

Research’s subjects were 42 plant’s employees and 34 non plant’s employees (maintenance, technical, material-logistic, general affair). The research was carried out by questionnaire method. Validation techniques were used to test the validity and reliability of research’s instrument. Validity test was carried out by product moment correlation Pearson method. Reliability test was carried out by Alpha Cronbach method. Multiple linear regression was used as statistic method.

The result showed that variable participation in decision making and proud feeling on job have influenced the employee’s performance, individually and simultaneously. 56,6% variation in employee’s performance can be explained by the two factors. Variable opportunities to self development has not influenced the employee’s performance, it was indicated by the low t value. The employee’s performance in plant and non plant was undifferent significantly, it was indicated by the low variable dummy’s t value. Variable participation in decision making has the most important role on employee’s performance. It has been done by giving an authority to employee finishing job appropriate with his field and involving employee in decision making process.

 

 

Keywords:  quality of work life, participation, opportunity, proud feeling, performance 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ANALISIS STRATEGI BISNIS BRI SYARIAH KANTOR CABANG YOGYAKARTA

 

Diajukan Oleh :

 

Rully Ardi Nugroho

13224/PS/MMA/03

 

INTISARI

 

Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi bisnis BRI Syariah Kantor Cabang Yogyakarta dalam menghadapi persaingan industri perbankan syariah di DIY.

Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif, dimana data yang yang dikumpulkan berupa data primer yang diperoleh secara langsung dari wawancara dan kuesioner kepada reponden dan data sekunder yang berupa data pendukung. Metode analisis yang digunakan adalah analisis lingkungan eksternal, analisis lingkungan internal dan perumusan strategi. 

Analisis perumusan strategi terdiri dari  tiga tahap yaitu tahap masukan, pencocokan dan keputusan. Tahap Masukan terdiri dari  Matriks Evaluasi Faktor Eksternal (EFE) dan Matriks Evaluasi Internal (EFI). Tahap Pencocokan terdiri dari Matriks TOWS dan matriks IE. Sedangkan Tahap Keputusan berupa Matriks QSPM.

Dari hasil  analisis  didapat beberapa alternatif strategi bagi BRI Syariah kantor Cabang Yogyakarta diantaranya adalah: penetrasi pasar, pengembangan produk yang sudah ada, iklan dan promosi bersama dan meningkatkan pemahaman karyawan tentang konsep perbankan syariah.Dari alternatif strategi tersebut, strategi yang paling baik  bagi BRI Syariah kantor Cabang Yogyakarta adalah strategi penetrasi pasar.

 

 

Kata-kata kunci : strategi bisnis, BRI Syariah, perbankan syariah

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ABSTRACT

 

The objective of this research is formulating business strategy of BRI Syariah Yogyakarta Branch Office in facing sharia banking industry in Special Province of Yogyakarta.

The basic method used in this research is descriptive analysis. Primary data was derived from interview using questionnaire while secondary data as supporting data listed out from many sources. Analysis method of this research are external and internal analysis and strategies formulating analysis. 

Analysis to formulate business strategies were  done by following three stages, such as inputing, matching, and decision making. Eksternal Factor Evaluation (EFE) and Internal Factor Evaluation (EFI) was analysed in inputing stage. TOWS Matrix and Internal-External (IE) Matrix was analysed in matching stage, meanwhile Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM) was analysed in decision making stage.

Result of analyses obtained some alternative strategies, those are market penetration, present produk development, join advertising and promotion, and improving employee in understanding sharia banking concept. From those alternative strategies, the best strategy for BRI Syariah Yogyakarta Branch Office is market penetration strategy. 

  

Keyword  : business strategy, sharia banking, BRI Syariah

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

STRATEGI PEMASARAN MINUMAN KESEHATAN ALOE VERA

MULTI MEDIA AGROTAMA YOGYAKARTA

 

KRISTINE IMELDA

13235/PS/MMA/03

 

INTISARI

 

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peluang dan ancaman serta kekuatan dan kelemahan pada Multi Media Agrotama Yogyakarta,  sehingga dapat ditentukan posisi dari perusahaan, dan merumuskan strategi pemasaran yang baik bagi Multi Media Agrotama sesuai dengan kondisi internal dan eksternal yang dihadapi. Hipotesis yang diajukan adalah bahwa Multi Media Agrotama mempunyai peluang dan kekuatan yang lebih besar dibandingkan dengan ancaman dan kelemahannya. Strategi pemasaran yang akan diterapkan pada masa mendatang akan diusahakan untuk  mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif (Growth Oriented Strategy). 

Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini bersifat  deskriptif analitis, dimana data yang dikumpulkan terdiri dari data primer yang diperoleh dari hasil wawancara dan kuisioner dengan pertanyaan model multi atribut yang berjumlah 3 orang serta data sekunder yang diperoleh dari pengamatan objek secara langsung yang berkaitan dengan Multi Media Agotama . Metode analisis yang digunakan adalah SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threat). 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan dan peluang yang dimiliki perusahaan lebih besar daripada kelemahan dan ancaman yang dihadapi. Berdasarkan analisis SWOT, maka posisi perusahaan berada pada kuadran I atau tahap pertumbuhan dan sedangkan strategi pemasaran yang akan datang, yang harus dilakukan adalah growth oriented strategy atau pengembangan pasar agresif dengan melakukan memelihara kualitas produk, meningkatkan kegiatan promosi, memelihara kualitas pelayanan kepada konsumen serta mengembangkan kemampuan sumber daya manusia,  memperluas cakupan distribusi serta melakukan diversifikasi produk.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ABSTRACT

 

The objectives of this research are to identify the opportunity and threat as well as strengths and weakness of Multi Media Agrotama, so it can be determined the position of the company and formulize appropriate marketing strategies for Multi Media Agrotama based on the internal and eksternal condition that has been faced by the company. The proposed hypothesis are the company has greater strengths and opportunity than the threat and weakness. The marketing strategies which will applied should be encourage an aggressive growth policies (Growth oriented strategy).

The basic method used in this research are description analysis, such as primary data (derived  from interview and questionnaire with multi-attribute model question including 3  respondents) and secondary data ( from direct observation) that related to Multi Media Agrotama. Analysis method will be used are SWOT (strengths, weakness, opportunities, threat).

The result suggested that the strengths and opportunities of the company was greater than the weakness and threats. According to SWOT. The company position location on the first quadrant or in growing stage and the future strategies that should be taken by the company is growth oriented strategies or aggressive market expansion by maintening product  and services qualities, aggressive promotion and growthed the abilities of human resources, increasing distribution line and product diversification.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

EVALUASI PROGRAM PENINGKATAN PRODUKTIVITAS PADI DI KABUPATEN GRESIK

 

(Evaluation for Paddy Productivity Rising Program in Gresik Regency)

 

BAKTIAR GUNAWAN HUTABARAT

13236/PS/MMA/03

 

ABSTRACT

 

The research aimed to determine: a) the program impact to paddy productivity rising program in Gresik Regency, and b) the determinant to paddy productivity rising program in Gresik Regency.

Primary data is used in this study, with 60 respondent. The study using descriptive, mean test and multiple regression with Ordinary List Square estimation model for its methods.

The result showed that average paddy productivity level by farmers in Gresik Regency who participated the program fully (field laboratory) as 8.49 ton/ha GKP, for participated only a half time with the program (growing center) as 7.10 ton/ha GKP and for who not participated (impact center) as 4.89 ton/ha GKP.

Next, the result is showed that generally, level paddy productivity by farmers who follow the program fully (field laboratory) is more highest than the farmers who both follow a half time (growing center) and not follow at all (impact center). Statistically, is significant both by mean test and regression (dummy variable). And the determinant for paddy productivity are seeds, urea using, phonska using, rainbow fertilizer, shifengle liquid, folicur liquid, number of worker, and farmers formal education level.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ANALISIS STRATEGI BERSAING CV. PUTRA TANI YOGYAKARTA

 

DIAN EKA PUTRA

13228 / PS / MMA / 03

 

INTISARI

 

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa lingkungan internal dan eksternal perusahaan CV. Putra Tani yang bergerak di bidang pengada/pengedar tanaman pertanian, perkebunan dan kehutanan. Analisis ini untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan serta peluang dan ancaman perusahaan.

Penetian dilakukan di CV. Putra Tani Yogyakarta. Pengumpulan data dilakukan dengan cara metode wawancara, melakukan observasi dan penyebaran angket. Metode analisis yang digunakan adalah analisis lingkungan eksternal dari sudut pandang PEST (politik, ekonomi, sosial dan teknologi), menganalisis lingkungan pesaing industri, lingkungan internal perusahaan, analisis SWOT(Strength, weakness, opportunity dan threat) dan juga analisis general electric.

Dari hasil analisis berdasarkan data yang diperoleh, CV. Putra Tani berada pada kuadran I diagram SWOT. Hal ini berarti strategi yang digunakan adalah strategi agresif. CV. Putra Tani memiliki kekuatan bersaing pada kualitas bibit tanaman yang baik, selalu tersedia dan harga grosir produk yang lebih rendah dari harga pesaing, sehingga brand image perusahaan selalu baik di mata pelanggan. Sedangkan dari hasil analisis formulasi strategi, penulis merekomendasikan alternatif pengembangan strategi bersaing perusahaan dapat dilakukan dengan menerapkan strategi keunggulan biaya.

 

 

Kata kunci: bibit tanaman, analisis SWOT, strategi bersaing

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

THE COMPETITIVE STRATEGY ANALYSIS

IN CV. PUTRA TANI YOGYAKARTA

 

ABSTRACT

 

This research aims to analyze the external and internal environment of CV. Putra Tani, that make/distribute of plant seeding. The analysis will be used to determine the strengths and weakness as well as to identify opportunities and threats from the company.

The research was done in CV. Putra Tani Yogyakarta. The data had been collected by interview, observation and questionnaire. The method of analysis is using external analyst from PEST (politic-legal force, economic, social and technology) point of view, the competitor of the company, internal environment analysis and electric general analysis.

The result of the research shows that CV. Putra Tani in SWOT (strengths, weakness, opportunity and threats) diagram is on quadrant I, it means that the company can use aggressive strategy. Although, CV. Putra Tani has competitive strengths in plant seeding quality and the price is cheapest than other competitors, so the company has good brand image in costumer. Finally, the competitive strategy that can be done by the company is comparative advantage strategy.

 

Key words: plant seeding, SWOT analysis, competitive strategy

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

EVALUASI KELAYAKAN INVESTASI PETERNAKAN AYAM RAS PETELUR UD.BAKAL UNGGUL DI KOTA PALU

 

Hendra Azis

10957/PS/MMA/02

 

INTISARI

 

Penelitian ini dilakukan pada peternakan ayam ras petelur UD.Bakal Unggul yang terletak di Kota Palu Propinsi Sulawesi Tengah dengan tujuan untuk mengetahui kelayakan investasi, tingkat penjualan minimum yang harus dicapai agar perusahaan tidak mengalami kerugian, serta tingkat perubahan harga input dan output terhadap kelayakan usaha ini. Hipotesis yang diajukan adalah diduga usaha dibidang peternakan ayam ras petelur layak dan menguntungkan ditinjau dari aspek manajemen, pemasaran, teknik/produksi, keuangan dan kriteria-kriteria dalam penilaian investasi.

Dalam penelitian ini data yang digunakan adalah laporan keuangan yakni laporan rugi laba dan neraca periode produksi tahun 2000 sampai 2003. Data dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan metode  empiris analitis abstrak. Untuk mengetahui titik impas diukur dengan analisis Break even point (BEP), analisis rasio keuangan digunakan  Rasio profitabilitas, Likuiditas, Solvensi, dan Efisiensi, sedangkan analisis kelayakan investasi diukur dengan kriteria Payback period  (PP), Net present value (NPV),  Internal rate of  return (IRR) dan Profitability Index (PI). Untuk mengetahui kepekaan usaha peternakan ayam ras petelur ini terhadap perubahan pendapatan dan biaya variabel dilakukan analisis sensitivitas.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa besarnya tingkat penjualan minimum yang harus dicapai adalah 1.069 butir telur dengan nilai sebesar Rp. 411.673. Dengan analisis rasio keuangan menunjukkan manajemen pengelolaan keuangan dan efisiensi pada peternakan ini baik dan tepat. Hasil analisis kelayakan berdasarkan kriteria-kriteria penilaian investasi memberikan hasil PP selama 0,252 tahun atau 3,024 bulan, NPV sebesar Rp. 298.267.830., IRR sebesar 66,69 % dan PI sebesar 3,07., hasil ini memperlihatkan bahwa usaha peternakan ini layak untuk dilanjutkan. Hasil analisis sensitivitas menunjukkan bahwa meskipun terjadi penurunan harga jual produk hingga 10% maupun kenaikan biaya variabel hingga 10 % investasi pada usaha ini dinilai layak dan menguntungkan, demikian pula apabila terjadi penurunan harga jual produk 5 % dan kenaikan biaya variabel 5 % secara bersamaan memperlihatkan bahwa usaha peternakan ayam ras petelur ini masih layak untuk dilanjutkan, akan tetapi bila kenaikan tersebut mencapai 10% secara bersamaan maka akan memberikan nilai NPV yang negatif sehingga investasi tidak layak untuk dilanjutkan.      

 

Kata kunci : Peternakan  Ayam  Ras  Petelur,  Investasi,  Pendapatan, Biaya, Sensitivitas.

 

 

 

 

 

 

 

 

ABSTRACT

 

The research is carried out at UD. Bakal Unggul, an egg producing chicken farm in Palu the province of Central Sulawesi. The purpose is to determine the investment adequacy, minimum sale rate to achieve in order not to avoid loss, and the change rate of input and output cost on the appropriateness of the business. The hypothesis is that egg producing chicken farm is expected to be appropriate and profitable viewed from the aspects of management, marketing, technique/production, finance and criterion in investment assessment.

In the current research the data in use if financial reports including profit-lost report and balance sheet of production period 2000 to 2003. The data is analyzed in qualitative and quantitative way using abstract analytical-empirical method. To ascertain the square point, the measurement is brought about using break even point (BEP) analysis. While financial ratio analysis uses the ratios of profitability, liquidity, solvency and efficiency, the investment appropriateness analysis is measured using Payback period (PP) criterion, Net present value (NPV), Internal rate of return (IRR) and Profitability index (PI). To find out the sensitivity of this egg producing chicken farm business toward the change of revenue and variable costs was carried out sensitivity analysis.

The result of the reseach indicates that the amount of minimum sale rate to achieve is 1,069 eggs of Rp. 411,673.00. The financial ratio analysis shows that the management of financial management of the farm is fit and proper. The result of appropriateness analysis based on investment assessment criterion shows that PP yields for 0.252 year or 3.024 months, with NPV of Rp. 298,267,830.00; IRR of 66.69 % and PI of 3.07. The figures indicate that the  egg-chicken farm is appropriate to proceed. The sensitivity analysis indicates that despite the decrease of product selling price to as low as 10% and increase of variable cost of 10% investment on the business it is still proper and profitable. The same goes to the figure of 5 % in decrese of product selling price and 5 % of variable cost increase at the same time, which indicates that the business is still proper to proceed. But with the figure of 10 % at the same time, NPV turns out to be negative which means that the investment is not proper to continue.

 

 

 

Key words :   Egg Producing Chicken Farm, Investment, Revenue, Cost,

Sensitivity

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

POPULASI  SAPI BALI

DI KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN

 

(Population Bali Cattle in Timor Tengah Selatan Regency)

 

John Christofel Asbanu

9956/PS/MMA/02

 

ABSTRACT

 

Bali cattle is a known Indonesian original cattle was adaptation and spreading so good in to Nusa Tenggara Timur ( Timor Island) include TimorTengah Selatan regency.As once as the natural resource, bali cattle represented in the TimorTengah Selatan regency  is very important to the  almost all of the people includethe goverment .

Result of sensus catlle in  2001 years at the Timor Tengah Selatan regency showed that the population of Bali Cattle had been declining annualy. This condition is follow  as smaller of pasture by effected of intervetion white flowers (Chromolaena odorata)  and the other used. Declining of these natural resources is  dramatic situation and nedd fast exactly rensponse to keep that resourches don’t  be dissapear at the many year later in the Timor Tengah Selatan regency.

This research has been conducted to known dinamica and factors were effected Bali Cattle population in Timor Tengah Selatan Regency. Source of data were used is secondary  data time series amount of bali cattle population, large of native pasture, amount of bali cattle were slaughtered and eksported, amount of bali cattle conception and  mortality for twenty years(from 1982 up to 2001) in Timor Tengah Selatan Regency.

Along these time, result of this research showed the population of bali cattle at Timor Tengah Selatan Regency was fluctuation at the number with a decreasing average  amount  520,62 heads annualy.

The result of statistic analisys  were knew that most  factor’s were effected to the population of bali cattle in Timor Tengah Selatan Regency  is large of native pasture, amount of  slaughtered or exported and number of conception.

 

 

Keywords : Population Bali Cattle,  Timor Tengah Selatan Regency

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

INTISARI

 

Sapi Bali adalah sapi asli Indonesia yang telah beradaptasi dan berkembang dengan baik di Nusa Tenggara Timur (pulau Timor) termasuk di Kabupaten Timor Tengah Selatan. Sebagai salah satu plasma nutfah, keberadaan sapi Bali khususnya di Kabupaten Timor Tengah Selatan memiliki arti tersendiri dalam menopang perekonomian masyarakat dan penerimaan daerah.

Data sensus ternak Tahun 2001  menunjukkan bahwa telah terjadi penurunan populasi ternak sapi bali di Kabupaten TTS dan keadaan ini diikuti dengan makin sempitnya luas padang penggembalaan akibat intervensi gulma (Chromolaena odorata) dan pemanfaatan lainnya. Penurunan sumber daya alam yang sangat dramatis ini jika tidak direspon secara tepat dan segera maka dikawatirkan Kabupaten TTS akan kehilangan potensi sumber daya ternak potongdalam kurun waktu yang tidak terlalu lama lagi.

Penelitian tentang populasi sapi bali di Kabupaten Timor Tengah Selatan ini  dimaksudkan untuk mengetahui dinamika   serta  faktor–faktor yang mempengaruhi populasi sapi bali bali di Kabupaten Timor Tengah Selatan. Data yang digunakan adalah Data sekunder yang diperoleh adalah berupa data runtut waktu (time series) jumlah ternak sapi bali, luas padang penggembalaan, jumlah ternak sapi bali yang dipotong/diantarpulaukan, jumlah sapi bali mendapat pelayanan Inseminasi Buatan,  serta jumlah sapi bali yang lahir dan yang mati secara terus menerus pada periode tahun 1982 sampai 2001.

Populasi sapi di Kabupaten Timor Tengah Selatan selama kurun waktu 20 Tahun (1982-2001) menunjukkan trend penurunan dengan rata-rata percepatan penurunan populasi  sebanyak 520,62 ekor per tahun.

Berdasarkan hasil analisis statitik diketahui bahwa faktor-faktor yang berpengaruh nyata terhadap populasi sapi bali di Kabupaten TTS adalah luas padang penggembalaan, jumlah pemotongan/pengeluaran dan angka kelahiran.

 

 

 

Kata Kunci : Populasi Sapi Bali, Kabupaten Timor Tengah Selatan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ANALISIS KEUANGAN PT. PERKEBUNAN NUSANTARA V (PERSERO) RIAU

 

MORIS ADIDI YOGIA

9982/PS/MMA/02

 

INTISARI

 

Penelitian ini dilakukan di PT.Perkebunan Nusantara V Riau (Persero) dengan tujuan untuk mengetahui trend neraca dan laporan rugi laba dengan menggunakan indeks, mengukur likuiditas, solvabilitas, rentabilitas serta kinerja keuangan perusahaan.

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data sekunder dari perusahaan. Data dianalisis secara deskriptif dan analisis ratio, Altman Z-score serta SK Menteri No Kep-100/MBU/2002 untuk menilai kinerja keuangan perusahaan. Serta dilihat trend kenaikan atau penurunan dari laporan keuangan perusahaan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa  terjadi penurunan posisi keuangan perusahaan serta penurunan kinerja keuangan perusahaan. Selain itu perbandingan antara masing-masing ratio mengidentifikasikan bahwa perusahaan dalam kondisi tidak likuid, tidak mampu memenuhi semua kewajiban jangka pendek maupun panjangnya dan sangat minimal dalam menghasilkan laba.

 

 

Kata Kunci : Neraca, Laporan Rugi-laba, Kinerja Keuangan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ANALYSIS OF FINANCIAL PERFORMANCE

PT.PERKEBUNAN NUSANTARA V RIAU (PERSERO)

 

ABSTRACT

 

This research has been done at PT. Perkebunan Nusantara V Riau (Persero) and it’s purpose to knowing about balance sheet trend and income statement using index, liquidity, solvability, rentability and corporation financial performances.

It research used secondary data from this corporation. Data has been analysed using ratio analysis descriptively, Altman Z-Score and Minister formal verdict No.Kep-100/MBU/2002 to assess corporation financial performances. And for this purpose, we also discern about increasing and decreasing trend of financial performances.

Resuls by this research showing lower corporation financial position and decreasing in corporation financial performances. Comparison from each ratio depicted unliquid corporation condition, it corporation can not fulfill their short term and long term liability precisely and low profitability.

 

 

 

Keywords : Balance sheet, Income statement, Financial Performance.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

STUDI KELAYAKAN INTEGRASI INVESTASI USAHA PETERNAKAN BABI DAN PABRIK MINYAK KELAPA  DI KABUPATEN PARIGI MOUTONG SULAWESI TENGAH

 

Gde Danawijaya, S.T.

12491/PS/MMA/03

INTISARI

 

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan investasi (feasibility study) pabrik minyak kelapa dan peternakan babi sebagai suatu integrasi sehingga bisa menghindari resiko kerugian dimasa yang akan datang, memudahkan perencanaan dan monitoring pelaksanaan proyek. Pabrik minyak kelapa menghasilkan limbah berupa air dan ampas kelapa, yang dalam jumlah besar dapat mencemari lingkungan. Dilain pihak, peternakan  babi membutuhan sumber pakan dalam jumlah besar, harga murah, dan kontinyu sehingga limbah pabrik minyak kelapa bermanfaat sebagai pakan ternak babi.

Penilaian investasi yang dikaji adalah pay back period, net present value (NPV), benefit cost ratio (BCR), internal rate of return (IRR), profitability index (PI), dan analisis sensitivitas. Analisis sensitivitas dilakukan dengan cara mengasumsikan kenaikan biaya produksi 5%,10%,15%,dan 20%, penurunan penjualan 10% yang diiringi dengan kenaikan biaya produksi, dan kenaikan biaya produksi yang dibarengi dengan penurunan harga jual produk pada tingkat terendah yang pernah terjadi di daerah lokasi penelitian.

Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa peternakan babi dan pabrik minyak kelapa layak untuk didirikan baik secara unit usaha yang terpisah maupun terintegrasi. Pada integrasi investasi, jumlah ternak 1000 ekor dan kapasitas produksi minyak 1000 kg per hari, kenaikkan laba peternakan sebesar 17% per periode panen sedangkan pada minyak kelapa kenaikan laba perbulan sebesar 5%. Pabrik minyak kelapa cukup tahan tehadap kenaikan biaya produksi, penurunan penjualan dan harga jual minyak goreng, dan penurunan penjualan dan harga jual minyak goreng yang diikuti dengan kenaikan biaya produksi. Sedangkan peternakan babi cukup rentan terhadap kenaikan biaya pakan dan obat-obatan, penurunan penjualan dan harga jual babi potong, dan penurunan penjualan dan harga jual babi potong yang diikuti dengan kenaikan biaya pakan dan obat-obatan sehingga perencanaan untuk mendiversifikasi produk peternakan babi perlu dikaji lebih lanjut untuk menghindarkan usaha dari kerugian.

 

 

Kata kunci : investasi, studi kelayakan, net present value, benefit cost ratio, internal rate of return, profitability index.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Abstract

 

The objectives of this research are to analyze the feasibility of integrated investment for fresh coconut oil factory and pig husbandry. The analysis was expected to avoid and minimize future risk, facilitate the planning and monitoring the project. Assume that fresh coconut oil factory produce waste products in which could pollute the environment, such as coconut water and residue of extracting milk squeezed. Actually, it can be produce woof source for pig husbandry in big volume, low price, and continuous stock.

The parameter investigated were pay back period, net present value (NPV), benefit cost ratio (BCR), internal rate of return (IRR), profitability index (PI), and sensitivity analysis. The sensitivity analysis obtained from increasing of the production cost (5%, 10%, 15%, and 20%), decreasing 10% of sales, and increasing of production cost with decreasing price of the products at the lower price.

The results showed that the pig husbandry and fresh coconut oil factory feasible to be established either as a single investment or integrated investment. As an integrated investment, one thousand pigs were appropriate to be equal to 1000 kg fresh coconut oil per day and give an increasing on profit of the pig husbandry is 17%, and 5% for fresh coconut oil factory. Fresh coconut oil factory seems to be resistant from increasing on the production cost (5%, 10%, 15%, and 20%), decreasing 10% on sales, and increasing on production cost with decreasing price of the products at the lower price. But, the pig husbandry is sensitive to the exchange of that condition. However, the analysis also showed that diversification of pig husbandry products are very important to create in the future.

 

 

Key words: investment, feasibility study, present value, benefit cost ratio, internal rate of return, profitability index, sensitivity analysis.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

STRATEGI PEMASARAN

PADA PT. COCA-COLA BOTTLING INDONESIA  NORTHERN SUMATERA

NOVI ANGGRENA SARAGIH

9980/PS/MMA/02

INTISARI

 

Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis lingkungan internal dan eksternal dari PT. Coca-Cola Bottling Indonesia Northern Sumatera yaitu untuk mengetahui faktor-faktor apa yang menjadi kekuatan serta kelemahan dari perusahaan serta mengetahui peluang dan ancaman yang dihadapi oleh perusahaan serta merumuskan strategi pemasaran yang terbaik dan cocok bagi PT.Coca-Cola Bottling Indonesia Northern Sumatera dengan memperhitungkan faktor internal (kekuatan dan kelemahan) dan faktor eksternal (ancaman dan peluang) untuk menghadapi persaingan dan perubahan lingkungan pada industri minuman.

Kekuatan PT.Coca-Cola Bottling Indonesia Northern Sumatera adalah Riset and Development yang intensif, pertumbuhan penjualan, Brand Image, loyalitas konsumen, keadaan distribusi dan pangsa pasar, harga produk yang kompetitif dan SDM yang besar dan terlatih. Kelemahannya adalah: ketersediaan bahan baku dan biaya produksi yang tinggi, yang menjadi peluang PT.Coca-Cola Bottling Indonesia Northern Sumatera adalah segmen pasar, pertumbuhan pasar, respon terhadap promosi, kestabilan struktur harga dan perkembangan produk dan ancaman dari PT.Coca-Cola Bottling Indonesia Northern Sumatera adalah persaingan produk teh, kebijakan pemerintah, perubahan selera konsumen, masuknya pesaing baru, perang harga dan fluktuasi nilai tukar asing.

Posisi PT.Coca-Cola Bottling Indonesia Northern Sumatera berada pada kuadran I dengan wilayah kekuatan lebih besar dari pada peluang sehingga perusahaan harus bisa menggunakan kekuatan dengan memanfaatkan peluang. Perusahaan harus menerapkan strategi pemasaran yang cukup agresif agar dapat tetap mempertahankan persaingan pada industri minuman ringan.

 

 

Kata kunci : strategi, pemasaran, Coca-Cola

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ABSTRACT

 

This research aimed to  determine the internal and external business environment of PT. Coca-Cola Bottling Indonesia Northern Sumatra;  find out  the strengths and the weaknesses  of this company; find out the opportunities and threats faced by the company and  also to formulate the best  and the compatible marketing  strategy for PT. Coca-Cola Bottling Indonesia Northern Sumatra by recognizing internal factor (strengths and Weaknesess) and the external factor (threats and opportunities) to face the environmental emulation and change in beverage industry.

The strengths of PT. Coca-Cola Bottling Indonesia Northern Sumatra are  research and development activities, growth of sale, brand image, consumer loyality, distribution and market compartment,the competitive price of the products and the productive human resources. The weaknesses are the dependency of imported raw material and the high production cost. The opportunities of  PT. Coca-Cola Bottling Indonesia Northern Sumatra are market segment, market growth, response of promotion, the  stability of the price and the development of the product. The threats of  PT. Coca-Cola Bottling Indonesia Northern Sumatra are competition of tea product, governmental policy, the change of consumer preference, entry of new competitors, price competition  and foreign exchange rate fluctuation.

Result of analysis shows that position of PT. Coca-Cola Bottling Indonesia Northern Sumatra is in the quadrant I; with the bigger regional strength than its opportunities so that the company should be able to use the strength and take the opportunity . The company is suggested to apply the aggresive marketing strategy to maintain its position in the competition of  the emulation at light beverage industry.

 

 

 

Keyword : Strategy, marketing, Coca-Cola

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

USAHA LEBAH MADU SEBAGAI SOLUSI ALTERNATIF

PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT PEDESAAN

(Sebuah Studi Kasus di Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati)

 

Farid Mudzaky, S. Hut

9966/PS/MMA/02

 

INTISARI

 

Persoalan masyarakat pedesaan  adalah kecilnya peluang untuk memperoleh pekerjaan yang layak. Usahatani lebah madu merupakan solusi alternatif untuk mengatasi persoalan sosial ekonomi di desa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laba usahatani lebah madu, menginventarisasi jenis-jenis pekerjaan petani  diluar usahatani lebah madu dan menganalisis kontribusiusaha lebah madu terhadap total pendapatan petani lebah, mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produksi madu dan seberapa jauh faktor-faktor tersebut dapat mempengaruhi produksi madu, serta untuk mengetahui tingkat efisiensi teknis dan ekonomis dari penggunaan faktor-faktor produksi.

Pemilihan contoh ditentukan dengan metode snow ball sampling. Jumlah sample yang dipilih adalah 40 rumah tangga petani lebah dan dibuat stratifikasi, yaitu skala usaha I (jumlah stup 102) dan skala II (jumlah stup > 102).

Pengumpulan data dilakukan dengan cara komunikasi langsung dan tidak langsung, serta dokumenter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan rata-rata keuntungan usahatani lebah madu adalah Rp 21.230.233. Kontribusi usahatani lebah madu terhadap total pendapatan rumah tangga petani sebesar 85,35%. Hasil analisis regresi memperlihatkan bahwa variabel independent secara bersama-sama berpengaruh nyata terhadap variabel dependen pada taraf kepercayaan 99 %. Secara parsial variabel jumlah kepemilikan koloni dan lama migrasi masing-masing berpengaruh nyata pada taraf kepercayaan 99 % dan 95%, variabel pemberian stimulan dan  dummy pengalaman masing-masing berpengaruh nyata pada taraf kepercayaan 90 %, sedangkan variabel penggunaan obat, tenaga kerja dan dummy skala usaha tidak berpengaruh nyata.

Hasil analisis efisiensi memperlihatkan bahwa penggunaan input variabel kepemilikan koloni, pemberian stimulan dan lama migrasi secara teknis masih rasional (stage II). Secara ekonomis penggunaan  input  variabel kepemilikan koloni belum efisien, variabel stimulan sudah efisien dan variabel migrasi belum tercapai (under utilized faktor produksi)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ANALISIS  STRATEGI BERSAING  PD. TARU MARTANI DIY

 

Ahmad Mubarak

10952/PS/MMA/02

 

INTISARI

 

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi dan memformulasikan strategi yang digunakan PD.Taru Martani DIY untuk menghadapi persaingan industri rokok yang semakin ketat. Hipotesa yang diajukan adalah : (1) Diduga strategi yang diterapkan oleh PD.Taru Martani saat ini masih lemah dalam menghadapilingkungan persaingan industri rokok yang semakin ketat dalam perekonomian global ; (2) Diduga faktor-faktor lingkungan bisnis yang mempengaruhi PD.Taru Martani di masa datang akan semakin komplek seiring dengan tingginya tingkat persaingan industri rokok di Indonesia.

Objek penelitian dilakukan di Perusahaan Daerah Taru Martani Daerah Istimewa Yogyakarta. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara dan penyebaran angket yang diberikan kepada beberapa karyawan PD.Taru Martani. Metode analisis yang digunakan adalah analisis lingkungan eksternal dari sudut pandang PEST, lingkungan pesaing industri, lingkungan internal, analisis SWOT dan analisis General Electric.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa PD.Taru Martani berada pada kuadran III diagram SWOT yang berarti strategi yang digunakan adalah strategi Turn Arround dan alternatif strategi yang diterapkan berdasarkan Matrik SWOT adalah strategi WO serta posisi perusahaan saat ini berdasarkan pada hasil analisis matrik General Electrik adalah PD.Taru Martani berada pada sel 5 yang berarti perusahaan harus melakukan kegiatan investasi yang selektif.

 

 

Kata-kata kunci : Strategi Turn Arround, Strategi WO, Investasi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

THE COMPETITIVE STRATEGY ANALYSIS

AT PD.TARU MARTANI IN DIY

 

ABSTRACT

 

This research have purpose to evaluate and strategy formulated by the PD.Taru Martani in Yogyakarta. It’s use to be competition for the industries cigarette very firmly closed. The hiphotesis submit is : first is strategy used by PD.Taru Martani at present now still weak face to compete with the industry cigarette often firmly closed in the economies of a global. Second are a factors in the circle of the business influence to PD.Taru Martani in the future it will be complex, in the mean time, the high of level competiting from the industry cigarette is growing in Indonesia.

The research object have done in the PD.Taru Martani in Yogyakarta. The collect data had done with interview method and the questionnaire given for employe PD.Taru Martani. The analyst of method is using exsternal analyst from PEST point of view, the industry of the competition, internal, SWOT analyst and Electric General analysis.

Result of the research shows the PD.Taru Martani that SWOT diagram on quadrant III it means strategy use Turn Arround strategy and strategy alternative based on SWOT Matrix is WO strategy and position of the company until now based on analysis result Electric General Matrixis PD. Taru Martani on level 5 it is mean the company should be active in the investment with selectively.

 

 

Key words : Turn Arround Strategy, WO Strategy, Investment.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ANALISIS KOMODITI PERTANIAN UNGGULAN

DI KABUPATEN DONGGALA

MARINI

10945/PS/MMA/02

INTISARI

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komoditi pertanian unggulan yang akan dikembangankan menjadi komoditi andalan dalam perekonomian Kabupaten Donggala di masa yang akan datang, serta  untuk mengetahui pola dan struktur pertumbuhan komoditi pertanian. Berdasarkan hasil produksi sektor pertanian selama periode penelitian (1998-2002), diduga komoditi pertanian unggulan di Kabupaten Donggala adalah padi, jagung, ubi kayu, kelapa, cengkeh, kakao, mangga, ayam, ikan kakap, ikan kerapu dan berdasarkan pertumbuhan komoditi pertanian di Kabupaten Donggala diduga pertumbuhan komoditi pertanian pada tingkat kabupaten lebih cepat dibandingkan di tingkat propinsi. 

Penelitian ini dilakukan secara purposive, dengan menggunakan data sekunder berupa data nilai Produksi Komoditi Pertanian Kabupaten Donggala dan Nilai Produksi Komoditi Pertanian Propinsi Sulawesi Tengah. Sebagai data penunjang digunakan data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan PDRB Perkapita Atas Dasar Harga Konstan tahun 1993. Alat analisis yang digunakan adalah Location Quotient (LQ), Shift-Share, Model Rasio Pertumbuhan, Overlay, dan Klassen Typologi.

Berdasarkan hasil analisis overlay menunjukkan bahwa komoditi pertanian yang merupakan komoditi unggulan di Kabupaten Donggala adalah mangga dan ikan tuna. Menurut analisis Klassen Typologi, komoditi yang mempunyai potensi dan berpeluang besar untuk dikembangkan tersebut termasuk komoditi dengan klasifikasi maju dan tumbuh cepat (bawang merah, mangga, durian, nangka, ikan tuna, ikan kakap, ikan merah, ikan kerapu), klasifikasi maju tapi tertekan (padi, jagung, kubis, kakao, kopi, cengkeh, ikan cakalang), klasifikasi berkembang cepat (ubi kayu, tomat, terung, ayam buras, ikan tongkol, ubi jalar dan kedelai).

 

 

 

 

 

 

 

 

ABSTRACT

This research was aimed to identify both comparative advantage of agricultural commodities and growth structure of agricultural sector in Donggala Regency at 1998 –2002 periods.Based on production agricultural commoditiy at research periods, hipotesis is superior agricultural commodities at Donggala Regency are rice, corn, cassava, coconut, clove, cocoa, mango, chicken, large fish, kerapu, and based on agricultural commodities growth hipotesis is agricultural commodities growth at Donggala Regency more fast than agricultural commodities growth at Celebes Sulawesi Province.

This research has been done purposively by using secondary data such as production values of agricultural commodity in Donggala Regency and production values of agricultural commodity in Center Sulawesi Province. Gross Regional Domestic Product and per capita Gross Regional Domestic Product based on constant price 1993. Analysis tools used were Location Quotient, Shift-Share,Growth Ratio, Model, Overlay and Klassen Typologi.

The results of research showed that agricultural commodities have comparative advantage in Donggala Regency are mango and tuna fish. Based on Klassen Typologi analysis commodities with high potency and opportunity to be developed were those included in fast growth and advanced classification (red onion, mango, tuna fish), advanced but pressed classification (rice, cocoa, coffee, clove), fast-developing (cassava, chicken soybean).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ANALISIS  USAHA PENGGEMUKAN SAPI POTONG

DI KECAMATAN SENTOLO KABUPATEN KULON PROGO

 

Rinanti Candra Rukmi

12492/PS/MMA/03

 

INTISARI

 

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kelayakan usaha penggemukan sapi  potong dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pertambahan berat badan pada penggemukan sapi potong di Kecamatan Sentolo Kabupaten Kulon Progo.

Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan cara survey. Jumlah sampel pada penelitian sebanyak 30 orang. Lokasi penelitian dipilih secara purposive sedangkan sample dipilih secara acak. Kelayakan usaha penggemukan sapi diukur  menggunakan analisis BC, NPV  dan IRR sedang faktor-faktor yang mempengaruhi pertambahan berat badan diukur dengan menggunakan analisis regresi.

Hasil penelitian menunjukkan rata-rata pertambahan berat badan sapi per ekor selama 105 hari sebesar 85, 667 kg sehingga didapat pertambahan berat badan per hari rata-rata 0,816 kg .Nilai BC ratio yang diperoleh  sebesar 1,45 dengan nilai NPV positif sebesar Rp 538.593 dengan IRR 23,28 %. Hasil analisis regresi menunjukkan ada hubungan yang nyata antara pertambahan berat badan sapi penggemukan dengan  konsumsi rumput .

 

 

 

Kata-kata kunci : Kelayakan Usaha, Penggemukan Sapi, Pertambahan Berat Badan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ANALYSIS OF FATTENING CATTLE OPERATIONS IN  SENTOLO SUB-

REGENCY  KULON PROGO REGENCY

 

ABSTRACT

 

The objective of this research was to know feasibility of fattening cattle operations and gain–increasing factors of fattening cattle in Sentolo Sub Regency Kulon Progo Regency.

The method  used in this research was descriptive analytics. Research location selected by puposive while 30 sample selected by sample random sampling. BC, NPV and IRR analytic method was applied to measure the feasibility of fattening cattle operations meanwhile Regression Analysis was used for understanding the influencing factors of gain-increasing in fattening cattle operations. 

The result of this research shows that the average of gain-increasing of fattening cattle operations during 105 day is about 85.667 kg, so that the averaged daily gain was 0.816 kg. The BC value of this operation is 1.45 and the positive NPV value is Rp 538,593. The IRR value (23,28 %) is higherthan interest rate of commersial loan (18 % annually) The Regression Analysis result showed there is a significant correlation between gain-increasing of fattening cattle with grass consumption .

 

 

 

Key Words : Feasibility of Operations, Fattening Cattle, Gain-Increasing

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PENGARUH MOTIVASI DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP PRESTASI KERJA KARYAWAN PT SIDOMUNCUL SEMARANG

 

P U T I R S A

(12489 / PS / MMA / 03)

 

INTISARI

 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan pemberian motivasi dan pemenuhan kepuasan kerja terhadap karyawan oleh pihak manajemen dan mengetahui pengaruh faktor-faktor motivasi (karakteristik individu, karakteristik pekerjaan, lingkungan kerja) dan kepuasan kerja terhadap prestasi kerja karyawan.

Cara penelitian dilakukan dengan metode observasi dan teknik survey. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh berdasarkan hasil wawancara dengan karyawan dan data sekunder diperoleh dari data perusahaan dan studi pustaka. Jumlah responden yang diwawancarai sebanyak 100 karyawan. Analisis data yang digunakan adalah uji validitas, uji reliabilitas dan uji regresi dengan menggunakan program SPSS 11,5.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian motivasi dan pemenuhan kepuasan kerja terhadap karyawan oleh pihak manajemen telah dilaksanakan. Hal ini ditunjukkan dengan usaha pihak manajemen untuk memenuhi kebutuhan karyawannya sehingga diperoleh hasil kerja yang lebih baik yang mengubah sikap tidak puas menjadi puas. Sedangkan prestasi kerja dipengaruhi secara bersama-sama oleh faktor-faktor motivasi yaitu karakteristik individu, karakteristik pekerjaan, lingkungan kerja dan kepuasan kerja (sig 0,000). Dari keseluruhan variabel prestasi kerja yang digunakan pada penelitian ini terlihat bahwa karakteristik individu sangat berpengaruh terhadap prestasi kerja karyawan.

 

 

 

Kata kunci : motivasi, kepuasan kerja dan prestasi kerja

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

STRATEGI PEMASARAN PRODUK AGROKOMPLEKS

PADA PT. NATURAL NUSANTARA

 

CAHAYA  MARLENY FITRIAH

12494/PS/MMA/03

 

INTISARI

 

Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pemasaran sesuai dengan posisi PT. Natural Nusantara yang ditentukan melalui identifikasi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang dihadapi perusahaan dalam memasarkan produk agrokompleks. Hipotesis yang diajukan adalah bahwa posisi perusahaan berada pada kuadran 1 sehingga strategi pemasaran yang  diterapkan oleh PT Natural Nusantara dianggap masih relevan dengan kondisi saat ini. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini bersifat deskriptif analitik, dimana data yang dikumpulkan terdiri dari data primer yang diperoleh dari hasil wawancara dan kuisioner dengan pertanyaan model multi atribut yang berjumlah 10 orang serta data sekunder yang diperoleh dari catatan, buku panduan serta literature lain yang berkaitan dengan PT Natural Nusantara. Metode analisis yang digunakan adalah SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threat). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan dan peluang yang dimiliki perusahaan lebih besar dari kelemahan dan  ancaman  yang   dihadapi   maka  posisi   perusahaan   berada   pada kuadran 1. Jadi strategi pemasaran yang seharusnya diterapkan PT Natural Nusantara adalah mendukung kebijakan pertumbuhan agresif dengan penetrasi pasar dan perluasan pangsa pasar melalui pemeliharaan kualitas produk, harga, kualitas pelayanan dan saluran distribusi.

 

 

Kata-kata kunci : SWOT (kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Marketing Strategy  of Agrocomplex Product in PT Natural Nusantara

 

ABSTRACT

 

       The objective of this research was to formulate marketing plan that based the position of PT Natural Nusantara that known by identified strengths, weaknesses, opportunities and threats in PT Natural Nusantara to sold agrocomplex product. Hypothesis proposed was :  the position of PT Natural Nusantara was at quadrant 1 and marketing strategy implementd by cooperation was still appropriated to the inveronmental condition at this moment. So, future marketing would support the aggressive growth policy. The basic methode that used in this research was analylitical descriptive where the data were primer and secunder. Primer data was collected by interview and spreding qusioner with 10 multi atribute quisioner and secunder data was collected by notes, reference and other  connected literature about PT Natural Nusantara. The method of analysis that used was SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities and Threats). The result of this research showed that strength ant opportunities of this company more than weaknesses and threats. So, the position of this company was in 1st  quadrant. Marketing strategy to support the aggressive growth policy were market penetration and market area invations through maintenance of product quality, price, servicing quality and distribution channel.

 

 

Keyword :  SWOT ( Strenghts, Weaknesses, Opportunities and Threats )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ANALISIS KREDIT PADA UNIT LAYANAN MIKRO

CABANG BANK “X” DI YOGYAKARTA

 

Uus Kadarusman

6146/PS/MMA/00

 

INTISARI

 

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk: (1) mengetahui hubungan antara pendapatan bunga dan performing loans, dan (2) mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan bunga dan performing loans pada Unit Layanan Mikro.

Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskritif analitis. Data yang dianalisis adalah data sekunder Unit Layanan Mikro (ULM) berupa laporan statistik perkreditan yang dilaporkan oleh Cabang Bank “X”. Metode analisis data yang digunakan adalah menggunakan metode analisis korelasi dan analisis regresi linier berganda dengan metode estimasi OLS (Ordinary Least Square).

Hasil Penelitian menunjukkan bahwa data keuangan tahun 2002 dan 2003 menunjukkan bahwa ULM Yogyakarta mempunyai perkembangan yang baik, dilihat dari perkembangan outstanding kredit, golongan kredit, dan pendapatan bunga. Disamping itu, pendapatan bunga memiliki korelasi yang positif terhadap performing loans, yaitu sebesar 0,3193. Unit Layanan Mikro memiliki cost recovery yang baik, artinya ULM Yogyakarta telah mampu membiayai operasional usahanya, terlihat pada  tahun 2002 dan 2003 sudah membukukan keuntungan.

Berdasarkan kelayakan usaha yang dilihat dari sisi kemampuan memperoleh pendapatan bunga dan kualitas pembiayaan, yaitu kemampuan membuat kredit lancar (performing loans) terlihat baik. Pendapatan bunga menunjukkan peningkatan dan kualitas kredit menunjukkan perkembangan yang baik. Faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan bunga dan performing loans adalah jangka waktu kredit, jumlah maksimum kredit, periode waktu, fitur kredit, dan jenis usaha. Jika dilihat antar fitur dan jenis usaha memperlihatkan bahwa fitur 3 mampu memberikan pendapatan bunga lebih tinggi dari fitur lainnya (fitur 1, 2, 4 dan 5) begitu pula jenis usaha perdagangan dapat memberikan pendapatan bunga lebih tinggi dari jenis usaha lainnya.

 

 

 

Kata-kata kunci: Kredit mikro, pendapatan bunga, dan kualitas pinjaman

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ANALISIS PENDAPATAN DAN PRODUKSI

BUDIDAYA RUMPUT LAUT DI KABUPATEN LEMBATA

 

 

Diajukan oleh :

 

MIAN PANJAITAN

12498/PS/MMA/03

 

 

INTISARI

 

 

       Salah satu komoditi perikanan yang dapat dijadikan komoditas unggulan yang perlu mendapat perhatian  untuk dikembangkan adalah rumput laut. Kegiatan budidaya rumput laut memiliki peranan penting dalam usaha meningkatkan produksi perikanan untuk memenuhi kebutuhan pangan dan gizi serta kebutuhan pasar dalam dan luar negeri, memperluas kesempatan kerja, meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan nelayan dan masyarakat pesisir pantai serta menjaga kelestarian lingkungan.

       Penelitian ini dilakukan pada petani rumput laut di Kabupaten Lembata dengan tujuan untuk mengetahui gambaran umum kegiatan budidaya rumput laut; mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi rumput laut , menganalisis keuntungan yang diperoleh dari usaha budidaya rumput laut dan melihat pengaruh harga dalam analisis kepekaan.

       Pelaksanaan penelitian ini dilakukan dengan metode survei, dimana responden terdiri dari 40 orang petani rumput laut pada 2 kecamatan, yaitu Kecamatan Nubatukan dan Kecamatan Ile Ape. Sedangkan metode analisis yang digunakan adalah analisis pendapatan, analisis fungsi produksi dan analisis sensitivitas.  

       Dari hasil analisis dapat diketahui bahwa secara ekonomi kegiatan usahatani rumput laut di Kabupaten Lembata memberikan keuntungan dengan melihat  R/C ratio > 1, dan dari analisis sensisitivitas kegiatan usahatani rumput laut menguntungkan pada perubahan out put dan input sebesar 10%,15%,20%, tetapi pada penurunan harga rumput laut dan kenaikan biaya variabel sebesar 20% kegiatan usahatani tidak layak untuk dilaksanakan. Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi produksi rumput laut adalah variabel bibit, penyusutan dan skala usaha.

       

 

 

 

 

 

 

 

 

Abstract

 

One of fishery commodities that can be made as superior commodity that need to get consideration to be developed is seaweed. Seaweed aquaculture play important role in improving fishery production to meet food and nutrition need and domestic and foreign market need, adding employment, improving income and prosperity of fishermen and coastal people, and maintaining environmental conservation.

This study was carried on seaweed peasant in Lembata regency with objectives to identify common feature of seaweed aquaculture activities, analyze profit obtained from seaweed aquaculture and investigate influence of price in sensitivity analysis.

This study was done with survey method; respondents consist of 40 seaweed aquaculturists in 2 districts: Nubatukan district and Ile Ape district. Meanwhile, analysis methods used are income analysis, product function analysis and sensitivity analysis.

Result of the analyses indicates that economically activity of seaweed aquaculture in Lembata regency give profit by considering R/C ratio >1, and from sensitivity analysis, seaweed aquaculture is profitable in output and input changes of 10%, 15%, 20%; but in 20% seaweed price decrease and variable cost increase, the aquaculture is not feasible to run. Factors influencing seaweed production are germ variable, depreciation, and business scale.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PROSPEK MINYAK SAWIT INDONESIA

DI PASAR EROPA TIMUR

 

 

Disusun oleh :

AKHMAD INDRADI

12507/PS/MMA/03

 

INTISARI

 

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari impor, produksi dan konsumsi minyak dan lemak khususnya minyak sawit Indonesia di negara- negara Eropa Timur. Sekaligus melakukan pemilihan negara-negara di Eropa Timur  yang merupakan pasar dengan potensi yang tinggi.

Data statistik impor, produksi dan konsumsi serta pembahasan lain tentang minyak dan lemak terutama minyak sawit asal Indonesia digunakan dalam analisis.  Analisis yang digunakan adalah analisis ukuran pasar, pertumbuhan, pola dan pengukuran kinerja dengan AR dan RCA. Sedangkan dalam melakukan seleksi negara sasaran  potensial di Eropa Timur, digunakan Tabel Market Selection Criteria yang menyeleksi pasar berdasarkan Dimensi, Evolusi dan Kompetisi.

Minyak sawit khususnya minyak sawit Indonesia memiliki keunggulan komparatif dibandingkan kompetitornya, dan menunjukkan permintaan yang semakin meningkat. Negara yang terpilih sebagai prioritas tujuan pemasaran munyak sawit Indonesia adalah Rusia, Romania, Czech, Hungaria, Switzerland, dan Lithuania.

 

Kata kunci : pasar, minyak, sawit, Eropa Timur, konsumsi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Prospect of Indonesian Palm Oil in Eastern European Markets

 

 

by

Akhmad Indradi

12507/PS/MMA/03

 

 

ABSTRACT

 

 

The aim of this research is to investigate import, production and consumption of oil and fats of Indonesian palm oil in Eastern European countries. It is also selecting highly prospective markets in the Eastern Europe.

Statistical data of import, production and consumption, the other explanation about oil and fats of Indonesian palm oil were used in analysis. The parameter investigated were market dimension, growth, pattern and performance measurement using AR and RCA. Also selecting potential markets in the Eastern Europe by using Market Selection Criteria Table which contained three criterias ; Dimension, Evolution and Competition.

Result of the analysis show that Indonesian palm oil has a comparative advantage compared to the competitors. Meanwhile, demand of palm oil in the Eastern Europe has been rising up during the last five years. The countries that had been classified as the main direction of Indonesian palm oil markets were Rusia, Romania, Czech, Hungary, Switzerland and Lithuania.

 

Keyword : markets, palm, oil, Eastern Europe, consumption.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS

PELAYANAN KREDIT USAHA KECIL DAN MENENGAH DI

KANTOR CABANG BANK X MUNTILAN

 

Diajukan oleh :

 

DIDIT WIJAYANTO

10657/PS/MMA/02

 

 

INTISARI

 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh kualitas

pelayanan PT. Bank ‘X’ Cabang Muntilan terhadap kepuasan para debitur UKM dan

untuk mengetahui dan mengidentifikasi dimensi  yang dominan dalam

mempengaruhi kepuasan debitur atas jasa layanan yang diberikan PT. Bank ‘X’

Cabang Muntilan.

Metode analisis menggunakan analis kualitatif dan analisis regresi linear

berganda. Sampel diambil dengan menggunakan metode simple accidental sampling

dengan jumlah sampel sebesar 100 nasabah kredit UKM di PT Bank X Cabang

Muntilan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa vaiabel  reliability, responsiveness,

assurance, empathy dan  tangibility berpengaruh signifikan terhadap   tingkat

kepuasan debitur akan layanan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di PT. Bank ‘X’

Cabang Muntilan. Variabel  assurance dan  tangibility  merupakan dimensi yang

dominan berpengaruh terhadap kepuasan debitur UKM di PT. Bank ‘X’ Cabang

Muntilan. Koefisien regresi dari dimensi  assurance sebesar 1,532, diikuti berturut-

turut oleh dimensi  tangibility  (1,086),  Empathy  (0,937), reliability (0,902) dan

responsiveness (0,557). Dan nasabah sudah merasa puas dengan semua dimensi

pelayanan.

  

 

 

 

 

 Kata-kata kunci: kepuasan nasabah, assurance, tangibility

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KOMODITAS  UNGGULAN  PERTANIAN

DAN  PROSPEK  PENGEMBANGANNYA

DI KABUPATEN  KAPUAS  HULU

 

Diajukan oleh :

I S T I W A

9970/PS/MMA/02

 

 

INTISARI

 

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komoditas unggulan

pertanian serta untuk mengetahui struktur dan pola pertumbuhannya untuk

dijadikan bahan masukan bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Kapuas Hulu.

Penelitian ini dilakukan secara purposive dengan menggunakan data sekunder

berupa data Nilai Produksi Komoditas Pertanian Kabupaten Kapuas Hulu  dan

Nilai Produksi Komoditas Pertanian Propinsi Kalimantan Barat. Sebagai data

penunjang digunakan data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Atas Dasar

Harga Konstan 1993. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah mulai

tahun 1995 sampai dengan 2001. Alat analisis yang digunakan adalah  Location

Quotient, Shift Share, Model Ratio Pertumbuhan, dan Overlay..

Hasil penelitian menunjukkan bahwa komoditas unggulan  pertanian di

Kabupaten Kapuas Hulu adalah jagung, ubijalar, durian , terong, sapi, ayam buras,

jelawat, toman, gabus, lais, belidak, meranti, kapur, keruing, bengkirai, bintangor.  

   Pengaruh pertumbuhan regional menyebabkan seluruh komoditas 

memberikan dampak positif terhadap nilai produksi.. Pengaruh bauran industri

secara keseluruhan memberikan nilai yang negatif. Secara  keseluruhan komoditas

pertanian yang mempunyai keunggulan kompetitif. Komoditas yang mempunyai

keunggulan kompetitif terbesar adalah karet, padi, sapi.

 Komoditas yang laju pertumbuhannya lebih tinggi dibandingkan 

komoditas yang sama di tingkat propinsi adalah padi, jagung, kacang panjang,

timun, karet, lada kakao, sapi, kambing, jelawat, toman, gabus, lais,

belidak,kapur, bengkirai dan bintangor. 

Komoditas yang mempunyai potensi dan berpeluang besar untuk

dikembangkan adalah yang menurut hasil analisis  overlay, diharapkan

mempunyai kecendrungan kompetitif, tumbuh dominant dan surplus. Yang

termasuk katagori ini adalah jagung, dan sapi, beserta komoditas yang paling

tidak mempunyai kecenderungan kompetitif dan tumbuh dominan.  Komoditas

tersebut terdiri dari padi, ubi kayu, kacang panjang, timun, karet, lada, kakao dan

kambing. 

 

Kata kunci : Komoditi unggulan; Prospek Pengembangnnya.

 

 

 

 

ABSTRACT

 

 

This research has aimed to identify superior agricultural  commodity  and

to investigate structure and term of its growth as a opinion for local government of

Kapuas Hulu Regency. This has done purposively with secondary data such as

agricultural commodity production value of Kapuas Hulu Regency and

agricultural commodity production value of  West Kalimantan province.

Supporting data is Gross Domestic Product data (GDP) based on price constant

1993. The data period is from 1995 to 2001. The analysis methods are location

Quotient, shift share, Growth ratio model, and overlay. 

The result of this research describes that superior agricultural commodity

in Kapuas Hulu Regency are maize, edible tuber, durian, eggplant, cow, native,

jelawat, toman, gabus, lais, belidak, timber tree, kapur, keruing, bengkirai and

bintangor. 

Regional growth cause all  of commodities give positive effect to

production value.  All of Industrial mix effect give negative value. Generally, all

of agricultural commodities have competitive superiority. The most competitive

superiority commodities are rubber, rice and cow. 

Rice, maize, long pea, cucumber, rubber,  white pepper, cocoa, cow, goat,

jelawat, toman, gabus, lais, belidak, kapur, bengkirai and bintangor have higher

growth rate than others. 

According to overlay analysis, the potential commodities to be developed

are maize and cow. While the commodities that have leaning to growth are rice,

edible tuber, long pea, cucumber, rubber, white pepper, cocoa and goat.

 

Kayword : Superior Comodity; Development Prospect 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ANALISIS KINERJA EKSPOR KAKAO INDONESIA

 

 

Diajukan oleh :

Herta Sianipar

9945/PS/MMA/02

 

INTISARI

Salah satu komoditas perkebunan andalan Indonesia yang memberi kontribusi bagi pendapatan negara melalui kegiatan ekspor adalah kakao. Mengingat Indonesia sebagai salah satu negara penghasil kakao terbesar di dunia, diharapkan mampu memanfaatkan peluang pasar perkakaoan internasional. Komoditas kakao yang di ekspor berupa kakao olahan dan kakao mentah yang masih dalam bentuk biji, namun ekspor terbesar dari ke dua produk tersebut adalah kakao mentah (bahan baku).

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja ekspor komoditas kakao terutama dari segi keunggulan komparatif dan kompetitif. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data tahunan dari tahun 1990 sampai dengan 2002, dengan menggunakan analisis RCA dan AR untuk mengetahui keunggulan komparatif serta analisis ISP untuk mengetahui posisi komoditas kakao Indonesia di pasar Internasional, serta menggunakan analisis regresi berganda, untuk memperkirakan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap nilai ekspor kakao Indonesia meliputi GNP Amerika Serikat (negara pengimpor utama), konsumsi kakao Indonesia, Harga kakao di pasar dunia, nilai ekspor Malaysia (negara pesaing).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa komoditas kakao Indonesia memiliki keunggulan komparatif melalui nilai RCA dan AR, sedangkan Indeks Spesialisasi Perdagangan (ISP) menunjukkan bahwa komoditas kakao pada tahun 1990-1996 berada pada tahap maturity sementara tahun 1997-2002 berada pada tahap perluasan ekspor.

Hasil analisis regresi berganda atas variabel yang digunakan dalam menentukan besarnya nilai ekspor kakao Indonesia diperoleh bahwa variabel-variabel tersebut (GNP Amerika Serikat, konsumsi kakao Indonesia, Harga kakao di pasar dunia, nilai ekspor Malaysia) berpengaruh signifikan terhadap nilai ekspor kakao Indonesia.

 

 

Kata Kunci : Kinerja ekspor, Komoditas kakao, Keunggulan komparatif, keunggulan kompetitif

 


ANALISIS  KINERJA  EKSPOR  KAKAO  INDONESIA

THE ANALYSIS PERFORMANCE OF EXPORT COCOA OF INDONESIA

ABSTRACT

Cocoa is one of the commodity of plantation of Indonesia which give contribution to national income throught it’s export activity. Considering Indonesia as one of the cocoa’s country producer in the world, it is expected to be  able to exploit the opportunity of the international cocoa market. Cocoa  commodity is exported in the form of beans product manufacture and raw cocoa in the form of seeds, which is the biggest export commodity of cocoa product.

 The aim of this research was to estimate the performance of  cocoa export of Indomesia especially from its comparative and competitif anvantage.  Data used in this research in the form of annual data  from 1990 to 2002. The RCA and AR analisys were used to find out the comparative advantage. While ISP analysis was used to discover the position of cocoa commodity of Indonesia in the international market. Double Regression Analysis was also used to estimate the factors that affect the cacao export value  of  Indonesia such as GNP of USA (Importing country), cacao consumption of Indonesia, price of  cocoa in the world market and export value of Malaysia (competitor country).

The result of this research indicates that the cocoa commodity of  Indonesia has a comparative advantage. Which is showed by RCA and AR value, while  ISP indicates cacao commodity in the year 1990-1996 is at the maturity stage where as years 1997 to 2002, is at the expansion export stage.

 The double regression analysis on the variables used in determining the value  of cocoa export of Indonesia obtained that GNP of USA, cacao consumption of Indonesia, price of cocoa in the world market and  export value of Malaysia having an affect on cacao export value of Indonesia significantly.

 

 

 

 

 

Key Word :    Export Performance, Comoodity of Cocoa, Comparative and    Competitive Advantage .

 

 

 

 

 

 

ANALISIS KINERJA UNIT SIMPAN PINJAM SWAMITRA

KOPERASI UNIT DESA GODEAN

KABUPATEN SLEMAN

 

Diajukan Oleh :

 

Darmawi

13559/PS/MMA/03

 

INTISARI

 

 

  Penelitian ini dilakukan di Unit Simpan Pinjam Koperasi Unit Desa

Godean dengan tujuan untuk mengetahui kinerja keuangan dengan

menggunakan analisis rasio likwiditas,  solvabilitas, profitabilitas, dan bad

debt ratio.

  Metode dasar penelitian ini adalah deskriptif analisis. Data yang

digunakan adalah data skunder berupa laporan keuangan, dalam hal ini

neraca dan laporan laba / rugi.

  Hasil analisis menunjukkan Kondisi keuangan Unit Simpan Pinjam

Swamitra KUD Godean cenderung naik serta dari hasil analisa rasio juga

cenderung meningkat.

 

Kata-kata kunci : Neraca, Laporan rugi/laba, Keuangan, Kinerja

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

          

 

 

 

 

PERFORMANCE ANALYSIS UNIT SIMPAN PINJAM SWAMITRA

KOPERASI UNIT DESA GODEAN SLEMAN REGENCY

 

ABSTRACT

 

This research was conducted at USP Swamitra KUD Godean Sleman

Regency and it’s purpose to measure financial performace using ratio analysis

liquidity, solvability, profitability and bad debt ratio.

The basic method of this research was descriptive analysis method by

implementy secondary data that focused on its balance sheet and income

statement from financial statement.

The result of analysis indicated that financial development and ratio

analysis tends to increase.

 

 

Key Words : Balance sheet – Income statement – financial – permormance.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ANALISIS PEMASARAN BERAS ORGANIK

KELOMPOK USAHA TANI “SAGGUH” DUSUN NGASEM

DESA TIMBULHARJO KECAMATAN SEWON KABUPATEN BANTUL

 

 

THE MARKETING ANALISYS OF ORGANIC RICE

GROUP FARMERS “SAGGUH” IN NGASEM

TIMBULHARJO VILLAGE SEWON  BANTUL REGENCY

Diajukan oleh

DIDIK ARDIANTO

6951/PS/MMA/00

 

ABSTRAK

The objectives of the research is to evaluate the implementation of the marketing strategies. To identity and analyze the strength and weakness of the company and opportunity and threat faced by the Group Farmes "SAGGUH"  in Yogyakarta.

The evaluation of strategies of Group Farmes "SAGGUH" is done under the method of SWOT (Strengths Weaknesses Opportunities Threats) analysis. The SWOT analysis identity the company’s internal strength, weakness as well as the surrounding external threat, opportunity factors. The result of the analysis are described in the SWOT quadran positif and then interpreted on the SWOT matrix.

Based on the result of SWOT analysis, Group Farmes “SAGGUH” is in the quadran I. This position show  that the company is in a beneficial course in the marketing strategy of organic rice, it means that there is to utilities the opportunity to grow. The strategy at this condition is aggressive growth.

 

 

Keywords : Strategy, Marketing, and Organic Rice

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

STRATEGI PEMASARAN NILA MERAH

HASIL BUDIDAYA SISTEM KARAMBA JARING APUNG

DI KABUPATEN SRAGEN

 

 

diajukan oleh

HERLINA SUCIYATI

13232/PS/MMA/03

 

Marketing Strategy of Cultivation of Red Nila Fish

in Floating Net System at Sragen Regency 

 

 

 

ABSTRACT

 

The objective of this research are (a) to determine potency of cultivation of red nila fish in floating net system at Waduk Kedung Ombo (WKO) Sragen Regency, based on financial aspect, and (b) to formulate marketing strategy, that is suitable for developing the cultivation based on internal factor (strength and weakness) and external factor (opportunity and threat). Basic methods of the analysis are descriptive method by implementing primary and secondary data. Profit and SWOT analysis were applied in these analyses.

The result of the analysis show that cultivation of red nila fish in floating net system gives financially profitable and feasible to cultivate. The result of external analysis factors show that cultivation of red nila fish has a high market demand, large of potential capacity source, cultivation and communication technology and supported by market accessibility. Meanwhile threat factors such as government policy, no information technology, climate and season changes, and competition and also substitute products should be paid more attention in developing fish cultivation. Internal factor such as seed and feed as well as labor are supporting factors in fish cultivate, including cooperate links between farmers group and the ability of financial unit in producing. While the weakness factor such as low accessibility to capital, in-efficiency production, the low bargaining power and management are constraints faced by farmers in fish cultivating.

SWOT analysis shows that the position of cultivation of red nila fish in floating net system at Waduk Kedung Ombo, Sragen Regency is in quadrant III (Opportunity – Weakness), driving the farmers to minimize internal constraints to increase ability accessing market.

 

 

Key words : Cultivation of Fish – Floating Net System –Marketing Strategy.


STRATEGI PEMASARAN NILA MERAH HASIL BUDIDAYA SISTEM KARAMBA JARING APUNG DI KABUPATEN SRAGEN

 

 

INTISARI

 

Tujuan penelitian ini adalah untuk (a) mengetahui potensi usaha budidaya nila merah sistem karamba jaring apung (KJA) di Waduk Kedung Ombo Kabupaten Sragen berdasarkan aspek finansial usahanya, dan (b) merumuskan strategi pemasaran yang sesuai untuk pengembangan usaha tersebut dengan memperhitungkan faktor internal (kekuatan dan kelemahan) maupun faktor eksternal (peluang dan ancaman) usahanya. Metode dasar yang digunakan adalah metode deskriptif analitis dengan jenis data primer dan sekunder. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis keuntungan dan analisis SWOT.

Hasil analisis keuntungan yang meliputi perhitungan biaya, penerimaan, pendapatan dan RCR menunjukkan bahwa usaha budidaya ikan nila merah sistem KJA menguntungkan secara finansial dan layak untuk diusahakan.

Hasil analisis eksternal faktor-faktor yang menjadi peluang usaha budidaya ikan nila merah adalah tingginya permintaan pasar, luasnya potensi sumber daya lahan, telah dikuasainya teknik budidaya dan teknologi komunikasi serta lokasi yang secara geografis berada pada posisi strategis, sedangkan faktor-faktor yang menjadi ancaman usaha yaitu kurang adanya kebijakan pemerintah yang mendukung kelancaran usaha, tidak dikuasainya teknologi informasi oleh pembudidaya, pengaruh iklim dan perubahan musim, adanya persaingan dengan pembudidaya lain di luar kawasan serta adanya produk pengganti. Faktor internal yang menjadi kekuatan adalah melimpahnya ketersediaan benih dan pakan maupun tenaga kerja, adanya kerjasama antar pembudidaya dalam satu kawasan dan kemampuan finansial unit usaha dalam menghasilkan laba atau keuntungan, sedangkan faktor yang menjadi kelemahan usaha yaitu kurang adanya dukungan modal, tidak adanya efisiensi produksi, keterbatasan penguasaan pasar oleh pembudidaya atau posisi tawar produsen lemah dan tidak diterapannya manajemen usaha dengan baik.

Dari hasil analisis SWOT diperoleh hasil bahwa posisi usaha budidaya ikan nila merah sistem KJA di WKO Kabupaten Sragen berada pada kuadran III, sehingga strategi yang harus diterapkan dalam kondisi ini adalah dengan meminimalkan masalah-masalah internal sehingga dapat merebut peluang pasar yang lebih baik.

 

Kata-kata Kunci : Budidaya Ikan – Sistem KJA – Strategi Pemasaran

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PENGARUH ETOS KERJA, KOMITMEN DAN KEPUASAN KERJA KARYAWAN MENGHADAPI PERUBAHAAN ORGANISASI

 

Diajukan oleh:

INAL ROJID SIHOTANG

10655 /PS/MMA/02

 

Impact Of Work Ethos, Commitment and Job Satisfaction on Employee Attitude in Dealing With Organizational Change in PT BRI's Temanggung Branch

 

 

Sihotang[1] dan Masyhuri[2]

Program Studi Magister Manajemen Agribisnis

Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada

 

 

Abstract

The objective of this study was to evaluate impact of work ethos, organizational commitment and job satisfaction on employee attitude in dealing with organizational change in PT BRI's Temanggung Branch and the extent of the effect.

Respondents of the research were employees of PT BRI's Temanggung Branch as actors in daily activity as bank employees by distributing questioner filled by them. The questioner consisted of items about experience, opinion and motivation the employees obtain and give in the relation between the bank and the employee.

Based on the result of this research, author have some conclusions:

1.      Work ethos of employee of PT BRI's Temanggung Branch had positive and significant direct impact on employee attitude on organizational change (Py1=0.21682 and p=0.01772). Therefore, the higher work ethos (dedication to employer, fell of fairness in working, positive live attitude in working in BRI, continuously improving achievement) the employees have, the more responsive their attitude on organizational change that is always intended to business expansion.

2.      Organizational commitment had positive and significant direct impact on employee attitude toward organizational change (py3=0.32167, p=0.00355). So, the better employee's organizational commitment (sense of having BRI, desire to remain work in BRI, willingness to continuously improve productivity, having strong emotional bond, employee's sense of dependence to jobs in BRI), the more responsive their attitude toward organizational change.

3.      Job satisfaction had positive and significant direct impact on employee attitude toward organizational change (p32=0.33649, p=0.00000). The higher job satisfaction (satisfied with work situation and condition in BRI, open opportunity to improve their selves and carrier in BRI, socialization among employees, open opportunity to be leaders in BRI), the more responsive their attitude toward organizational change that is always adjusted with banking business change.

4.      Organizational commitment is mediator variable that strengthen effect of work ethos on attitude toward organizational change. The better organizational commitment the BRI's employee have, the wider effect of job ethos on attitude toward change.

5.      Job satisfaction (X2) is mediator variable that strengthening effect of work ethos on attitude toward organizational change (Y). It was indicated by evident that indirect impact of work ethos (X1) (through job satisfaction) on attitude toward organizational change (Y) is greater than its direct impact. The higher job satisfaction the employees have, the stronger impact of work ethos on attitude toward organizational change. 

 

Key words: commitment, work ethos, job satisfaction

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

STRATEGI PEMASARAN MINUMAN KESEHATAN

ALOE VERA MULTI MEDIA AGROTAMA

YOGYAKARTA

 

Diajukan oleh :

KRISTINE IMELDA

13235/PS/MMA/03

 

 

INTISARI

 

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peluang dan ancaman serta kekuatan dan kelemahan pada Multi Media Agrotama Yogyakarta,  sehingga dapat ditentukan posisi dari perusahaan, dan merumuskan strategi pemasaran yang baik bagi Multi Media Agrotama sesuai dengan kondisi internal dan eksternal yang dihadapi. Hipotesis yang diajukan adalah bahwa Multi Media Agrotama mempunyai peluang dan kekuatan yang lebih besar dibandingkan dengan ancaman dan kelemahannya. Strategi pemasaran yang akan diterapkan pada masa mendatang akan diusahakan untuk mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif (Growth Oriented Strategy).

Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini bersifat deskriptif analitis, dimana data yang dikumpulkan terdiri dari data primer yang diperoleh dari hasil wawancara dan kuisioner dengan pertanyaan model multi atribut yang berjumlah 3 orang serta data sekunder yang diperoleh dari pengamatan objek secara langsung yang berkaitan dengan Multi Media Agotama . Metode analisis yang digunakan adalah SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threat).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan dan peluang yang dimiliki perusahaan lebih besar daripada kelemahan dan ancaman yang dihadapi.  Berdasarkan analisis SWOT, maka posisi perusahaan berada pada kuadran I atau tahap pertumbuhan dan sedangkan strategi pemasaran yang akan datang, yang harus dilakukan adalah growth oriented strategy atau pengembangan pasar agresif dengan melakukan memelihara kualitas produk, meningkatkan kegiatan promosi, memelihara kualitas pelayanan kepada konsumen serta mengembangkan kemampuan sumber daya manusia, memperluas cakupan distribusi serta melakukan diversifikasi produk.

 

 

Kata-kata kunci : Strategi Pemasaran, SWOT (kekuatan, kelemahan, peluang dan  ancaman).

 

 

 

 

 

 

 

 

Marketing Strategies of Aloe Vera Healthy Drink

 Multi Media Agrotama Yogyakarta

 

ABSTRACT

            The objectives of this research are to identify the opportunity and threat as well as strengths and weakness of Multi Media Agrotama, so it can be determined the position of the company and formulize appropriate marketing strategies for Multi Media Agrotama based on the internal and eksternal condition that has been faced by the company. The proposed hypothesis are the company has greater strengths and opportunity than the threat and weakness. The marketing strategies which will applied should be encourage an aggressive growth policies (Growth oriented strategy).

          The basic method used in this research are description analysis, such as primary data (derived  from interview and questionnaire with multi-attribute model question including 3 respondents) and secondary data ( from direct observation) that related to Multi Media Agrotama. Analysis method will be used are SWOT (strengths, weakness, opportunities, threat).

          The result suggested that the strengths and opportunities of the company was greater than the weakness and threats. According to SWOT. The company position location on the first quadrant or in growing stage and the future strategies that should be taken by the company is growth oriented strategies or aggressive market expansion by maintening product and services qualities, aggressive promotion and growthed the abilities of human resources, increasing distribution line and product diversification.

 

Key words:     Marketing strategies, SWOT (strength, weakness, opportunitiy, threat).

 

 

 

1) Mahasiswa Magister Manajemen Agribisnis UGM

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ANALISIS STRATEGI BISNIS

BRI SYARIAH KANTOR CABANG YOGYAKARTA

 

Diajukan oleh:

RULLY ARDI NUGROHO

13224/PS/MMA/03

 

Business Strategy Analysis of

Branch Office BRI Syariah Yogyakarta

 

 

Nugroho[3] dan Darwanto[4]

 

Program Studi Magister Manajemen Agribisnis

Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada

 

Abstract

          The objective of this research is formulating business strategy of BRI Syariah Yogyakarta Branch Office in facing sharia banking industry in Special Province of Yogyakarta.

          The basic method used in this research is descriptive analysis. Primary data was derived from interview using questionnaire while secondary data as supporting data listed out from many sources. Analysis method of this research are external and internal analysis and strategies formulating analysis.

Analysis to formulate business strategies were done by following three stages, such as inputing, matching, and decision making. Eksternal Factor Evaluation (EFE) and Internal Factor Evaluation (EFI) was analysed in inputing stage. TOWS Matrix and Internal-External (IE) Matrix was analysed in matching stage, meanwhile Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM) was analysed in decision making stage..

          Result of analyses obtained some alternative strategies, those are market penetration, present produk development, join advertising and promotion, and improving employee in understanding sharia banking concept. From those alternative strategies, the best strategy for BRI Syariah Yogyakarta Branch Office is market penetration strategy.

         

 

         

Keyword        : business strategy, sharia banking, BRI Syariah

 

 

 

 

 

KONTRIBUSI  KUPEDES SEKTOR PERTANIAN TERHADAP KUALITAS KUPEDES DAN PENDAPATAN BRI UNIT

DI KABUPATEN ENREKANG

 

Diajukan oleh:

S U P A R I

13576 /PS/MMA/03

 

Contribution Of Agricultur Sector Of Kupedes For Kupedes Quality And Profit Of Bri Unit Office In Enrekang

 

Supari[5] dan Irham[6]

 

Abstract

 

           Agriculture business as the main support  on economic growth in enrekang regency which most part are villages. Related to the market segments to banking rural identical with micro business community doer, Bank Rakyat Indonesia has the hopes to get the best and the biggest bank in micro business, the potency of Enrekang regency has the opportunities to offer micro credit or Kupedes BRI by net working unit all are the sub regency.

           Micro credit composition /Kupedes  BRI in Enrekang regency has showed that the biggest percentage is in agriculture, but compared to the potency of offering is still small only 23 %. Besides of Kupedes growth in agriculture sector from year to year is decrease.

           The flow of  Kupedes in agriculture is not maximum yet and trend show growth due to the bad quality indicator of Kupedes (portfolio status) compared to Kupedes on other economic sectors, so that the loan staffs of BRI unit are very strict and be careful. This condition of course, can decrease the profitability of BRI Unit because the income of BRI Unit  is more then 90 % from the interests.

              Based on the above problems, needed to analyze to know that micro business on agriculture sector in Enrekang regency still gives the reasonable profit.  The goal of analysis are: 1) To know the influence of micro business in agriculture sector to the micro quality; 2) To know the influence of micro business in agriculture sector to BRI Unit.

          The research has shown: 1) Micro business in agriculture gives the real contribute to micro quality as significant degree α =1 %, with regress coefficient 0,597 which mean each PFS growth of micro business in agriculture is 1% will increase PFS 0,274. 2) Agriculture micro business has real contribute to the income of BRI Unit in Enrekang regency at significant percentage α =1%, with regress coefficient 0,274 which mean each growth of micro business is Rp. 1, will increase the income of BRI Unit Rp. 0,274 per year.

Key word: Kupedes, micro credit, profitability

 

ANALISIS KINERJA EKSPOR DAN

DAYA SAING KOPI INDONESIA

 

diajukan oleh :

SURAIDA

15041/PS/MMA/04

 

 

INTISARI

 

Kopi merupakan salah satu komoditas ekspor andalan yang memegang peranan penting bagi perekonomian nasional, khususnya sebagai penyedia lapangan kerja, sumber pendapatan, dan devisa negara.  Namun sejak tahun 2000, peranan komoditas kopi tersebut mulai memudar.  Hal ini karena harga kopi internasional yang terus merosot sehingga merugikan petani.  Di era globalisasi ini Indonesia harus bisa bersaing keras untuk mengembangkan ekspornya khususnya komoditi kopi.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis trend serta pertumbuhan ekspor kopi Indonesia, faktor-faktor yang mempengaruhi ekspor kopi Indonesia, keunggulan komparatif kopi Indonesia, serta mengetahui daya saing kopi Indonesia di pasar dunia.  Metode dasar yang digunakan adalah metode deskripsi analisis dengan mengumpulkan data sekunder dari tahun 1985-2004.

Berdasarkan hasil analisis trend didapatkan pertumbuhan ekspor kopi yang positif.  Faktor-faktor yang mempengaruhi ekspor kopi Indonesia adalah harga kopi di pasar domestik, harga kopi internasional, nilai tukar rupiah terhadap Dollar AS, dan konsumsi kopi dunia.  Berdasarkan nilai AR menunjukkan bahwa komoditas kopi masih mempunyai keunggulan komparatif dengan kecenderungan menurun selama duapuluh tahun terakhir.  Sedangkan berdasarkan nilai ISP menunjukkan bahwa komoditas kopi berada pada tahap IV yaitu kedewasaan.  Dari hasil analisis RCA menunjukkan bahwa komoditas kopi masih mempunyai daya saing di pasar dunia.  Akan tetapi dengan melihat adanya kecenderungan penurunan nilai AR, ISP, dan RCA selama duapuluh tahun terakhir ini menunjukkan ‘daya saing total’ kopi Indonesia yang semakin memburuk.  Dengan hasil analisis kinerja ekspor dan daya saing kopi ini diharapkan dapat menggambarkan perkembangan perkopian Indonesia dari tahun ke tahun serta upaya pengembangannya ke depan.

 

 

Kata-kata kunci : Kinerja ekspor, keunggulan komparatif, trend, AR, ISP, dan RCA.

 

 

 

 

 

 

 

 

Analysis the Performance Export and Competitiveness Coffee in Indonesia

 

Abstract

 

Coffee is represent one of commodity export playing a part the necessary for national economy, specially as employment, earnings source, and state's stock exchange. But since year 2000, the coffee commodity role start to fade. This matter because international coffee price non-stoped decline so that harm farmer. In this globalization era Indonesia should be able to compete to develop its exporting specially commodity coffee.

This research aim to know the analysis trend and also growth export the Indonesia coffee, factors influencing exporting coffee in Indonesia, comparability excellence coffee in Indonesia, and also to know the competitiveness coffee Indonesia in world market. Basic method used by description method analyse by collecting data from year 1985-2004.

The result analyse the trend a growth export the coffee which are positive. Factors influencing exporting coffee in Indonesia is price coffee in domestic market, international coffee price, exchange rate of rupiah to US Dollar, and consume the world coffee. Value AR indicate that the commodity coffee still has the comparability excellence with the downhill tendency during twenty the last year. While pursuant to value ISP indicate that the commodity coffee to be at the phase IV that is maturity. From result analyse the RCA indicate that the commodity coffee still has competitiveness in world market. However seenly is existence of degradation tendency assess the AR, ISP, and RCA of during this twenty the last year show the ' total competitiveness' coffee in Indonesia which progressively deteriorate. With the result analyse the performance export and competitiveness coffee this expected can depict the growth of Indonesia coffee from year to year and also strive its development forwards.

 

 

Key words : Performance export, comparability excellence, trend, AR, ISP, RCA,

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

STRATEGI PENGEMBANGAN SAYURAN  DI KOTA AMBON

 

 

Diajukan oleh:

 

MOSALAM LATUCONSINA

 15035/PS/MMA/04

 

ABSTRACT

 

 

The objective of the present study is 1.) to observe and to analyze internal (strengths and weaknesses) and external (opportunities and threats) environment factors for developing vegetables  in Ambon 2.), to identify promoting and hindering strength factor faced by agriculture and cattle-breeding Agancy in Ambon city for developing vegetable commodities 3.),  to observe strategy currently applied, and to formulate alternative strategies based on internal (strengths and weaknesses) and external (opportunities and threats) faced by the Agency.

SWOT analysis   was used for this study to reveal strengths, weaknesses, opportunities, and threats faced by the agriculture in Ambon city Agency with  analyzing primary and secondary data wich were obtained from the field to formulate proper strategies in developing vegetable commodities in the future.

The results show that vegetable development strategy used by the Agency has been relevant with current market condition,  and strategic position  of vegetable development is located at quadrant  I (1,265 : 1,5001), i.e., aggressive development policy should be  supported. In order To support this strategy some actions should be taken in action , such as expansion of farming land area, diversification of vegetable  varieties, and the use of supporting technologies  

 

 

 

 

INTISARI

 

 

 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis faktor-faktor lingkungan internal (kekuatan dan kelemahan) dan lingkungan eksternal (peluang dan ancaman) bagi pengembangan sayuran di kota Ambon , mengidentifikasi faktor kekuatan pendorong dan faktor kekuatan penghambat yang dimiliki Dinas pertanian dan peternakan kota Ambon bagi pengembangan sayuran di kota Ambon, mengetahui strategi yang ditarapkan saat ini dan memformulasikan alternatif strategi berdasarkan lingkungan internal (kekuatan dan  kelemahan) dan lingkungan eksternal (peluang dan ancaman) yang dihadapi Dinas.

Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis SWOT untuk mengetahui kekkuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang dihadapi oleh Dinas Pertanian Kota Ambon dengan mengolah data primer dan sekunder yang diperoleh dari lapangan guna merumuskan formulasi strategi yang tepat dalam pengembangan komoditas sayauran dimasa mendatang.

Hasil analisis menunjukan strategi pengembangan sayuran oleh Dinas pertanian dan peternakan kota Ambon saat ini masih relevan dengan kondisi pasar saat ini dan posisi strategi  pengembangan sayuran Dinas Pertanian dan peternakan kota Ambon terletak pada kuadran I  (1,265:1,5001) yaitu mendukung kebijakan pertumbuhan agresif. Untuk mendukukung strategi tersebut maka perlu dilakukan beberapa hal diantara perluasan areal tanam, deversifikasi varietas sayuran dan penggunaan teknologi yang mendukung.

PENILAIAN KUALITAS KINERJA PG. MADUKISMO DENGAN METODE STATISTICAL QUALITY CONTROL

 

diajukan oleh

Maria Gracia Samosir

15973/PS/MMA/04

 

 

INTISARI

 

 Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui pengendalian kualitas produk akhir PG. Madukismo, (2) mengevaluasi pengendalian kualitas produk akhir PG. Madukismo dengan menggunakan metode Statistical Quality Control (SQC), dan (3) mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi PG. Madukismo dalam pengendalian kualitas produk akhirnya berdasarkan analisis SQC. Produk akhir PG. Madukismo adalah gula SHS I (superior head sugar I).

 

Metode yang digunakan dalam penelitian adalah deskriptif analitis dengan teknik studi kasus. Lokasi penelitian ditentukan dengan menggunakan metode purposive. Penelitian menggunakan data time series, meliputi total produksi dan produk yang rusak untuk tahun 2004 – 2006. Data diolah dengan menggunakan control chart sebagai alat dari metode SQC, yang terdiri dari control chart untuk variabel (x chart, S chart dan R chart), serta control chart untuk atribut (p chart, c chart dan u chart). Control chart untuk variabel merupakan kendali selama proses produksi (penggilingan) berjalan, sedangkan control chart untuk atribut adalah kendali setelah proses produksi. Penelitian menggunakan deviasi standar sebesar 3σ untuk tingkat keyakinan 99,73%.

 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa PG. Madukismo telah mengendalikan kualitas produk akhirnya dengan melakukan beberapa pengujian mulai dari bahan baku, proses penggilingan, hingga penyimpanan di gudang. Berdasarkan metode SQC dengan control chart untuk variabel, diperoleh pengendalian PG. Madukismo terhadap kualitas SHS I masih berada dalam batas kendali secara statistik. Akan tetapi, SQC dengan control chart untuk atribut menunjukkan bahwa pengendalian PG. Madukismo terhadap kualitas produknya belum terkendali secara statistik. Beberapa permasalahan yang mungkin menyebabkan perbedaan antara hasil control chart untuk atribut dan variabel adalah adanya perbedaan antara prosedur produksi perusahaan dengan pelaksanaan di lapangan.

 

Kata-kata kunci: Statistikal, Control chart, SHS I

 

 

 

 

 

 

 

A QUALITY EVALUATION OF PG. MADUKISMO ACTIVITIES

USING STATISTICAL QUALITY CONTROL METHOD

 

 

ABSTRACT

 

This research aims to: (1) know the quality of PG. Madukismo final product, (2) evaluate final product quality control at PG. Madukismo by using Statistical Quality Control method (SQC), and (3) identify PG. Madukismo problems in controlling their final product quality based on SQC result. PG. Madukismo final product is sugarcane, which is named SHS I (superior head sugar I).

The research use descriptive analytical method with case study technique. According to purposive method, research location spesified at PG. Madukismo. This research use time series data, including total production and defect product for years 2004 – 2006. Control chart used for processing data as a tool of SQC, which consists of variable control chart (chart, S chart, R chart), and atribut control chart (p chart, c chart, u chart). Variable control chart is a control during production activities (milling), whereas atribute control chart used to controlling product after processes. This research used sigma 3σ for certainty 99,73%.

The result of research shows that PG. Madukismo already had been controlling their product quality by several testing activities. PG. Madukismo controlling begin from raw material, milling process until sugarcane storage at storehouse. Considering SQC with variable control chart, the quality of SHS I are in control statistically. However, SQC with atribut control chart shows that PG. Madukismo product quality are uncontrol statistically. The difference between  atribute dan variable control chart results may caused by the difference of PG. Madukismo production prosedures and activities.

 

 

 

 

Key words: statistical, control chart, SHS I

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ANALISIS USAHA INDUSTRI RUMAH TANGGA MANISAN TERUNG UNGU DI KECAMATAN REJANG LEBONG PROPINSI BENGKULU

 

Diajukan oleh:

 

DELVI YANTI

15034/PS/MMA/04

 

PURPLE EGGPLANT SWEETENER HOME INDUSTRY TRADE ANALYSIS

IN REJANG LEBONG REGENCY

 

Abstract

 

Eggplant is one of horticulture commodity that has highly nutrient contents, and also can be used as purple eggplant sweetener home industry raw material. In sub-district of Curup Rejang Lebong Regency, these eggplants are used as eggplant sweetener home industry raw material, because Rejang Lebong is eggplant central. The aims of this research are to know the adding value, selling basic price, market chain and market distribution, and market margin and purple eggplant sweetener market margin distribution.

The method those used are descriptive method, location choosing by purposive method, and purple eggplant sweetener producer respondent sampling such as 7 purple eggplant sweetener producer respondents those exist in research area. Whereas, method that used to analyze market institution respondents is snowball method where the research gets 22 retail traders who sell eggplant sweeteners. To see the adding value this research used Hayami model, selling basic price, market chain is described descriptively, market distribution is explained quantitatively, market margin, and market margin distribution.

The results of this research show that mean of adding value that produced by eggplant sweetener processing was Rp 5.806/kg fresh eggplants. Mean of eggplant sweetener selling basic prices from seven eggplant sweetener producers was Rp 9.443, - per kg and mean of the profit that got was Rp 8.066, -. Mean of efficiency rate was 0,64. Mean of profit from seven eggplant sweetener producers was Rp 9.529.368, - per months. The productivity from seven eggplant sweetener producers was Rp 2.714.531, - per months. Eggplant sweetener market chain types can be shown as 3 chain types, such as: Producer to customer, Producer to Rejang Lebong retailer trader and producer to the outside area (outsider retailer trader and PAD). Sum of products those distributed was 7872,14 kg; to retailer trader 1852,25 kg or 23,53 %, direct customer was 1674,47 % or 21,27 %, and to outside area was 4345,42 kg or 55,2 %. Market margin that received by retailer trader was Rp 6.136, - per kg. Whereas more than 50 % margin was distributed for market institution profit.    

 

Key words: adding value, selling basic price, market chain and market distribution, with market margin and market margin distribution

 

 

KINERJA PRODUKSI DAN EKSPOR UDANG BEKU 

 PT. SOUTH SUCO MAKASSAR

 

Diajukan oleh :

 

FIRMANSYAH

15964/PS/MMA/04

 

INTISARI

 

 

  Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang

mempengaruhi produksi udang beku dan volume ekspor udang beku PT. South

Suco Makassar selama kurung waktu 1994-2004.

  Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data runtut waktu

(time series) dari tahun 1999 sampai 2004 dan dianalisis dengan menggunakan

model regresi berganda dengan metode Ordinary Least Square (OLS) dan metode

analisis deskriptif. Data faktor produksi udang beku dan volume ekspor udang

beku  dianalisis melalui regresi linear berganda.  

  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bahan baku udang segar PT.

South Suco Makassar diperoleh melalui kolektor sebagai wakil perusahaan

sebesar 93,9 persen dan sisanya 5,1 persen oleh pedagang pengumpul dan tenaga

kerja bagian produksi di PT. South Suco Makassar kesemuanya adalah

perempuan. Dari hasil regresi menunjukkan bahwa produksi udang beku

dipengaruhi oleh bahan baku udang, jumlah es dan jumlah tenaga kerja, kemudian

volume ekspor udang beku dipengaruhi harga udang internasional, sedangkan

yang tidak berpengaruh yaitu nilai tukar rupiah terhadap dollar dan harga udang

domestik 

 

Kata Kunci  :  Kinerja produksi udang beku dan Volume ekspor udang beku

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PRODUCTION PERFORMANCE AND EXPORT OF FROZEN SHRIMPS

PT. SOUTH SUCO MAKASSAR

 

 

ABSTRACT

 

 

This research had aim to identify any factors which is influence frozen

shrimps production and Export volume in South Suco Inc., Makassar during 1999

to 2004. 

This research used time series data from 1999 to 2004, which is analyzed by

using the multiple Regression model with Ordinary Least Square method and

descriptive analysis method. Data of production factors and export volume of

frozen shrimp were analyzed by multiple linier regressions. 

Results of this research showed that fresh shrimps material of South Suco

Inc, Makassar was got from collector as company representative in the amount of

93,9%, and the rest of it in the amount of 5,1% were got from middlemen and

production division of South Suco Inc, which are all women. From regression

result showed that frozen shrimps production were influenced by fresh shrimps

material, ice amount and labour amount, while frozen shrimps export were

influenced by international value of shrimps, where as dollar exchange and

domestic value of shrimps weren’t influenced. 

 

 

Keywords: Production Performance, Export Volume of Frozen Shrimps.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

STRATEGI PENGEMBANGAN  KACANG TANAH 

DI KABUPATEN SUMBA TIMUR

 

Diajukan oleh :

 

ABNER MAGE

18150/PS/MMA/05

 

INTISARI

 

Di Kabupaten Sumba Timur kacang tanah merupakan komoditas yang

memberikan kontribusi positif pada pendapatan keluarga, tetapi di lain pihak

pengelolaan masih belum dilakukan secara optimal. Tujuan penelitian ini adalah

mengidentifikasikan faktor internal dan faktor eksternal dalam pengembangan

komoditas kacang tanah di Kabupaten Sumba Timur, dan (2) Memformulasikan

strategi pengembangan komoditas kacang tanah di Kabupaten Sumba Timur

sebagai alternatif strategi.

Data yang digunakan bersumber dari Pemerintah Daerah Kabupaten

Sumba Timur dengan fokus pada Satuan Kerja Dinas Pertanian Tanaman Pangan

dan Hortikultura Kabupaten Sumba Timur dan satuan kerja perangkat daerah

lainnya yang berkaitan. Data tersebut  meliputi data primer yaitu data yang

diperoleh secara langsung dari responden yaitu petani, pedagang/pengusaha dan

pemerintah. Selain dari data primer, data diperoleh dari Pemerintah Daerah

Kabupaten Sumba Timur, studi kepustakaan, BPS dan Dinas Pertanian. Teknik

pengumpulan data menggunakan kusioner, wawancara dan pengamatan secara

langsung. Selanjutnya  analisis yang digunakan adalah analisis SWOT. 

Hasil analisis menunjukkan bahwa dari faktor internal, kacang tanah di

Kabupaten Sumba Timur memiliki faktor  kekuatan lebih besar dari faktor

kelemahan. Di sisi lain, dilihat dari faktor eksternal, kacang tanah di Kabupaten

Sumba Timur memiliki faktor peluang pengembangan lebih besar dari pada faktor

ancaman. Strategi yang agresif yang  akan diwujudkan dalam kebijakan dan

program pengembangan kacang tanah di Kabupaten Sumba Timur adalah:

memaksimalkan dukungan atau intervensi   kelembagaan pemerintah sebagai

fasilitator dan dinamisator dalam mendukung pengembangan pertanian tanaman

pangan khususnya kacang tanah; Pendayagunaan dan penempatan SDM secara

berdayaguna, berhasilguna, efektif dan efisien sesuai kompetensi dan

profesionalisme; mengoptimalkan sumber daya alam, sarana dan prasarana

pertanian secara optimal dengan aplikasi teknologi lokal spesifik;

mengoptimalman pemanfaatan teknologi dalam uji adaptasi kacang tanah menjadi

benih unggul bermutu atau menjadi varietas nasional;memaksimalkan pemanfatan

teknologi informasi dan penyedian informasi untuk pengembangan informasi

pemasaran kacang tanah.

 

Kata kunci: kacang tanah, SWOT, strategi pengembangan

 

 

ABSTRACT

 

In east Sumba Regency, Peanut is a commodity that positively  contribute

to household income, but it is still not optimal managed. The objectives of this

research are (1) to identify both internal and external factors in developing the

commodity, and (2) to formulate developmet strategy for the commodity.

The data that used in the research from East Sumba Regional Government

on focus to Foods and horticultural agricultural department unit in Eaat Sumba

Regency and other units. The data include primary data that taken from farmer,

entrepreneur, and government as research object. The secondary data taken from

regional government, literature study, statistical center biro, agricultural

department. The data collection technique used questionnaire, interview, and

direct observation. The technical analysis was SWOT (Strength, weaknesses,

opportunity and threat) analysis.     

The result show that from external side, strength factor of peanut greater

than weaknesses factor, and from external factor, opportunity factor greater than

threat factor. The aggressive strategy  are maximize the support or intervention of

the government organization as facilitator and supporting factors in the

developing food agriculture especially for peanut, right and true placing  human

resource for useful, effective and efficient as competence and professionalism

things, to get optimal  natural resources, and another resources by applying

specific local technology, maximize using information technology and the

acessing for information to developt market for the commodity. 

 

Keywords: the developing leguminoceae business, SWOT, developing strategy

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

SIKAP KONSUMEN TERHADAP RESTORAN

 AYAM GORENG SUHARTI DAN KFC

DI YOGYAKARTA

 

Diajukan Oleh :

 

Lukita Caesaria Ibundani

18157/PS/MMA/2005

 

INTISARI

 

          Pengaruh globalisasi membawa dampak persaingan antar pelaku bisnis restoran ayam goreng semakin ketat. Oleh karena itu, diperlukan usaha-usaha pemasaran untuk mencapai keunggulan kompetitif melalui konsep pemasaran yang berorientasi pada pemahaman kebutuhan konsumen. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sikap konsumen terhadap restoran ayam goreng, dimana penelitian ini dilakukan pada restoran ayam goreng asing dan ayam goreng lokal di Yogyakarta. Sampel dari restoran ayam goreng asing adalah Kentucky Fried Chicken (KFC) dan sampel dari restoran ayam goreng lokal adalah Ayam Goreng Suharti.

          Penelitian ini dilakukan dengan metode observasi dan tehnik survey. Data yang digunakan berupa data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh berdasarkan hasil observasi, wawancara dan kuisioner, sedangkan data sekunder diperoleh melalui studi pustaka. Jumlah responden yang digunakan sebanyak 50 responden untuk konsumen restoran KFC dan 50 responden untuk konsumen restoran Ayam Goreng Suharti.

          Urutan tingkat kepentingan atribut pada konsumen restoran KFC adalah citarasa masakan, kenyamanan tempat, keramahan karyawan, variasi menu, keindahan/daya tarik penyajian masakan, promosi, kesesuaian dengan kelas sosial, desain interior dan eksterior, penampilan logo/simbol restoran dan kesesuaian dengan gaya hidup. Sedangkan pada restoran Ayam Goreng Suharti, urutan tingkat kepentingan atribut adalah adalah citarasa masakan, kenyamanan tempat, keramahan karyawan, variasi menu, keindahan/daya tarik penyajian masakan, promosi, kesesuaian dengan kelas sosial, penampilan logo/simbol restoran, desain interior dan eksterior dan kesesuaian dengan gaya hidup. Hasil analisis menunjukkan skala sikap konsumen restoran KFC dan konsumen restoran Ayam Goreng Suharti berada pada skala netral yang artinya semua atribut di restoran tersebut biasa saja menurut para konsumen.

 

Kata Kunci : Sikap Konsumen, Atribut, Restoran KFC, Restoran Ayam Goreng Suharti

 

 

 

Analysis of Consumer Attitude on Ayam Goreng Suharti Restaurant and KFC in Yogyakarta

 

 

ABSTRACT

 

          Market globalization has tightened competition among fried chicken restaurant consequently, a more appropriate marketing concept oriented toward understanding consumers need is increasingly needed to pursue competitive advantage. The research was aimed to find out consumer attitude toward fried chicken restaurant, which the research was carried out in franchising fried chicken restaurant and local fried chicken restaurant. The sample of franchising fried chicken restaurant is Kentucky Fried Chicken and the sample of local fried chicken restaurant is Ayam Goreng  Suharti.

          The research was peformed through observation method and survey technique. Data that used for the research were both primary and secondary data. Primary data was obtained through observation, interview and questionnaire, while the secondary was provided by literature. The numbers of respondent for the research is consist of 50 respondent of KFC consumers and 50 respondent of Ayam Goreng Suharti consumers.

          The series of attribute importance for KFC restaurant consumer are the food taste, nice environment, hospitality, menu variation, food appearance, promotion, social class acceptance, exterior and interior design, appearance of restaurant logo/symbol and life style acceptance. The series of attribute importance for Ayam Goreng Suharti restaurant consumer are the food taste, nice environment, hospitality, menu variation, food appearance, promotion, social class acceptance, appearance of restaurant logo/symbol, exterior and interior design and life style acceptance. The analysis result indicates that the attitude scale of consumer on KFC restaurant and Ayam Goreng Suharti was in neutral scale, it means that the consumer have no opinions to all attributes in these two restaurant.

 

Keyword : consumer attitude, attribute, KFC restaurant and Ayam Goreng Suharti restaurant

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PENENTUAN SEKTOR UNGGULAN BERDASARKAN PENINGKATAN

PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO (PDRB)

DI KABUPATEN TIMUR TENGAH SELATAN

 

Diajukan Oleh:

NUNUK SULISTYANINGSIH TAPATAB

18159/PS/MMA/05

 

INTISARI

 

 

Pembangunan wilayah harus didasarkan peada kemampuan yang

dimiliki oleh wilayah tersebut. Hal tersebut selain memberikan keuntungan baik

penggunaan sumberdaya alam juga penggunaan sumber daya manusia. Tujuan

penelitian ini adalah untuk menentukan sector unggulan di Kabupaten Timur

Tengah Selatan dan untuk meningkatkan niai tambah sumberdaya alam. 

Data yang digunakan adalah data sekunder yang bersumber dari BPS

(Badan Pusat Statistik) Nusa Tenggara Timur, BPS Kabupaten Timor Tengah

Selatan, PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) Propinsi Nusa Tenggara

Timur, dan  PDRB Kabupaten Timor Tengah Selatan. Metode analisis yang

digunakan adalah analisis LQ (Location Quotien), analisis shift-share dan analisis

tipologi klasen. 

Hasil analisis menunjukkan bahwa semua sector di Kabupaten Timor

tengah selatan memiliki nilai LQ > 1, selanjutnya sector  keuangan, persewaan

dan jasa, sector listrik, gas dan air bersih dan sector pertanian memiliki nilai LQ

sebesar 1,351; 1,306 dan 1,271 lebih besar dibandingkan dengan sector lainya.

Selanjutnya dari analisis shift-share menunjukkan bahwa sector pertanian

memiliki keunggulan kompetitif dibandingkan dengan sector lainnya. Dari

analisis tipologi klasen dihasilkan bahwa daerah yang termasuk dalam kategori

cepat dan maju adalah kecamaan Kot’Olin, Nun Kollo, Koec Oenino, Kualin dan

Mollo Selatan. 

 

Kata kunci:  Pembangunan wilayah, Location Quotion, Shift-sahre, Tipologi

Klassen.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ABSTRACT

 

 

Regional development should be laid on the own ability. That give gain

both in the using natural resource and human resource. The objectives of the

research are to decide the main sector in Timur Tengah  Selatan Regency and to

increase it’s added value. 

The data that used is secondary data form Badan Pusat Statistic (BPS) of

Nusa Tenggara Timur Province, BPS of Timur Tengah Selatan Regency, Product

Regional Domestic Bruto (PDRB) of  Nusa Tenggara Timur Province, PDRB of

Timur Tengah Selatan Regency. The analysis methods that used are LQ analysis,

shift-share and Klassen typology analysis.

The result show that overall sector in Timur Tengah Selatan Regency

has LQ value >1, so the LQ value of finance, rent and service sector; electricity,

gas and lean water sector; and agriculture sector are respectively 1,351; 1,306 and

1,271 greater than another sector. Based on shift-share analysis show that

agriculture sector has competitive adventage greater than another sector.

Therefore, based on Klassen Typology analysis resulted that the fastest and

developed region are Kot’Olin, Nun  Kollo, Koec Oenino, Kualin dan Mollo

Selatan sub district. 

 

Key words:  regional development, Location Quotient, Shift-share, Klassen

Typology.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ANALISIS KELAYAKAN

USAHA PENGOLAHAN KACANG POLONG SANGRAI

DI KECAMATAN KARANG LEWAS

KABUPATEN BANYUMAS

 

Diajukan oleh :

ASIH SUSIENI

16056/PS/MMA/04

 

INTISARI

 

  Hasil produksi kacang tanah di Kabupaten Banyumas umumnya dijual

dalam bentuk segar dengan harga relatif rendah. Hal ini seringkali merugikan bagi

petani dimana pendapatan yang diterima tidak sebanding dengan  input  yang

dikorbankan, untuk itu  diperlukan introduksi teknologi guna pengolahan  raw

material tersebut menjadi barang jadi atau barang setengah jadi seperti kacang

polong sangrai sebagai upaya meningkatkan nilai tambah (value added) bagi

petani kacang tanah. Untuk itu perlu untuk dikembangkan industri pengolahan

atau penanganan pasca panen kacang tanah, seperti pengolahan kacang  polong

sangrai. 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan finansial industri

pengolahan kacang polong sangrai, dilakukan di Kecamatan Karang Lewas

Kabupaten Banyumas pada Periode Oktober-Desember 2006. Metode Penelitian

adalah survei. Jenis data yang dikumpulkan menjadi data primer dan data

sekunder. Kelayakan finansial industri pengolahan kacang polong sangrai

dianalisis dengan pendekatan PBP,   analisis NPV, PI dan IRR. Hasil penelitian

ini menunjukkan bahwa investasi industri pengolahan kacang polong sangrai

secara finansial layak untuk dikembangkan. Hal ini ditunjukan dari nilai NPV

positif,  PI lebih dari 1 dan IRR estimasi lebih tinggi dari tingkat suku bunga

aktual.

 

Kata kunci : kelayakan finansial, kacang  polong sangrai (kacang goreng pasir)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ABSTRACT

 

  The production yield of peanut in Banyumas Regency is generally sold in

the form of fresh, at the price of relative lower. This matter oftentimes harm for

farmer where earnings accepted ill assorted with the sacrificed input. That is

needed by technological introduction utilize the processing raw material become

the finished goods or fabricating material goods of like crunchy bean, as effort

improve the added value for peanut farmer. The effort improving added value for

peanut farmer felt important to be developed by industry of hadling post harvest

the peanut, like crunchy bean processing. The aim of this research was to know

the feasibility financial of crunchy bean processing industry.

  This research was held at Banyumas Regency at period of Oct-Dec 2006.

The research method used by survey, the data collected were based on the primary

and secondary data. The data were analyzed by using approach PBP, analyse the

NPV, PI and IRR. Result of research indicater that the industrial investment of

crunchy bean processing by financial is competent to be developed. That matter is

show from positive value NPV,  PI >1 and higher IRR estimation from storey

level of rate of interest of actual.

 

Keyword : financial feasibility, crunchy bean.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ANALISIS KINERJA PRODUKSI DAN FINANSIAL

PABRIK MINYAK KAYU PUTIH ‘KRAI’

PERUM PERHUTANI KPH GUNDIH

JAWA TENGAH

 

Diajukan Oleh :

 

DIVYA NOR WIRASANTI

15967/PS/MMA/04

 

 

INTISARI

 

Kayu putih merupakan salah satu tanaman hutan yang dapat ditingkatkan nilai tambahnya melalui proses agroindustri karena dapat menghasilkan minyak kayu putih. Sampai saat ini, prospek pengembangan industri minyak kayu putih di Indonesia masih sangat terbuka. Untuk itulah, Perum Perhutani KPH Gundih mendirikan pabrik minyak kayu putih ‘Krai’. Secara umum, tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kinerja produksi pabrik minyak kayu putih ‘Krai’, mengetahui kelayakan investasi usaha pabrik minyak kayu putih ‘Krai’ ditinjau dari kinerja finansialnya, serta mengetahui kepekaan investasi usaha pabrik minyak kayu putih ‘Krai’ terhadap perubahan biaya operasional dan penerimaan.

Teknik pelaksanaan penelitian ini menggunakan teknik studi kasus dengan cara melakukan pengamatan, pencatatan, analisis dan penilaian terhadap kinerja produksi dan finansial perusahaan. Pengolahan data dilakukan dalam rangka mengevaluasi kegiatan perusahaan selama 5 tahun ke belakang (tahun 2001-2005). Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis kualitatif dan kuantitatif dengan mengoperasikan persamaan-persamaan dalam rumus perhitungan Net Present Value (NPV), Net Benefit Cost Ratio (Net B/C), dan Internal Rate of Return (IRR).

Berdasarkan analisis terhadap kinerja produksinya, diketahui bahwa rata-rata kinerja produksi pabrik minyak kayu putih ‘Krai’ berjalan kurang sempurna, meskipun minyak kayu putih yang dihasilkan berkualitas baik. Berdasarkan analisis terhadap kinerja finansialnya, diketahui bahwa usaha penyulingan pabrik minyak kayu putih ‘Krai’ menguntungkan dan dinilai layak untuk dilanjutkan, bahkan dikembangkan. Berdasarkan hasil analisis sensitivitas, diketahui bahwa investasi pada pabrik minyak kayu putih ‘Krai’ tidak peka terhadap kenaikan biaya operasional sebesar 30% dan penurunan penerimaan sebesar 20%. Akan tetapi, pabrik minyak kayu putih ‘Krai’ mulai peka jika terjadi kenaikan biaya operasional sebesar 134% dan penurunan penerimaan sebesar 43%.

Kata-kata kunci : minyak kayu putih, kinerja produksi, kinerja financial

 

 


1 Mahasiswa Magister Manajemen Agribisnis Universitas Gadjah Mada

2 Staf Pengajar pada Magister Manajemen Agribisnis Universitas Gadjah Mada

AN ANALYSIS ON THE PRODUCTION AND FINANCIAL PERFORMANCE OF THE ‘KRAI’ EUCALYPTUS OIL FACTORY OF PERUM PERHUTANI KPH GUNDIH

 

 

ABSTRACT

 

          The eucalyptus tree is one of the forest plants whose added values can be improved through an agro industry process because the tree can produce eucalyptus oil. Up to now, the prospect of the development of the eucalyptus oil industry in Indonesia is still widely open. Therefore, Perum Perhutani KPH Gundih established the ‘Krai’ eucalyptus oil factory. In general, the study aims to investigate the production performance of the ‘Krai’ eucalyptus oil factory, to find out the investment feasibility of the ‘Krai’ eucalyptus oil factory in terms of its financial performance, and reveal the sensitivity of the business investment of the ‘Krai’ eucalyptus oil factory to changes in operational costs and revenues.

          The study employed a case study technique through observations, field notes, analysis, and evaluation of the factory’s production and financial performance. The data were analyzed to evaluate activities carried out by the factory during the past 5 years (2001 – 2005). The analysis methods were qualitative and quantitative analysis methods by operating equations in the formulas of Net Present Value (NPV), Net Benefit Cost Ratio (Net B/C), and Internal Rate of Return (IRR).

          On the basis of the analysis on the production performance, the average production performance of the ‘Krai’ eucalyptus oil factory is not satisfactory yet, although the factory produces eucalyptus oil of good quality. Based on the analysis on the financial performance, the ‘Krai’ eucalyptus oil refinery factory gives benefits and is feasible to develop. On the basis of the sensitivity analysis, the investment of the ‘Krai’ eucalyptus oil factory is not sensitive to increases in operational costs as much as 30 % and a drop in revenue as much as 20 %. However, the ‘Krai’ eucalyptus oil factory begins to be sensitive when the operational costs increase as much as 134 % and there is a drop in revenue as much as 43 %.

 

Key words: eucalyptus oil, production performance, financial performance

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ANALISIS POTENSI DAN STRATEGI PENGEMBANGAN PETERNAKAN

DI KABUPATEN MALUKU TENGGARA BARAT

 

Diajukan oleh:

PITER YOHANIS RUPILU

17433/PS/MMA/05

 

Intisari

 

 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (a) basis komoditas ternak unggulan  menurut tingkat potensi peternakan bagi prioritas pengembangan, (b) strategi pengembangan peternakan masa lalu dan saat ini   agar diperoleh stategi yang tepat  dalam pemanfaatan sumber daya alam khususnya ternak  secara  optimal, (c) pengaruh faktor lingkungan internal dan eksternal agar di peroleh kunci keberhasilan (critical succes factors) dalam pengembangan peternakan, (d) formulasi alternatif strategi pengembangan peternakan yang sesuai dengan prediksi perubahan yang akan terjadi dan perkembangan Kabupaten MTB melalui otonomi daerah. Jumlah Sampel yang diwawancarai adalah sebanyak 85 responden. Metode analisis yang digunakan adalah  analisis Location Quotient (LQ), Dynamic Location Quotient (DLQ) dan analisis Lingkungan Strategik (SWOT).

Hasil analisis LQ dan DLQ menunjukkan bahwa semua komoditas ternak (sapi, kerbau, kuda, kambing, domba, babi, ayam buras dan itik) yang diusahakan di wilayah Kabupaten Maluku Tenggara Barat adalah komoditas unggulan (kegiatan basis) dan potensial dikembangkan dimasa sekarang maupun masih menjadi unggulan dimasa yang datang. Analisis lingkungan strategik (SWOT) menunjukkan bahwa strategi   yang digunakan di Kabupaten Maluku Tenggara Barat masih relevan dengan kondisi saat ini karena posisi startegik berada pada kuadran I (pertama) dengan nilai kekuatan > kelemahan (0,2577) dan peluang > ancaman (0,0356), maka strategi yang diterapkan dalam kerangka pengembangan peternakan di Kabupaten Maluku Tenggara Barat adalah  mendukung kebijakan pertumbuhan agresif (growth oriented strategy) atau menggunakan strategi SO, yaitu memanfaatkan seluruh kekuatan yang dimiliki untuk merebut dan memanfaatkan peluang sebesar-besarnya.

Dengan tetap berpegang pada visi, misi, tujuan dan sasaran strategik  Kabupaten Maluku Tenggara Barat dan Dinas Peternakan berdasarkan  potensi sumberdaya alam ternak,  maka strategi pengembangan  peternakan yang paling tepat adalah  lebih diarahkan pada orientasi agribisnis secara menyeluruh dan optimalisasi pemanfaatan, pengelolaan sumber daya peternakan dan orientasi pasar dengan pendekatan sebagai berikut; (1) menciptakan koordinasi dan singkronisasi fungsi pembangunan peternakan serta keterpaduan program melalui kebijakan, menagemen dalam proses membangun perekonomian daerah, (2) memperlancar arus perdagangan melalui penyediaan sarana transportasi dari wilayah sentra produksi ke pusat-pusat perekonomian, (3) kerjasama dengan pihak swasta dan perguruan tinggi melalui bidang penelitian,  penyuluhan dan pelatihan  untuk menciptakan pola usaha yang tepat ke arah orientasi bisnis, (4) perbaikan mutu genetik ternak melalui kegiatan Inseminasi Buatan  dan introduksi   Hijauan Makanan Ternak yang bernilai gizi tinggi, (5) peningkatan pelayanan kesehatan hewan melalui penyediaan alat kesehatan dan sarana obat-obatan, (6) pengembangan kemitraan dan jaringan usaha melalui pemantapan kelompok dan pengusaha yang bergerak dibidang pemasaran hasil produksi ternak, (7) pemanfaatan padang penggembalaan secara optimal untuk usaha peternakan berskala besar, dan (8) menciptakan iklim usaha yang kondusif bagi pelaku bisnis dan perusahaan peternakan dalam pengembangan usaha budidaya ternak serta penanganan produksi.

Kata kunciPotensi, strategi, pengembangan, peternakan, kebijakan

 

Analysis of Potential and Strategy of Farm Development

in West Southeast Maluku Regency

 

Abstract

  Aims of the research are to investigate (a) commodity base of primary livestock according  to farm potential level for development priority, (b) past and today strategies of farm development to get appropriate strategy in using natural resources, particularly livestock in optimal manner, (c) influence of internal and external factors to get critical success factors in farm development, (d) formulation of alternative strategies of farm development according to predicted changes and growth of West Southeast Maluku regency through local autonomy. Samples surveyed in this research are 85 responden. Analytical methods used are Location Quotient (LQ), Dynamic Location Quotient (DLQ) and Strategic Environmental Analysis (SWOT).

 Results of LQ and DLQ analysis indicated that al livestock commodities (cow, buffalo, horse, goat, sheep, pig, local chick and duct) raised in West Southeast Maluku regency is superior commodity (bases activity) that are potential to develop today and in the future. Strategic environmental analysis (SWOT) indicated that strategy used in West Southeast Maluku regency is still relevant with today condition because the strategic position is in the first quadrant  with strength score > weakness score (0.2577) and opportunity score > threat score (0.0356), then strategy implemented in order for farming development in West Southeast Maluku regency is to support growth oriented strategy or to use SO strategy by using all strengths to get and use opportunity as great as possible.

By still holding vision, mission, objective and strategic goal of West Southeast Maluku regency and its Farm Office based on livestock resource, then most appropriate farm development is to direct toward whole agribusiness orientation and optimization of usage and management of farm resource and market orientation with some approaches. The approaches are (1) create coordination and harmonization of farm development function and integration of program through policy, and management in local economic development process, (2) facilitate trade flow through providing transportation infrastructure from production centres to economic centres, (3) establish cooperation with private parties and university in research area, extension and training areas to create appropriate business pattern toward business (4) improve livestock genetic quality through artificial insemination activity and introduction of high nutritious green feed, (5) improve animal health service through supply of health equipment and drug, (6) establish partnership and business network through strengthen groups and entrepreneurs operating in marketing farm production, (7) use optimally savannah for great scale farm business, and  (8) create conducive business climate for business actors and farm enterprise in developing  their business and production management.

Keywords: Potential, Strategy, Development, Farm, Policy

 

 

 

 

 

PENGEMBANGAN USAHATANI JAGUNG

DALAM PROGRAM AGROPOLITAN

DI KABUPATEN GORONTALO

 

Diajukan Oleh :

VERONIKA MOKODOMPIT

17436/PS/MMA/05

 

INTISARI

          Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Mengetahui perbedaan karakteristik petani agropolitan jagung dan non agropolitan jagung di Kabupaten Gorontalo, (2) Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi jagung di Kabupaten Gorontalo, (3) Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan petani jagung di Kabupaten Gorontalo, (4) Untuk mengetahui perbedaan pendapatan petani  jagung non agropolitan  dan agropolitan.

          Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Lokasi penelitian dilakukan secara purposive dengan  sampel yang ditentukan secara random terhadap petani jagung agropolitan di Kecamatan Boliyohuto yang mendapatkan bantuan dan Kecamatan Telaga yang tidak mendapatkan bantuan di  Kabupaten Gorontalo yang masing-masing Kecamatan berjumlah 30 orang. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis regresi berganda, uji t (Two independent sample t-test).

          Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa produksi jagung di Kabupaten Gorontalo dipengaruhi oleh luas lahan, benih, pupuk, pestisida, dan tenaga kerja luar. Sedangkan pendapatan petani jagung agropolitan di Kabupaten Gorontalo dipengaruhi oleh usia produktif anggota keluarga, kredit sarana produksi, produksi jagung, dan harga jagung. Bantuan kredit Pemerintah Kabupaten Gorontalo, berpengaruh positif pada produksi jagung dan pendapatan petani jagung agropolitan di Kabupaten Gorontalo. Terdapat perbedaan yang signifikan antara petani jagung agropolitan dan non agropolitan, dimana perbandingan pendapatan antara petani jagung agropolitan dan non agropolitan 56:44.

 

Kata-kata kunci : Petani jagung agropolitan dan non agropolitan, produksi dan pendapatan petani jagung.

 

 

 

 

 

 

ABSTARCT

 

This research have aimed to find out (1) the existing of agropolitan maize farmer and non agropolitan in Gorontalo regency,(2) the influence factors of maize production  in Gorontalo regency , (3) the influence factors of maize farmer income in Gorontalo regency, (4) the differences between income of agropolitan maize farmer and non agropolitan maize farmer.

The research use descriptive method. Location of this research is determined as purposive and samples are 60 persons consist of 30 persons of agropolitan maize farmer in Boliyohuto sub-district and 30 persons of non agropolitan maize farmer in Telaga sub-district. The analysis’s that is used are descriptive analysis, multiple regression and t-test (two independent sample t tests).

          The result of this research describes that maize production in Gorontalo is influenced by wide of field, seeds, pesticide, direct labor. Meanwhile, agropolitan maize farmer in regency is influenced by sum of family members, production tool loan, maize production, price of maize. The loan of Gorontalo regency has positive influence maize production and income of agropolitan maize farmer. The income of agropolitan maize farmer and non agropolitan maize farmer has significant differences, where income average of agropolitan maize farmer is higher than non agropolitan maize farmer.

 

Key Words: agropolitan maize farmer and non agropolitan, production and corn farmer income

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ANALISIS PENGGUNAAN FAKTOR PRODUKSI

PADI ORGANIK DI DESA MENGESTA,

KABUPATEN TABANAN, PROPINSI BALI

 

Diajukan oleh

Noer Anggia Enietasari

15971/PS/MMA/04

 

Intisari

 

Pertanian organik adalah proses pertanian menggunakan pupuk organik dan

pestisida alami. Penggunaan pupuk organik berguna untuk memperbaiki porositas

tanah, memperbaiki struktur tanah dari yang bersifat lempung liat menjadi remah,

memperbaiki permeabilitas tanah, mengikat air lebih banyak, merangsang

pertumbuhan tanaman, dan meningkatkan produktivitas lahan. Tujuan dari penelitian

ini adalah untuk mengetahui tingkat penggunaan input dalam proses produksi padi

organik dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi padi organik.

Penelitian ini merupakan sebuah studi kasus pada petani padi organik di Desa

Mengesta, Kabupaten Tabanan, Propinsi Bali, yang berjumlah 29 orang. Metode yang

digunakan adalah metode analisis deskriptif berdasarkan data yang diperoleh, baik

data primer maupun data sekunder. Analisis faktor produksi menggunakan analisis

regresi berganda dengan fungsi produksi Cobb-Douglas.

Hasil penelitian meliputi tingkat penggunaan input, produktivitas padi

organik, pendapatan petani, dan hasil analisis regresi mengenai faktor-faktor yang

mempengaruhi produksi padi organik. Input produksi padi meliputi lahan, benih dan

pupuk. Tingkat penggunaan input lahan padi organik masih kecil dibandingkan lahan

padi non-organik. Benih yang digunakan merupakan benih padi varietas lokal Tahun

dan Mansur, yang diperoleh dari menyisihkan hasil panen satu musim tanam

sebelumnya dengan jumlah penggunaan benih melebihi kebutuhan benih per luas

lahan garapan. Petani menggunakan pupuk organik pada pemupukan dasar dan pupuk

urea pada pemupukan susulan, sehingga dapat disebut sebagai pertanian semi

organik. Pupuk organik yang digunakan berbentuk kompos fermentasi dengan dosis 2

ton per hektar. Dosis pupuk urea yang digunakan jauh lebih rendah dibandingkan satu

musim tanam sebelumnya atau ketika petani belum menggunakan pupuk organik.

Rata-rata produktivitas padi meningkat menjadi 5,14 ton per hektar dibandingkan satu

musim tanam sebelum menggunakan pupuk organik yaitu 4,27 ton per hektar.

Berdasarkan pendapatan petani, usahatani padi organik dapat dikatakan

menguntungkan karena memiliki tambahan manfaat  lebih besar dari tambahan biaya

yang dikeluarkan petani (B/C ratio 6,01 > 1). Hasil analisis regresi menunjukkan

bahwa faktor luas lahan garapan dan jumlah pupuk organik berpengaruh nyata

terhadap produksi padi organik, sedangkan faktor jumlah pupuk urea, kerapatan

tanaman, dan tenaga kerja tidak berpengaruh nyata terhadap produksi padi organik.

 

Kata-kata kunci  :  Pertanian organik dan input produksi padi organik 

                                               

 

THE ANALYSIS OF USING PRODUCTION FACTOR OF

ORGANIC PADDY IN MENGESTA VILLAGE OF TABANAN REGENCY

IN BALI PROVINCE

 

Abstract

 

Organic farming is the process of farming by using organic fertilizer and

natural pesticide. Organic fertilizer has functions to renew the soil porosity; the

structure of soil from clay changes into crumbs, soil permeability, and absorbs more

water, stimulates the growth of plants, and increases the soil productivity. The study

aims at knowing the degree of using input in the process of organic paddy production

and knowing some factors which influences the production of organic paddy.

  This study is a study case towards the 29 farmers of organic paddy in

Mengesta village of Tabanan regency in Bali province. The method used was

descriptive analysis based on both primary and secondary data. The analysis of

production factor used multiple linear regression analysis with production function of

Cobb-Douglass.

  The result of this study covered the degree of using input, the productivity of

organic paddy, farmers’ income, and the result of regression analysis towards the

factors influencing the production of organic paddy. The production input involved

soil, seeds, and fertilizer. The degree of using land input for organic paddy was still

lower than for non-organic rice. The seed used was the local variety “Tahun and

Mansur” which obtained from the seed stored during one harvest time with more

composition for one farming area. The farmers used organic fertilizer for the basic

fertilizing and urea for next fertilizing so that it was called semi-organic farming. The

organic fertilizer was made from fermented compost with the dozes of 2 ton/ha. The

doze of urea fertilizer was used lower than one previous planting time or when the

farmers had not used yet organic fertilizer. The average of paddy productivity

increased 5.14 ton/ha compared than not using organic fertilizer only 4.27 ton/ha.

Based on the farmers’ income, organic paddy can be benefit for farmers for

increasing the income more that the expense for planting with B/C ratio 6.01 > 1. The

result of regression analysis showed that the large of farming area and the amount of

using organic fertilizer had a real influence towards the production of organic paddy,

while the amount of urea fertilizer, plant density and the number of workers had not

real influence towards the production of organic paddy. 

 

Keywords: organic farming and production input of organic paddy

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ANALISIS KINERJA EKSPOR DAN

DAYA SAING KOPI INDONESIA

 

Disusun oleh :

SURAIDA

15041/PS/MMA/04

 

INTISARI

 

Kopi merupakan salah satu komoditas ekspor andalan yang memegang peranan penting bagi perekonomian nasional, khususnya sebagai penyedia lapangan kerja, sumber pendapatan, dan devisa negara.  Namun sejak tahun 2000, peranan komoditas kopi tersebut mulai memudar.  Hal ini karena harga kopi internasional yang terus merosot sehingga merugikan petani.  Di era globalisasi ini Indonesia harus bisa bersaing keras untuk mengembangkan ekspornya khususnya komoditi kopi.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis trend serta pertumbuhan ekspor kopi Indonesia, faktor-faktor yang mempengaruhi ekspor kopi Indonesia, keunggulan komparatif kopi Indonesia, serta mengetahui daya saing kopi Indonesia di pasar dunia.  Metode dasar yang digunakan adalah metode deskripsi analisis dengan mengumpulkan data sekunder dari tahun 1985-2004.

Berdasarkan hasil analisis trend didapatkan pertumbuhan ekspor kopi yang positif.  Faktor-faktor yang mempengaruhi ekspor kopi Indonesia adalah harga kopi di pasar domestik, harga kopi internasional, nilai tukar rupiah terhadap Dollar AS, dan konsumsi kopi dunia.  Berdasarkan nilai AR menunjukkan bahwa komoditas kopi masih mempunyai keunggulan komparatif dengan kecenderungan menurun selama duapuluh tahun terakhir.  Sedangkan berdasarkan nilai ISP menunjukkan bahwa komoditas kopi berada pada tahap IV yaitu kedewasaan.  Dari hasil analisis RCA menunjukkan bahwa komoditas kopi masih mempunyai daya saing di pasar dunia.  Akan tetapi dengan melihat adanya kecenderungan penurunan nilai AR, ISP, dan RCA selama duapuluh tahun terakhir ini menunjukkan ‘daya saing total’ kopi Indonesia yang semakin memburuk.  Dengan hasil analisis kinerja ekspor dan daya saing kopi ini diharapkan dapat menggambarkan perkembangan perkopian Indonesia dari tahun ke tahun serta upaya pengembangannya ke depan.

 

 

Kata-kata kunci : Kinerja ekspor, keunggulan komparatif, trend, AR, ISP, dan RCA.

 

 

 

 

 

 

 

 

ANALYSIS THE PERFORMANCE EXPORT AND

COMPETITIVENESS COFFEE IN INDONESIA

 

ABSTRACT

 

 

Coffee is represent one of commodity export playing a part the necessary for national economy, specially as employment, earnings source, and state's stock exchange. But since year 2000, the coffee commodity role start to fade. This matter because international coffee price non-stoped decline so that harm farmer. In this globalization era Indonesia should be able to compete to develop its exporting specially commodity coffee.

This research aim to know the analysis trend and also growth export the Indonesia coffee, factors influencing exporting coffee in Indonesia, comparability excellence coffee in Indonesia, and also to know the competitiveness coffee Indonesia in world market. Basic method used by description method analyse by collecting data from year 1985-2004.

The result analyse the trend a growth export the coffee which are positive. Factors influencing exporting coffee in Indonesia is price coffee in domestic market, international coffee price, exchange rate of rupiah to US Dollar, and consume the world coffee. Value AR indicate that the commodity coffee still has the comparability excellence with the downhill tendency during twenty the last year. While pursuant to value ISP indicate that the commodity coffee to be at the phase IV that is maturity. From result analyse the RCA indicate that the commodity coffee still has competitiveness in world market. However seenly is existence of degradation tendency assess the AR, ISP, and RCA of during this twenty the last year show the ' total competitiveness' coffee in Indonesia which progressively deteriorate. With the result analyse the performance export and competitiveness coffee this expected can depict the growth of Indonesia coffee from year to year and also strive its development forwards.

 

 

Key words : Performance export, comparability excellence, trend, AR, ISP, RCA,

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

STRATEGI DAN PELUANG INVESTASI AGRIBISNIS

DI KABUPATEN MALUKU TENGGARA BARAT

 

Diajukan oleh:

JAMES RONALD. WATUMLAWAR

17426//PS/MMA/05

 

INTISARI

 

Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui:  (a)  menelaah  strategi  dan

peluang investasi agribisnis masa lalu dan saat ini dengan mengetahui sasaran dan

hasil yang dicapai berdasarkan adanya perkembangan daerah pada era otonomi

daerah,  (b)  menganalisis  tentang  faktor-faktor  kunci  keberhasilan  investasi

agribisnis untuk dikembangkan dalam menghadapi persaingan dimasa yang akan

datang  dengan  melihat  faktor  lingkungan  internal  dan  eksternal  dalam

pengembangan  agribisnis,  dan  (c)  memformulasikan  alternatif  strategi  dan

peluang investasi agribisnis sesuai dengan prediksi perubahan yang akan terjadi.

Metode analisis yang digunakan adalah analisis lingkungan stratejik (SWOT).

Posisi Strategi pemerintah daerah kabupaten Maluku Tenggara Barat dalam

mengembangkan peluang investasi agribisnis berada pada kuadran pertama (I)

atau  tahap  pertumbuhan  yang  agresif  sehingga  strategi  dan  peluang  investasi

agribisnis  yang  harus  dilakukan  adalah  growth-oriented  strategy  atau

menggunakan strategi SO, yaitu memanfaatkan seluruh kekuatan yang dimiliki

untuk merebut dan memanfaatkan peluang sebesar-besarnya.

Pilihan    strategis  pengembangan  investasi  agribisnis  meliputi:  (a)

mengembangkan sumber daya manusia (SDM) yang efektif dengan transformasi

birokrasi  bagi  aparat  lingkup  pemerintah  daerah  kabupaten  Maluku  Tenggara

Barat, (b) meningkatkan sarana dan prasarana dengan peningkatan kualitas dan

kelengkapan  sarana  dan  prasarana  secara  memadai  demi  kelancaran  investasi

agribisnis,  (c)  mengembangkan  komoditas  agribisnis  yang  meliputi:  tanaman

pangan (padi ladang, jagung, ubi kayu, ubi jalar,  kacang tanah, dan kacang hijau),

perkebunan (kelapa, jambu mete, cengkih, pala, kopi dan kakao), kehutanan (kayu

meranti, kayu jati, kayu indah, dan kayu rimba.), perikanan (budi daya rumput

laut,  teripang,  dan  mutiara  serta  jenis-kenis  ikan  seperti  ikan  kerapu,  tuna,

cakalang, tenggiri,  mamin dan udang), peternakan (sapi potong, kerbau, kambing,

babi, kuda dan domba) yang berdaya saing, (d) mengembangkan koordinasi dan

kerjasama dengan kabupaten/kota, lembaga pendidikan, lembaga penelitian, LSM,

dan dunia usaha baik domestik maupun internasional, (e) penataan pembangunan

sub  sektor  pertanian  tanaman  pangan,  kehutanan,  perkebunan,  perikanan  dan

peternakan  melalui  pendalaman  struktur  industri  agribisnis  ke  hilir  dilakukan

dengan mengembangkan industri-industri yang mengolah hasil pertanian primer

menjadi produk olahan baik produk antara (intermediate product), produk semi-

akhir (semi-finished product) dan terutama produk akhir (final product).

 

 

Kata kunci: strategi, kebijakan, peluang, investasi

ABSTRACT

 

 

Objectives  of  this  research  are  to  (a)  review  strategy  and  opportunity  of

agribusiness investment in the past and today by identifying target and result obtained

based on regional development in local autonomy era, (b) analyze key success factors

of agribusiness investment to develop in facing future competition by considering

internal  and  external  environmental  factors  in  agribusiness  development,  and  (c)

formulate strategic alternatives and agribusiness investment opportunities according

to prediction of changes. Analysis method used is strategic environmental analysis

(SWOT).

Strategy  of  government  of  West  Southeast  Maluku  regency  in  developing

agribusiness investment opportunity is in first quadrant or in aggressive growth step,

so  agribusiness  investment  strategy  and  opportunity  should  be  done  is  growth

oriented strategy or using SO strategy; that is, it should used all strength to acquire

and use opportunity as great as possible. 

Choice of strategy of agribusiness investment development include (a) effective

development of human resource by bureaucrat transformation in local administration

of West Southeast Maluku regency, (b) improvement of equipment and infrastructure

by  improving  quality  and  completeness  of  equipment  and  infrastructure  for

smoothness of agribusiness investment, (c) development of agribusiness commodities

including  food  crop  (rice,  corn,  cassava,  sweet  potato,  peanut,  and  mung  bean),

plantation (coconut tree, cashew, clove, nutmeg, coffee, and cacao), forestry (meranti,

teak, beautiful wood, and forest tree), fishery (sea weed, sea cucumber, pearl and

types of fish such as kerapu, tuna, cakalang, tenggiri, mamin and shrimp), livestock

(cow,  buffalo,  goat,  pig,  horse  and  sheep)  having  competitive  advantage,  (d)

improving  coordination  and  cooperation  with  regency/municipality,  educational

institution,  research  institution,  NGO,  and  business  world  in  domestic  and

international, and (e) organizing development in subsectors of food crop agriculture,

forestry, plantation, fishery and husbandry through exploring structure of agribusiness

industry  to  downstream  by  developing  industries  processing  primary  agriculture

product to be processed products such as intermediate product, semi-finished product

and final product.

 

Keywords: investment, opportunity, policy, strategy  

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ANALISIS FAKTOR PRODUKSI

BUDIDAYA UDANG GALAH KELOMPOK MINA JAYA  BERBAH KABUPATEN SLEMAN

 

diajukan oleh

 

Bayu Mukti Sasongka

16058/PS/MMA/04

 

INTISARI

Penelitian  ini bertujuan untuk mengetahui  faktor-faktor produksi yang

berpengaruh terhadap produksi dan tingkat penggunaan faktor produksi optimum

pada usaha budidaya udang galah di  Kelompok Mina Jaya  Kecamatan Berbah

Kabupaten Sleman berdasarkan hasil panen satu kali  musim tanam pada awal

tahun 2007.

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, pemilihan lokasi dilakukan

secara sengaja  (purposive) di Kelompok Mina Jaya yang beranggotakan  30

pembudidaya udang galah  dan diteliti secara lengkap. Hubungan antara faktor

produksi dan hasil produksi dianalisis dengan menggunakan fungsi produksi tipe

Cobb Douglass.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor produksi yang berpengaruh

nyata adalah luas kolam, benur udang,  pupuk organik, pakan, dan tenaga kerja

musiman.  Sedangkan  kapur  tidak berpengaruh nyata sampai dengan taraf

kepercayaan 90%. Luas kolam,  pupuk organik, kapur dan  pakan  mempunyai

elastisitas positif sedangkan benur udang dan tenaga kerja musiman  memiliki

nilai elastisitas produksi negatif. Faktor produksi pupuk organik dan pakan belum

digunakan pada tingkat optimum sedangkan benur udang, kapur dan tenaga kerja

musiman telah digunakan secara optimum.

 

Kata kunci : faktor produksi,  fungsi produksi tipe Cobb Dougla s, optimasi,

budidaya udang galah.

 

 

ABSTRACT

The objective of this research is to identify production factors which affect the production and to find out the optimum production factor used in Mina Jaya Group, a plant of giant freshwater Prawn in Berbah, Sleman Regency. This research is based on data of harvesting in one season breeding in the beginning of 2007.

            This research used descriptive method with purposive sampling. The numbers of samples are 30 units of prawn breeding plant owned by members of Mina Jaya Group. The relationship between production factors and yield product is analyzed with the Cobb Douglass Production function.

The result of the research shows that the production factors which have significant effect are the pond width, prawn seeds, organic fertilizer, prawn food, and the seasonal labor. Lime has no real affection on 90% level of confidence. The pond width, organic fertilizer, lime, and prawn food have positive elasticity, while the prawn seeds and seasonal labor have the negative production elasticity.   Organic fertilizer and prawn food are the production factors which have not used at optimum level, while the prawn seeds, lime, and seasonal labor have been used at the optimum level.

 

Keywords: production factors, The Cobb Douglass production function, optimum   level, giant freshwater prawn breeding

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ANALISIS KEUANGAN

PT. DANINI LEGE UTAMA SURABAYA

Diajukan oleh :

 

MAYA  STANNIA  NINGRUM

17430/PS/MMA/05

 

INTISARI

 

Penelitian ini merupakan studi kasus yang dilakukan di PT. Danini Lege Utama Surabaya bertujuan untuk mengetahui perkembangan kondisi keuangan perusahaan serta kinerja keuangan perusahaan.

Penelitian ini menggunakan data sekunder dari perusahaan berupa laporan keuangan yaitu neraca dan laporan laba rugi yang difokuskan pada tahun 2001-2005. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analisis. Data pada laporan keuangan yang diperoleh terlebih dahulu dihitung menggunakan analisis persentase tren untuk mengetahui perkembangan kondisi keuangan perusahaan. Untuk mengetahui kinerja keuangan perusahaan dilakukan perhitungan dengan menggunakan analisis rasio dan analisis Altman Z-Score.

Hasil penelitian menunjukkan perkembangan laporan keuangan secara umum mengalami kecenderungan yang semakin meningkat. Kinerja keuangan berdasarkan analisis rasio secara umum menunjukkan bahwa perusahaan mengalami penurunan. Dan berdasarkan analisis Altman Z-Score, perusahaan terletak di daerah ragu-ragu yang berpotensi mengalami kebangkrutan.

 

 

 

Kata Kunci  :  Neraca, Laporan Laba Rugi, Kondisi Keuangan dan Kinerja Keuangan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

FINANCIAL ANALYSIS

PT. DANINI LEGE UTAMA SURABAYA

 

ABSTRACT

 

This research represent case study conducted in PT. Danini Lege Utama Surabaya that aim to find out the growth of company’s finance condition and company’s finance performance.

This research using secondary data from company in the form of financial statements, which are the balance sheet and the income statement, focused in year 2001-2005. The research method used is descriptive analysis. Data obtained from the financial statements is calculated using analysis of trends percentage to know the growth of company’s finance condition. And to know company’s finance performance, the data is calculated using ratio analysis and Altman Z-Score analysis.

The research shows that in general, the growth of financial statement experience the tendency of increasing progressively. Finance performance, based on ratio analysis, is indicating the company degradation. And pursuant to analysis of Altman Z-Score, the company is within the area of hesitate which have the potency of bankruptcy.

 

 

 

Key Words :  Balance Sheet, Income Statement, Finance Condition and Finance Performance

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ANALISIS KELAYAKAN USAHA PEMBENIHAN DAN PEMBESARAN IKAN GURAMI DI CV. GROJOGAN FARM DUSUN GROJOGAN KELURAHAN WIROKERTEN KECAMATAN BANGUNTAPAN KABUPATEN BANTUL

 

Diajukan oleh :

 

NILUH PUTU IDA ARIANINGSIH

17432/PS/MMA/05

 

ANALISIS KELAYAKAN USAHA PEMBENIHAN DAN PEMBESARAN IKAN GURAMI DI CV GROJOGAN FARM DUSUN GROJOGAN KELURAHAN WIROKERTEN KECAMATAN BANGUNTAPAN KABUPATEN BANTUL

 

 

INTISARI

          Penelitian ini bertujuan mengetahui kelayakan usaha CV Grojogan Farm, tingkat penjualan minimum yang harus dicapai CV Grojogan Farm agar usaha tersebut tidak mengalami kerugian serta pengaruh perubahan harga input dan output terhadap kelayakan usaha CV Grojogan Farm. Hipotesis yang diajukan adalah : (1) Diduga investasi CV Grojogan Farm secara finansial layak untuk dikembangkan; (2) Diduga volume dan nilai penjualan yang dilakukan CV Grojogan Farm lebih tinggi dari tingkat penjualan minimal; (3) Diduga perubahan harga input dan output berpengaruh terhadap kelayakan usaha CV Grojogan Farm.

          Objek penelitian dilakukan di CV Grojogan Farm pada tahun 2006. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan pencatatan terhadap laporan keuangan dan kegiatan operasional perusahaan. Metode analisis yang digunakan antara lain metode analisis diskriptif dan analisis kuantitatif yang terdiri dari analisis keuntungan, analisis finansial, analisis BEP dan analisis sensitivitas.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai investasi yang dilakukan CV Grojogan Farm sebesar Rp. 699.645.000,- dengan total penerimaan per tahun yang berasal dari penjualan benih gurami dan ikan gurami konsumsi yaitu sebesar Rp. 514.000.000,-. Total biaya dari CV Grojogan Farm terdiri dari biaya tetap  Rp. 49.947.500,- dan biaya variabel Rp. 74.856.000,-. Berdasarkan hasil analisis finansial CV Grojogan Farm termasuk kriteria usaha yang dinyatakan layak dengan nilai PP 2,21 tahun, NPV sebesar Rp. 601.387.890, tingkat IRR mencapai 26,56% dan nilai PI sebesar 1,860. Hasil analisis BEP diperoleh nilai totalitas minimal Rp. 58.446.014,- dengan proporsi penjualan benih gurami minimal sebanyak 20.436 ekor dan ikan gurami konsumsi sebesar 409 kg. Dari analisis sensitivitas dapat diketahui bahwa CV Grojogan Farm lebih bersifat sensitif terhadap penurunan harga jual dibandingkan kenaikan biaya variabel. Penurunan harga jual maksimum yang masih ditolerir perusahaan adalah 34,447%, kenaikan biaya variabel maksimum 295,066% dan perubahan kombinasi keduanya maksimum 34,014%.

 

Kata-kata Kunci : Kelayakan Usaha, BEP, Analisis Sensitivitas

 

 

Business feasibility analysis of making fry and raising of gurami in CV Grojogan Farm in Grojogan subvillage, Wirokerten village, Banguntapan subdistrict, District of Bantul

 

 

 

Abstract

 

This research aimed to study feasibility of business of CV Grojogan Farm, minimal sale level CV Grojogan Farm should reach in order not to loss and impact of change in input and output prices on business feasibility of CV Grojogan Farm. Hypothesis presented is: (1) Investment of CV Grojogan Farm is presumed financially feasible to develop; (2) sale volume and value of CV Grojogan Farm is presumed higher than minimal sale level; (3) change in input and output prices are presumed having impact on business feasibility of CV Grojogan Farm.

Study object was done in CV Grojogan Farm in 2006. Data was gathered with observation, interview and recording of financial statements and farm operational activity. Analytical methods used are descriptive analytical method and quantitative analysis consisting of profit analysis, financial analysis, BEP analysis and sensitivity analysis.

Result of the research indicated that investment value of CV Grojogan Farm was Rp 699.645.000 with total annual revenue from sale of gurami fry and consumed gurami was Rp 514,000,000. Total cost of CV Grojogan Farm consisted of fixed cost (Rp 49,947,500) and variable cost (Rp 74,856,000). Based on financial analysis, business of CV Grojogan Farm is feasible with Payback Period of 2.21 years, NPV of Rp 601,387,890, IRR of 26.56% and PI of 1.860. Result of BEP analysis indicated minimal totality of Rp 58,446,014 with minimal sale of 20,436 gurami frys and 409 kg consumed gurami. Sensitivity analysis indicated that CV Grojogan Farm was more sensitive to decrease in selling price than increase in variable cost. Tolerable maximum decrease in selling price was 34.447%, maximum increase in variable cost 295.066% and maximal change in both 34.014%.

 

Keywords: business feasibility, BEP, sensitivity analysis

 

 

 

 

 

 

ANALISIS BIAYA DAN MANFAAT

PEMBANGUNAN PANGKALAN PENDARATAN IKAN

DI KABUPATEN MALUKU TENGGARA BARAT

Diajukan Oleh:

NEASY LOULOULIA

17431/PS/MMA/05

 

 

INTISARI

Penelitian  ini  bertujuan  untuk  (1)  Mengetahui  layak  atau  tidaknya

pelaksanaan pembangunan PPI dengan menggunakan kriteria investasi melalui

analisis Biaya dan Manfaat (Cost and Benefit Analisys) yang dilihat dari aspek

finansial maupun sosial ekonomi dan (2) Mengetahui distribusi manfaat yang

diterima  oleh  nelayan,  pemerintah  daerah  dan  masyarakat  disekitar  lokasi

pembangunan PPI yang dilihat dari aspek ekonomi.

Terdapat  2  (dua)  populasi  yang  diwawancarai  yaitu  masyarakat  dan

pemerintah  daerah  dimana  masing-masing  kelompok  populasi  yang  memiliki

karakteristik  yang  berbeda-beda.  Analisis  yang  digunakan  adalah  analisis

finansial dan analisis ekonomi. Variabel biaya dalam yang dinilai dalam penelitian

ini meliputi (1) biaya investasi (2) biaya operasional dan pemeliharaan (3) biaya

lelang ikan dan (4) biaya tambat kapal/ perahu. Variabel manfaat meliputi (1)

biaya lelang ikan (2) biaya tambat kapal dan (3) tambahan pendapatan nelayan.

Hasil penelitian menunjukan bahwa secara finansial maupun ekonomi, 

PPI  di  kabupaten  Maluku  Tenggara  Barat  layak  untuk  dilanjutkan

pembangunannya. Hal ini ditunjukan dengan nilai NPV positif, Net B/C ratio > 1,

IRR  >  tingkat  suku  bunga  bank  dan  Payback Period  <  umur  ekonomis.  PPI

tersebut tidak sensitif terhadap perubahan naiknya investasi maupun turunnya

harga jual ikan.

Kata kunci : biaya, manfaat, analisis finansial, analisis ekonomi

 

 

Cost and Benefit Analisys

Of Fisf Port Construction (Pangkalan Pendaratan Ikan/ PPI)

In West South-East Moluccas Regency

ABSTRACT

 

The purposes of this study were to (1)understand whether it was feasible or infeasible to perform the PPI and (2) examine benefit distribution to fishermen, local government and people surrounding the PPI location in terms of sicio economic aspect.

 

There were 2(two) interviewed populations, the local government and people where each group of populations had different characteristic. Analysis methods used in this study were financial and ecomic analyses. Internal cost variables evaluated in this included: (1) investment cost, (2) operational and maintenance costs, (3) fish auction cost and (4) boat/ ship clich costs. Benefit variables consisted of (1) fisf auction costs, (2) ship clinch costs and (3) added income of fishers.

 

The result of study indicated that, financially and economically, the PPI in West South-East Moluccas Regency was feasible to continue the consctruction. It was shown by that for the local government NPV was Rp. 46.741.10.042,41, Net B/C ratio was 2,80, IRR was 25,46%. Financial analysis for the fishermen showed that NPV was                         Rp 9.369.575.892,98, Net B/C ratio was 3,45, IRR was 30,34%. The sensitivity analysis showed that the above result were not sensitive to the increase of investment cost or decreasing of selling proceup to 10%; and the changing ofboth variable up to 10% in the same time.

 

 

Keyword: cost, benefit, financial analysis, economic analysis

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ANALISIS SEKTOR BASIS DALAM PENGEMBANGAN

KAWASAN AGROPOLITAN

DI KABUPATEN KULON PROGO

 

Diajukan Oleh :

Dyah Bahtrianing Hendrajati

15970/PS/MMA/04

 

 

ANALISIS SEKTOR BASIS DALAM PENGEMBANGAN KAWASAN

AGROPOLITAN DI KABUPATEN KULON PROGO

 

Intisari

  Agropolitan adalah kawasan terpilih dari kawasan agribisnis atau sentra produksi

pertanian terpilih dimana pada kawasan tersebut terdapat Kota Pertanian yang merupakan

pusat pelayanan agribisnis yang melayani, mendorong dan memacu pembangunan pertanian

kawasan dan wilayah-wilayah sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sektor

– sektor yang merupakan sektor basis dan non basis di Kabupaten Kulon Progo dan untuk

mengetahui sektor pertanian merupakan basis yang sesuai dalam pengembangan kawasan

agropolitan di Kabupaten Kulon Progo. 

  Penelitian ini menggunakan metode purposive dalam menentukan sampel. Data

yang digunakan adalah PDRB menurut harga konstan 1993 (dari tahun 1993 – 2003).

Analisis yang di gunakan adalah location quotient (LQ), dinamis location quotient (DLQ),

Shift Share, dan gabungan antara LQ dan DLQ, LQ dan Shift Share, kedudukan regional

share dan nasional share, dan analisis klassen tipology.

 Berdasarkan analisis location quotient (LQ), Kabupaten Kulon Progo memiliki 3

sektor basis ekonomi yaitu sektor pertanian, sektor pertambangan dan penggalian dan sektor

jasa – jasa. Sedangkan sektor industri pengolahan, sektor listrik, gas dan air bersih, sektor

bangunan, sektor perdagangan, hotel dan restoran, sektor pengangkutan dan komunikasi,

dan sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan bukan merupakan sektor basis

ekonomi di Kabupaten Kulon Progo.

  Sektor pertanian merupakan basis yang sesuai dalam pengembangan kawasan

agropolitan di Kabupaten Kulon Progo, dilihat dari hasil LQ = 1.720, DLQ = 1.35,

sedangkan hasil gabungan antara LQ dan DLQ, dimasa sekarang dan yang akan datang

sektor pertanian tetap menjadi sektor basis.

  Berdasarkan hasil gabungan antara LQ dan DLQ, dimasa sekarang dan yang akan

datang sektor pertanian tetap menjadi sektor basis,  sektor industri pengolahan dan sektor

bangunan tetap merupakan sektor non basis sedangkan yang mengalami reposisi dari non

basis ke basis adalah, sektor listrik, gas dan air bersih, sektor perdagangan, hotel dan

restoran, sektor pengangkutan dan komunikasi serta keuangan persewaan dan jasa

perusahaan, dan yang mengalami reposisi dari basis ke non basis adalah  sektor

pertambangan dan penggalian dan sektor jasa-jasa.

 Berdasarkan hasil Shift Share di Kabupaten Kulon Progo Pertumbuhan Proporsional

(PP

) sektor pertanian termasuk lambat dan  pertumbuhan pangsa wilayah (PPW ) sektor

ij ij

pertanian termasuk kurang berdaya saing, sedangkan berdasarkan hasil gabungan antara LQ

dan Shift Share, sektor pertanian merupakan prioritas alternative

  Berdasarkan hasil analisis kedudukan regional share dan nasional share faktor

penentu utama pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kulon Progo adalah kemampuan

nasional Share. Sedangkan berdasarkan hasil Analisis Klassen Typology, Kulon Progo

merupakan daerah yang relatif tertinggal dan sektor pertanian merupakan sektor maju tapi

tertekan.

Kata-kata kunci  : Agropolitan, Location Quotient, Dynamic Location Quotient, Shift

Share, Regional and National Share, Klassen Tipology.

 

 

THE BASIC SECTOR ANALYSIS IN DEVELOPING  AGROPOLITAN AREA

IN KULON PROGO DISCTRICT

 

ABSTRACT

 

Agropolitan is a Selected Zone among agribusiness zone or Selected Agricultural

Production Center where around this zone located agricultural based urban areas which

were act as a service center for serving, pushing and hastening agricultural development

around those areas. This research aims to identify which sector is base and which is not base

for Kulon Progo Disctrict as well as to find out whether the agricultural sector is reasonable

to develop as growth generator for Kulon Progo Disctrict.

  This research employs purposive sampling method in the field. Data utilized is

GRDP base on constant price (1993) of Kulon Progo Disctrict. The analysis tools employed

were Location Quotient (LQ), Dynamic Location Quotient (DLQ), Shift-Share, combination

of LQ and DLQ,, LQ and Shift-Share, Regional and National Share method and Klassen

Typology.

 Based on the Location Quotient (LQ) analysis, Kulon Progo District own three

economic base sectors: Agriculture, Mining and Quarrying and Services sector, whereas the

other sectors remain as non-base sector.

  Agriculture sector is suitable for developing agropolitan area in Kulon Progo, with 

LQ value of 1.722 and DLQ value of 1.35, it is considered still prospective in the

forthcoming years to be a base sector.

  Based on combination of LQ and DLQ,  Agriculture sector is considered still

prospective in this year and the forthcoming years to be a base sector, manufacturing

industries and construction sector is still non base sector while of reposition from non base

to base sector is the electricity , gas and water sector,  the trade, restaurant, and hotel

sector, the communication and transportation sector and also the finance, rent of building

and business service sector, and the  reposition from base to non base sector is mining and

Quarrying and services sector. 

 Based on  Shift-Share analysis, Kulon Progo District underwent a slower

proportional growth and low competing power in the agricultural sector. On the contrary,

the result LQ and Shift-Share combination analysis shown that agricultural sector is an

alternative priority.

 Based on Regional and National Share determinant factor of economic growth in

Kulon Progo Disctrict is the national share. As to Klassen typology analysis, Kulon Progo

considered underdeveloped and agriculture sector is an advance sector yet slower in growth

rate.

Keyword: Agropolitan, Location Quotient, Dynamic Location Quotient, Shift Share,

Regional and National Share, Klassen Tipology

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ANALISIS KELAYAKAN INVESTASI USAHA BUAH NAGA

AGROWISATA KUSUMO WANADRI

KABUPATEN KULON PROGO

 

diajukan oleh

 

DWI HARYANTO

15974/PS/MMA/04

 

INTI SARI

 

 

 

Tanaman obat merupakan salah satu jenis tanaman pertanian yang mulai

dikelola secara agrobisnis. Trend back to nature cukup mendongkrak popularitas

tanam obat, salah satunya adalah tanaman buah naga yang memiliki nilai

ekonomis tinggi dan berkasiat bagi kesehatan manusia. Tujuan dari penelitian ini

adalah mengetahui kelayakan investasi usaha buah naga di Agrowisata Kusumo

Wanadri maupun usaha buah naga daging putih, merah dan pink, mengetahui

kepekaan usaha buah naga di Agrowisata Kusumo Wanadri maupun usaha buah

naga daging putih, merah dan pink terhadap kenaikan biaya tenaga kerja dan

penurunan jumlah produksi serta harga jual.

Metode yang digunakan adalah metode studi kasus dan metode analisis

kuantitatif-diskriptif dengan mengoperasikan persamaan-persamaan dalam rumus

perhitungan Break Even Point (BEP), Net Present Value (NPV), Net Benefit Cost

Ratio (Net B/C), Internal Rate of Return (IRR) dan Payback Period.

Berdasarkan analisis finansial yang meliputi perhitungan nilai BEP, NPV,

Net B/C, IRR dan Payback Period maka investasi usaha buah naga di Agrowisata

Kusumo Wanadri dan investasi usaha buah naga daging putih, daging merah serta

daging pink layak untuk dikembangkan. Investasi usaha buah naga Agrowisata

Kusumo Wanadri dan investasi usaha buah naga daging putih, merah serta pink

tidak sensitif terhadap kenaikan biaya tenaga kerja, penurunan jumlah produksi

dan penurunan harga jual buah naga. 

 

 

 

Kata-kata kunci : buah naga, kelayakan investasi, analisis finansial 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ABSTRACT

 

 

 

  A medicine plant is one of the crops that have begun to be cultivated in the

agribusiness. The back-to-nature trend significantly raises the popularity of herbal

plants, one of which is the dragon fruit, which has a high economic value and is

beneficial to human health. The study aims to investigate the feasibility of the

dragon fruit investment in the Agro Tourism of Kusumo Wanadri, comprising the

business in the dragon fruits with white, red, and pink flesh, to find out the

sensitivity of the business to increases in labor costs, drop in production and price

of dragon fruit. 

  The methods employed in this study were a case study method and a

qualitative descriptive analytical method by operating equations in the formulas of

Break Even Point (BEP), Net Present Value (NPV), Net Benefit Cost Ratio (Net

B/C), Internal Rate of Return (IRR) and Payback Period calculations.

  On the basis of the financial analysis comprising calculations of the values

of BEP, NPV, Net B/C, IRR, and Payback Period, the investment in the dragon

fruits in the Agro Tourism of Kusumo Wanadri and the investment in the dragon

fruits with white, red, and pink flesh is feasible to develop. The business of the

dragon fruits in the Agro Tourism of Kusumo Wanadri and investment in the

dragon fruits with white, red, and pink flesh are not sensitive to increases in labor

costs, drop in production and drop in price of dragon fruit. 

 

 

Key words:  dragon fruit, investment feasibility, financial analysis

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ANALISIS KINERJA PRODUKSI DAN FINANSIAL

PABRIK MINYAK KAYU PUTIH ‘KRAI’

PERUM PERHUTANI KPH GUNDIH

JAWA TENGAH

 

Diajukan Oleh :

DIVYA NOR WIRASANTI

15967/PS/MMA/04

 

INTISARI

 

Kayu putih merupakan salah satu tanaman hutan yang dapat ditingkatkan

nilai tambahnya melalui proses agroindustri karena dapat menghasilkan minyak

kayu putih. Sampai saat ini, prospek pengembangan industri minyak kayu putih di

Indonesia masih sangat terbuka. Untuk itulah, Perum Perhutani KPH Gundih

mendirikan pabrik minyak kayu putih ‘Krai’. Secara umum, tujuan dari penelitian

ini adalah mengetahui kinerja produksi pabrik minyak kayu putih ‘Krai’,

mengetahui kelayakan investasi usaha pabrik minyak kayu putih ‘Krai’ ditinjau

dari kinerja finansialnya, serta mengetahui kepekaan investasi usaha pabrik

minyak kayu putih ‘Krai’ terhadap perubahan biaya operasional dan penerimaan.

Teknik pelaksanaan penelitian ini menggunakan teknik studi kasus dengan

cara melakukan pengamatan, pencatatan, analisis dan penilaian terhadap kinerja

produksi dan finansial perusahaan. Pengolahan data dilakukan dalam rangka

mengevaluasi kegiatan perusahaan selama 5 tahun ke belakang (tahun 2001-

2005). Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis kualitatif dan

kuantitatif dengan mengoperasikan persamaan-persamaan dalam rumus

perhitungan Net Present Value (NPV), Net Benefit Cost Ratio (Net B/C), dan

Internal Rate of Return (IRR). 

Berdasarkan analisis terhadap kinerja produksinya, diketahui bahwa rata-rata

kinerja produksi pabrik minyak kayu putih ‘Krai’ berjalan kurang sempurna,

meskipun minyak kayu putih yang dihasilkan berkualitas baik. Berdasarkan

analisis terhadap kinerja finansialnya, diketahui bahwa usaha penyulingan pabrik

minyak kayu putih ‘Krai’ menguntungkan dan dinilai layak untuk dilanjutkan,

bahkan dikembangkan. Berdasarkan hasil analisis sensitivitas, diketahui bahwa

investasi pada pabrik minyak kayu putih ‘Krai’ tidak peka terhadap kenaikan

biaya operasional sebesar 30% dan penurunan penerimaan sebesar 20%. Akan

tetapi, pabrik minyak kayu putih ‘Krai’ mulai peka jika terjadi kenaikan biaya

operasional sebesar 134% dan penurunan penerimaan sebesar 43%.

 

Kata-kata kunci : minyak kayu putih, kinerja produksi, kinerja finansial

 

 

 

 

 

 

 

 

ABSTRACT

 

  The eucalyptus tree is one of the forest plants whose added values can be

improved through an agro industry process because the tree can produce

eucalyptus oil. Up to now, the prospect of the development of the eucalyptus oil

industry in Indonesia is still widely open. Therefore, Perum Perhutani KPH

Gundih established the ‘Krai’ eucalyptus oil factory. In general, the study aims to

investigate the production performance of the ‘Krai’ eucalyptus oil factory, to find

out the investment feasibility of the ‘Krai’ eucalyptus oil factory in terms of its

financial performance, and reveal the sensitivity of the business investment of the

‘Krai’ eucalyptus oil factory to changes in operational costs and revenues.

  The study employed a case study technique through observations, field

notes, analysis, and evaluation of the factory’s production and financial

performance. The data were analyzed to evaluate activities carried out by the

factory during the past 5 years (2001 – 2005). The analysis methods were

qualitative and quantitative analysis methods by operating equations in the

formulas of Net Present Value (NPV), Net Benefit Cost Ratio (Net B/C), and

Internal Rate of Return (IRR).

  On the basis of the analysis on the production performance, the average

production performance of the ‘Krai’ eucalyptus oil factory is not satisfactory yet,

although the factory produces eucalyptus oil of good quality. Based on the

analysis on the financial performance, the ‘Krai’ eucalyptus oil refinery factory

gives benefits and is feasible to develop. On the basis of the sensitivity analysis,

the investment of the ‘Krai’ eucalyptus oil factory is not sensitive to increases in

operational costs as much as 30 % and a drop in revenue as much as 20 %.

However, the ‘Krai’ eucalyptus oil factory begins to be sensitive when the

operational costs increase as much as 134 % and there is a drop in revenue as

much as 43 %.

 

Key words: eucalyptus oil, production performance, financial performance

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAMPAK PROGRAM PEMBERDAYAAN EKONOMI

PRODUKTIF TERHADAP PENDAPATAN PETANI IKAN

DI KABUPATEN INDRAGIRI HULU

 

Diajukan oleh:

IDA FITRIANA

17424/PS/MMA/05

 

INTISARI

 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak Program Pemberdayaan

Ekonomi Produktif  terhadap peningkatan produksi dan pendapatan petani ikan dan

faktor-faktor yang mempengaruhi produksi  dan pendapatan. Hipotesis yang diajukan

adalah (1) Diduga produksi ikan dan pendapatan petani lebih tinggi setelah adanya 

Program Pemberdayaan Ekonomi Produktif, (2) Diduga faktor-faktor yang

berpengaruh terhadap produksi ikan adalah luas kolam, jumlah bibit, jumlah pakan,

dan jumlah pupuk yang digunakan.dan diduga pendapatan rumah tangga petani

dipengaruhi oleh umur, jumlah tanggungan keluarga, tingkat pendidikan  jumlah

kredit dan jumlah produksi. (3) Diduga kontribusi pendapatan dari usaha ikan 

terhadap pendapatan rumah tangga petani adalah besar.

 

Penelitian ini menggunakan metode purposive. Sampel yang digunakan dalam

penelitian ini adalah seluruh petani ikan yang berada di kecamatan pasir Penyu

Kabupaten Indragiri Hulu yang  mendapat bantuan Program Pemberdayaan Ekonomi

Produktif yang berjumlah 30 orang. Analisis yang digunakan adalah uji-t paired

sample,  Fungsi Coob douglas, regresi linier berganda dan uji kontribusi

 

  Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara

Program Pemberdayaan Ekonomi Produktif terhadap peningkatan produksi dan

pendapatan petani Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi ikan adalah jumlah

benih dan jumlah pakan yang diberikan dan faktor-faktor yang mempengaruhi

pendapatan petani ikan adalah tingkat pendidikan formal, besarnya jumlah kredit

yang diterima dan jumlah produksi yang didapat  Kontribusi pendapatan dari usaha

budidaya ikan bagi petani ikan termasuk kecil, yakni 41,83 % sedangkan kontribusi

dari pendapatan luar usaha ikan  adalah 58,17  %  dengan kata lain kontribusi yang

diberikan adalah rendah.

 

 

Kata-kata kunci :Pemberdayaan Ekonomi Produktif, Produksi dan Pendapatan

Petani Ikan 

 

 

 

 

 

 

 

 

ABSTRACT

 

 

This research has aimed to find out influence of productivity economic

empowerment program to production increasing and fish farmer income and factors

that influence production and income. Hypothesis included (1) estimated that fish

production is increase after productivity economic empowerment program, (2)

estimated that factors that influence to fish production are wide of  pool, sum of

breeding, sum of feed, and sum of fertilizer. And then household income is

influenced by age, sum of family load, education, sum of credit and sum of

production. (3) Estimated that income contribution of fish farming to household

income is great.

 

This research use purposive method. Sample of this research is derived from 30

fish farmer in Pasir Penyu Sub-district, Indragiri Hulu Regency that receive

productivity economic empowerment program. Analysis use t-paired sample, Cobb

dauglas function, multiple linier regression and contribution test.

 

Result of this research describe that productivity economic empowerment

program has correlation to increasing of production and farmer income. Factors that

influence to fish production are sum of breeding, sum of feeding, and then factors

that influence to farmer income are formal education, sum of credit and sum of

production. Contribution of fish farming income is small, are 41, 83%, while

contribution of fish off farm is 58, 17%, in other word this contribution is low.

 

Key words:  Productive Economic Empowerment, Production and Fish Farmer

Income

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ANALISIS KINERJA KREDIT PROGRAM

PT. BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) KANCA BANTUL

Diajukan oleh:

 

EKO WAHYUDI

 9205/PS/MMA/02

 

 

 

INTISARI

 

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1). membandingkan trend outstanding kredit program P4K terhadap kredit program lainnya di PT. Bank “X” di Kabupaten Bantul, dan 2) membandingkan kredit bermasalah (Non Performning Loan) kredit program P4K terhadap kredit program lainnya PT. Bank “X” di Kabupaten Bantul.

Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskritif analitis. Data yang dianalisis adalah data sekunder berupa laporan statistik perkreditan (STP) yang dilaporkan oleh PT. Bank “X” (Persero) Kantor Cabang Kabupaten Bantul. Metode analisis data yang digunakan adalah menggunakan metode analisis secara grafik, ANOVA, dan kecenderungan (trend).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecenderungan atau trend perkembangan posisi outstanding kredit program P4K lebih tinggi dibandingkan dengan kredit program lainnya, bahkan trend kredit program lainnya cenderung mengalami penurunan kecuali kredit usaha tani (KUT) pola Executing yang teridiri atas Kredit Ketahanan Pangan dan kredit Tebu Rakyat Intensifikasi. Namun secara keseluruhan kredit program di PT. Bank “X” (Persero) Kantor Cabang Kabupaten Bantul cenderung mengalami peningkatan. Hal lain juga menunjukkan bahwa rata-rata kualitas pinjaman (Non Performing Loan) kredit program P4K lebih rendah (lebih baik) dibandingkan dengan kredit program lainnya (KPKU, KUT Channeling dan KPTTG), namun lebih tinggi dari kredit KUT Executing.

 

Kata-kata kunci: Kredit program, P4K,  executing, channeling

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PERFORMANCE ANALYSIS OF PROGRAM CREDIT

IN PT.  BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) BRANCH OFFICE AT  BANTUL

 

ABSTRACT

This research  is aimed to : 1) compare trend outstanding of program credit and others in PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Branch Office at Bantul, and, 2) compare non performing loan P4K and others in PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Branch Office at Bantul.

Basic method that used in this research is analytic descriptive method. Data that analyzed is secondary data forms credit statistical report, reported by in PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Branch Office at Bantul. Data analysis method is used graphical analysis, ANOVA and trend.

Result of research show that outstanding position growth trend of P4K program credit higher than others, and that others is low except executing on-farm credit. Executing on-farm credit is Food Security Credit and TRI credit. But in global view, program credit in PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Branch Office at Bantul is growing. In the other side, average of non performing loan P4K program credit is lower (better) than others (KPKU, KUT channeling and KKPTG), but higher than executing KUT credit.

 

Key Words: Credit program, P4K,  executing, channeling

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

STRATEGI PENGEMBANGAN SAPI POTONG

DI KAWASAN AGROPOLITAN TERBANGGI BESAR

KABUPATEN LAMPUNG TENGAH

 

Diajukan oleh :

BAHDAN PERELO INDRAPATI

15976/PS/MMA/04

 

INTISARI

 

Penelitian ini bertujuan untuk : (a) mengetahui dan menganalisis faktor-faktor lingkungan internal (kekuatan dan kelemahan) serta faktor-faktor lingkungan eksternal (peluang dan ancaman) bagi pengembangan sapi potong di Kabupaten Lampung Tengah; serta (b) mengetahui strategi yang dibutuhkan dan memformulasikan alternatif strategi tersebut berdasarkan lingkungan internal dan lingkungan eksternal yang dihadapi oleh Pemerintah Kabupaten Lampung  Tengah.

 

Berdasarkan  hasil  analisis  lingkungan  internal,  eksternal  dan  analisis

SWOT yang telah dilakukan, diketahui bahwa posisi strategi pengembangan sapi potong di Kawasan Agropolitan Terbanggi Besar Kabupaten Lampung Tengah berada pada posisi kuadran pertama (0,0024 : 0,9609) yang sangat mendukung kebijakan pertumbuhan agresif (Growth Oriented Strategy). Metode strategi yang dapat dilaksanakan untuk mempertahankan posisi tersebut adalah strategi SO (Strenght and Opportunities) yaitu menciptakan strategi yang memanfaatkan kekuatan untuk merebut dan memanfaatkan   peluang  sebesar-besarnya.

 

Hasil penelitian menunjukkan strategi utama dalam pengembangan sapi potong di Kawasan Agropolitan Terbanggi Besar Kabupaten Lampung Tengah adalah penumbuhan dan pengembangan usaha agribisnis sapi potong melalui pengembangan dan peningkatan penerapan teknologi pada usaha agribisnis sapi potong, serta peningkatan kerjasama, jiwa kewirausahaan, dan pemberdayaan  kelompok  diantara  pelaku  usaha  agribisnis  sapi  potong.

 

 

Kata kunci      :         strategi, pengembangan kawasan, sapi potong,                                 

                             dan agropolitan.

 

 

 

 

 

 

 

 

DEVELOPMENT STRATEGY OF  BEEF CATTLE

 IN TERBANGGI BESAR AGROPOLITAN REGION

LAMPUNG TENGAH REGENCY

 

 

ABSTRACT

 

 

The research aims : (a) to analysis of internal factors (strengths and weaknesses) and external factors (opportunities and threats) for beef cattle development in Lampung Tengah regency; and (b) to know needs strategy and to formulate alternative strategy based on internal and external environment faced  by  government  of  Lampung  Tengah  regency.

 

Based on analysis of internal external environments and SWOT analysis, it was known that position development strategy of beef cattle in terbanggi besar agropolitan region Lampung Tengah regency is located at the first quadrant (0,0024 : 0,9609) to support policy of growth oriented strategy.  Strategy method that can be done to maintain the position is strengths and opportunities strategy (SO strategy) with creating strategy that use strengths to take  and  use  the  opportunity.

 

The result of research indicates that main strategy on development of beef cattle in Terbanggi Besar agropolitan region Lampung Tengah regency is to grown and develop beef cattle agribusiness by means of increasing and develop technology usage on beef cattle agribusiness, and to increase cooperation, entrepreneurship, and comunity empowerment betwen user on beef  cattle  agribusiness.

 

 

Key words  :             strategy, region development, beef cattle, and agropolitan.

  

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PENGARUH  KUALITAS PELAYANAN TERHADAP

KEPUASAN KONSUMEN DAN MINAT MEMBELI KEMBALI

PADA TOKO PARSLEY CABANG KALIURANG

 

Diajukan oleh :

DIAN ERTANTY

15966/PS/MMA/04

 

INTISARI

 

Penelitian ini dilakukan pada Toko Parsley (bakery and cake shop)

Cabang Kaliurang. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengidenfifikasi

karakteristik konsumen pada Toko Parsley (2) untuk menganalisis pengaruh

kualitas pelayanan terhadap kepuasan konsumen dan (3) untuk menganalisis

pengaruh kepuasan konsumen terhadap minat membeli kembali.

Penelitian ini dilakukan dengan metode observasi dan teknik survey. Data

yang digunakan berupa data primer. Data ini diperoleh berdasarkan hasil

wawancara dengan menggunakan kuesioner. Jumlah responden yang digunakan

sebanyak 60 orang. Model analisis yang digunakan adalah uji validitas, uji

reliabilitas, analisis regresi berganda, dan analisis regresi sederhana dengan

menggunakan SPSS 12.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan secara simultan

berpengaruh nyata terhadap kepuasan konsumen, begitu pula dengan kepuasan

konsumen berpengaruh nyata terhadap minat membeli kembali. Hal ini

menunjukkan bahwa konsumen mempertimbangkan keseluruhan dimensi kualitas

pelayanan dan atribut-atribut yang ditawarkan oleh Toko Parsley untuk

mewujudkan minat membeli kembali.

 

Kata-kata kunci : kualitas pelayanan, kepuasan konsumen, minat membeli

kembali. 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

INFLUENCE OF SERVICE QUALITY TOWARDS CUSTOMER

SATIFACTION AND DESIRE TO REBUY AT THE PARSLEY SHOP’S

BRANCH KALIURANG

 

ABSTRACT

 

This study was done at the Parsley shop’s (bakery and cake shop)

Kaliurang branch. The airms of this study are (1) to identify characteristics of

consumer at the Parsley Shop’s, (2) to analyze the effect of service quality on

consumer’s satisfaction, and (3) to analyze effect of consumer satisfaction on

desire to rebuy.

This study was carried out by using observation method and survey

technique. Primary data was used in this study. The data was obtained by

conducting interview using questionnaires. Number of respondent in sixty.

Analytical models include validity, reliability, multiple regression and simple

regression tests using SPSS 12 are used.

Results of the study indicate that service quality simultaneously influence

significantly consumer satisfaction and, in turn, consumer satisfaction

significantly affect desire to rebuy. It indicates that consumers considers entire

dimensions of service quality and attributes the Parsley shop’s offers to realize

their desire to rebuy.

 

 

Key words : service quality, customer satifaction, desire to buy.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

STRATEGI PEMASARAN VIRGIN NATURAL COCONUT OIL

PADA CV. PUSAT PENGOLAHAN KELAPA TERPADU

JOGJAKARTA

 

Diajukan oleh:

ERWAN WAHYUDI

15969/PS/MMA/04

 

INTISARI

 

 

  Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peluang dan ancaman serta

kekuatan dan kelemahan pada CV. Pusat Pengolahan Kelapa Terpadu Jogjakarta,

sehingga dapat ditentukan posisi dari perusahaan dan memformulasikan strategi

pemasaran yang baik bagi CV. Pusat Pengolahan Kelapa Terpadu Jogjakarta

sesuai dengan kondisi eksternal dan internal yang dihadapi. Hipotesis yang

diajukan adalah bahwa CV. Pusat Pengolahan Terpadu Jogjakarta mempunyai

peluang dan kekuatan yang lebih besar dibanding dengan ancaman dan

kelemahannya. Strategi pemasaran yang akan diterapkan pada masa mendatang

akan diusahakan untuk mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif (Growth

Oriented Strategy).

  Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis

SWOT (Strengths, Weaknesses, Oppotunities, Treat)  dimana data yang

dikumpulkan terdiri dari data primer yang diperoleh dari hasil wawancara dan

kuisioner dengan pertanyaan model multi atribut yang berjumlah 5 orang serta

data sekunder yang diperoleh dari catatan, buku panduan serta literatur lain yang

berkaitan dengan CV. Pusat Pengolahan Kelapa Terpadu Jogjakarta. 

Hasil analisis menunjukkan strategi pemasaran yang digunakan oleh CV.

Pusat Pengolahan Kelapa Terpadu Jogjakarta masih relevan dengan kondisi pasar

dan posisi perusahaan terletak pada kuadran I (1,28 : 0,71) yaitu memiliki

kekuatan dan peluang yang lebih besar dibanding kelemahan dan ancamannya,

jadi strategi yang diterapkan di masa mendatang adalah strategi mendukung

kebijakan pertumbuhan yang agresif (Growth Oriented Strategy). Ada beberapa

hal yang dapat dilakukan agar strategi pemasaran Virgin Natural Coconut Oil

lebih optimal antara lain: menjaga kualitas produk, meningkatkan kualitas

pelayanan kepada konsumen, meningkatkan jumlah produksi, menggunakan

sumber daya manusia yang berkualitas, mengadakan promosi yang lebih luas.

 

 

 

Kata kunci: SWOT (kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman).

 

 

 

 

 

 

 

ABSTRACT

 

 

  This study is aimed to identity the opportunity and threat as well as

strengths and weakness of Pusat Pengolahan Kelapa Terpadu Jogjakarta Co. Ltd,

so that it can be determined the position of the company and formulize

appropriate marketing strategies for Pusat Pengolahan Kelapa Terpadu Jogjakarta

Co. Ltd based on the eksternal and internal condition that has been faced by the

company. The proposed hypothesis are the company has greater opportunity and

strengths than the threat and weakness. The marketing strategies which will

applied should be ancourage an aggressive growth policy (Growth Oriented

Strategy).

  Analysis method called as SWOT (Strengths, Weakness, Oppotunities,

Threats) is used within the study, that is data collected consists of primary data

(derived from interview and questionnaire with multi attribute model question

including 5 respondents) and secondary data (from literature, reference related to

Pusat Pengolahan Kelapa Terpadu Jogjakarta Co. Ltd).

The result of the analysis indicated that marketing strategy that has been

implenmented by Pusat Pengolahan Kelapa Terpadu Jogjakarta Co. Ltd is still

relevant to market condition and company position. The strategy is in quadrant I

(1,28 : 0,71), which shows is has more strengths and opportunities than the

weaknesses and threats, that is support aggressive growth policy (Growth

Oriented Strategy). From the result of this study, Virgin Natural Coconut Oil to

optimalized marketing strategy by developing product quality, developing

services quality, developing production, use human resources that quality and

insentive promotion.

 

 

 

 

 

Keywords: SWOT (Strengths, Weakness, Oppotunities, Threats)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dampak Kebijakan Pemerintah Kabupaten Bengkayang Terhadap Penawaran Jagung di Kecamatan Sanggau Ledo

 

An Affect of Bengkayang’s Government Policy to The Maize Supply at Sanggau Ledo District

 

Yulianus1 dan Irham2

 

Program Studi Magister Manajemen Agribisnis

Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada

 

Abstract

 

This research aims to: (1) identify and analyse factors that influenced the maize supply at Sanggau Ledo District, (2) identify and analyse government policy programs of Bengkayang Regency, which influenced the supply of Sanggau Ledo maize, (3) knows the supply elasticity of Sanggau Ledo maize to the changes of pricing and non-pricing factors, which influenced the maize quantity supply at Sanggau Ledo District, and (4) analyse the supply of Sanggau Ledo maize in short-term and long-term period of supply by using wide planting response, wide crop response, productivity response, and production response approach.

The result of research shows that the supply of Sanggau Ledo maize simultanny influenced by maize price, shell of rice price, farm rent, hand tracktor support, box dryer support, manure support, pesticide support, and supply quantity in previous month; it is all come up with trust level 99%. From several Governmental aid forms of Bengkayang Regency, only box dryer support which has positive influences into maize supply at Sanggau Ledo District. The supply elasticity of maize wide harvest to the changes of commodity price storey; shows inelastic characteristic in short-term but elastic in long-term based on value of elasticity bigger than one. Supply elasticity of wide productivity and harvest to box dryer support is inelastic both in short-term and long-term period; it is shown by supply elasticity value less than one. While for the supply elasticity of Sanggau Ledo maize production to box dryer supports is inelastic in short-term but elastic in long-term supply function. The elasticity of Sanggau Ledo maize wide planting, wide harvest and production to the changes of farm rent shows elastic characteristics both in short-term and long-term period with value of its elasticity was negative.

 

 

 

Key words: policy, supply, maize

 

 

 

 

 

 

 

 

ANALISIS POTENSI SEKTOR PERTANIAN

DI KABUPATEN PADANG PARIAMAN

 

diajukan oleh:

 

K A R U N I A

 15049/PS/MMA/04

INTISARI

 

 

Penelitian sector unggulan dan kontribusi di Kabupaten Padang Pariaman bertujuan untuk mengetahui sector mana yang termasuk komoditi unggulan, mengetahui kontribusi masing-masing sector serta mengetahui struktur ekonomi dan klassifikasi wilayah Kabupaten Padang Pariaman selama periode Penelitian (1999-2003). Diharapkan dari hasil penelitian ini dapat membantu sebagai pertimbangan penentuan kebijakan perencanaan pembangunan di Kabupaten Padang Pariaman atau membantu dalam menyusun APBD di Kabupaten Padang Pariaman melalui pengeluaran yang mendasarkan pada sector unggulan (leading sector).

 

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi perkembangan dan pertumbuhan sector sector pertanian yang potensial dan unggul di Kabupaten padang Pariaman. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis LQ (Location Quotient), Analisis Shift Share, Analisis Model Ratio Pertumbuhan, Analisis Overlay dan Analisis Klassen Typologi.

 

Hasil penelitian menunjukkan komoditas yang pertumbuhan dan perkembangan yang paling unggul dan mempunyai daya saing yang kompetitif di tingkat propinsi adalah ubi jalar, kacang hijau, terung, ketimun, alpukat, mangga, kakao, salak dan duku.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ABSTRACT

 

 

The leading and contribution sectors in Padang Pariaman Regency research aimed to know what sector those include to leading commodity, to know the contribution of each sector and to know the economic structure and region classification in Padang Pariaman Regency as long as research periods (1999 – 2003). This research is expected can help the regency government as development planning policy decision consideration in Padang Pariaman regency or help to plan APBD in Padang Pariaman by the expulsion according to leading sector.

This research aimed to identify the leading and potential agricultural sectors development and growth in Padang Pariaman regency. The analysis methods those used in this research are Location Quotient analysis, Shift Share analysis, Growth Ratio Model analysis and Klassen Typology analysis.

The result of the research show the commodities those have most leading development and growth and have compete power competitively in province level are sweet potato, green peanut, eggplant, cucumber, avocado, mango, cacao, salak and duku.

 

Key Words : Regency, Agriculture Sector, Contribution

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN

RUMAH MAKAN PESONA PINGKA YOGYAKARTA

 

Diajukan Oleh:

Didit Pri Hantoro

15048/PS/MMA/04

 

Intisari

 

 

  Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas

pelayanan dari terhadap kepuasan konsumen dan keterkaitan antara dimensi kualitas 

yaitu reliability, responsiveness, assurance, emphaty dan tangible terhadap kepuasan

konsumen. 

  Metode yang digunakan dengan deskriptif analisis.  Metode sampel yang

digunakan adalah  convenience sampling dengan jumlah 100  responden melalui

kuesioner.  Analisis data  dilakukan dengan menggunakan deskriptif statistik dan

inferensial dengan analisis faktor sehingga didapat hubungan antara dimensi kualitas

pelayanan dengan kualitas pelayanan. Selanjutnya dilakukan proses regresi sederhana

pada taraf kepercayaan 95% antara kualitas pelayanan terhadap kepuasan konsumen.

  Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi kualitas pelayanan berpengaruh

signifikan positif terhadap kepuasan konsumen. Dimensi kualitas dimana reliability,

responsiveness, assurance,  emphaty  dan tangible. adalah  bagian dari  kualitas

pelayanan.  Semakin baik kualitas pelayanan maka akan meningkatkan kepuasan

konsumen. 

 

Kata Kunci : dimensi kualitas, kualitas pelayanan dan kepuasan konsumen.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

EEFECT OF SERVICE QUALITY ON CUSTOMER SATISFACTION IN

PESONA PINGKA RESTOURANT YOGYAKARTA

 

 

ABSTRACT

 

 

  This research was conducted to know the effect of service quality on customer

satisfaction and the relationship between the quality dimension which consist  of

reliability, responsiveness, assurance, emphaty and tangible on quality service.

This research used descriptive analysis method. Sampling method used

convenience samplng consist of 100 respondents through questioner. Data analyzed

with statistical descriptive and inferensial, factor analyzing in order to get the

relationship between quality service dimension and quality service, then simple

regression applied in 95% convidence interval.

The results showed that quality service dimension significantly effected on

customer satisfaction. Quality dimension which consist of reliability, responsiveness,

assurance, emphaty and tangible were part of quality service. Better quality service

will increase customer satisfaction.

 

 

Keywords : quality dimension, service quality, and customer satisfaction.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ANALISIS  SEKTOR  BASIS  DALAM

PENGEMBANGAN KAWASAN AGROPOLITAN

DI KABUPATEN DONGGALA

 

Diajukan oleh

SRIYANTI

17435/PS/MMA/05

 

INTISARI

 

Agropolitan adalah kawasan terpilih dari kawasan agribisnis atau sentra

produksi pertanian terpilih dimana pada kawasan tersebut terdapat Kota Pertanian

yang merupakan pusat pelayanan agribisnis yang melayani, mendorong dan memacu

pembangunan pertanian kawasan dan wilayah-wilayah sekitarnya. Penelitian ini

bertujuan untuk mengetahui sektor – sektor yang merupakan sektor basis dan non

basis di Kabupaten Donggala dan untuk mengetahui sektor pertanian merupakan

basis yang sesuai dalam pengembangan kawasan agropolitan di Kabupaten

Donggala. 

  Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dalam menentukan sampel.

Data yang digunakan adalah PDRB menurut atas dasar  harga konstan 1993 (dari

tahun 1996 – 2005). Analisis yang di gunakan adalah location quotient (LQ),  Shift

Share, dan analisis klassen tipology.

 Berdasarkan analisis location quotient (LQ), Kabupaten Donggala memiliki

4 sektor basis ekonomi yaitu sektor pertanian, sektor pertambangan dan penggalian,

sektor bangunan dan sektor jasa – jasa. Sedangkan sektor industri pengolahan, sektor

listrik, gas dan air bersih, sektor perdagangan, hotel dan restoran, sektor

pengangkutan dan komunikasi, dan sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan

bukan merupakan sektor basis ekonomi di Kabupaten Donggala.  Sektor pertanian

merupakan basis yang sesuai dalam  pengembangan kawasan agropolitan di

Kabupaten Kulon Progo, dilihat dari hasil LQ = 1.151, dimasa sekarang dan yang

akan datang sektor pertanian tetap menjadi sektor basis

 Berdasarkan hasil Shift Share di Kabupaten Donggala pertumbuhan ekonomi

Provinsi Sulawesi Tengah membawa pengaruh positif terhadap perubahan PDRB

Kabupaten Donggala dengan meningkatnya PDRB sebesar Rp 223,737,05 juta,

Pertumbuhan Proporsional (Mij) sektor pertanian, sektor industri pengolahan, sektor

perdagangan, hotel dan restoran, sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan

memiliki dampak bauran positif sedangkan  dan  Pertumbuhan Pangsa Wilayah (Cij)

sektor pertanian memiliki keunggulan kompetitif positif  dan berdaya saing

sedangkan pengaruh ekonomi regional sektor pertanian mengalami peningkatan

terbesar yang dapat membawa pengaruh positif terhadap PDRB Kabupaten

Donggala.

  Berdasarkan hasil analisis Klassen Typology, Sektor pertanian, sektor

perdagangan, hotel dan restoran dan sektor jasa – jasa termasuk sektor maju dan

tumbuh cepat sedangkan sektor angkutan dan komunikasi, sektor keuangan,

persewaan dan jasa perusahaan, sektor bangunan, sektor penggalian dan sektor

industri pengolahan termasuk sektor relatif tertinggal.

Kata-kata kunci  : Agropolitan, Location Quotient, Shift Share,  and Klassen

Tipology.

ABSTRACT

 

 

Agropolitan is chosen area from agribusiness area or  chosen production

center. There is town agriculture in the area became agribusiness service center  that

servicing, supporting and supposing the developing the area agriculture and around

it. This research aimed to know either the basic sectors or non basic sector, to know

agricultural sub sectors that became basis sectors in developing the agropolitan area

in Donggala Regency. 

 

This research was descriptive and inferential research. The sample was  fixed

by purposive method. So the data has taken from GRDP data from year 1996 – 2005

that base on 1993 constant  price. Furthermore Location Quotient (LQ), Shift share

and Klassen Typology were used in this analysis.  

 

The results show that basic sectors  in Donggala regency are agriculture

sector, mining sector, building sector and service sector. Otherwise, manufacture

industry sector, electricity, gas and water fresh sector, trading, hotel and resort

sector, transportation and communication sector, finance sector, rent and service

sector and company service are not basic sector in Donggala regency. Indeed, LQ

value of agriculture sector is 1,151, recently and further agriculture is basic sector in

Donggala District. 

 

Base on shift share analysis show that the economic growth of Sulawesi

Tengah Province positively effect to changing Donggala PDRB by increasing GRDP

as Rp 223.737 million. Proportional growth (Mij) of agriculture sector, manufacture

sector, trading sector, hotel, resort sector, finance sector, rent, company service

sector positively mix effect, otherwise area growth (Cij) of agriculture sector

competitively advantages. On other side, regional economic effect of agriculture

sector increase highest and positively  effect to increasing GRDP of Donggala

regency. 

 

Furthermore, base on the Klassen Typology show that agriculture, trading,

hotel and resort and service sector are  developed sector and fast growth, but

transportation and communication, finance sector, rent and company service,

building sector, mining sector and manufacture industry sector are relatively

developed. 

 

 

Keywords: agropolitan, Location quotient, shift share, and Klassen typology. 

 

 

 

 

 

 

 

 

KINERJA EKSPOR KOMODITASPERKEBUNAN DI PROPINSI

JAWA TENGAH

 

Diajukan oleh :

Cahyo Widi Wibowo

17420/PS/MMA/05

 

 

 

INTISARI

 

Analisis perkembangan ekspor dan impor suatu Propinsi dalam wilayah

Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dilakukan sebagai upaya dalam

mengevaluasi kinerja dan capaian pembangunan dalam meningkatkan kontribusinya

terhadap penerimaan daerah. Dalam menjalankan praktik bisnis Internasional

diperlukan pemahaman yang menyeluruh mengenai sistem perdagangan

Internasional yang berlaku, pengaruh politik, dan budaya hingga sistem moneter

Internasional dalam bisnis lintas negara.

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan alat analisis Revealed

Comparative Advantage (RCA), Acceleration Ratio (AR) dan Indeks Spesialisasi

Perdagangan (ISP) serta Trend, dengan tujuan mengetahui perkembangan ekspor

empat komoditas utama perkebunan (kopi, kakao, teh dan tembakau) Propinsi Jawa

Tengah serta prospek pengembangannya.

Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, walaupun keempat komoditas

utama perkebunan Jawa Tengah tidak memiliki keunggulan komparatif, namun

komoditi kopi dan teh memiliki pangsa pasar yang besar, dan berada pada tahap

kemandirian, serta memiliki kenaikan trend ekspornya. Kebijakan mempertahankan

dan meningkatkan kualitas, kuantitas dan kontinyuitas produk harus tetap dilakukan.

 

 

Kata Kunci : Kinerja, perdagangan internasional, keunggulan komparatif, pangsa

pasar, kemandirian     

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

AN EXPORT PERFORMANCE OF MAIN PLANTATION COMMODITIES

IN CENTRAL JAVA PROVINCE

 

 

 

ABSTRACT

 

  The export and import development  analysis of a province in Indonesia

Republic (NKRI) is carried out as initiative to evaluate performance and development

achievement on increasing its contribution to the district income. On managing

international business practice is needed the whole understanding from a persisting

International trade system, political and cultural influence to International monetary

system in the state-cross business.

  This research is carried out using analysis means the Revealed Comparative

Advantage (RCA), Acceleration Ratio (AR) and Trade Specialization Index (TSI) and

Trend with purpose to find out an export development of four main plantation

commodities (coffee, cacao, tea and tobacco) Province of Central Java and prospect

of its development.

  The result shows that, although the four main plantation commodities in the

Central Java have not comparative advantage but the coffee and tea commodities

have large market segment, and in position of self reliance level, and have

increasing its export trend. The policy to maintain and increase quality, quantity and

continuity of product must be performed permanently.

 

 

Key Word:  performance, international trade, comparative advantage, market

segment, self reliance.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ANALISIS KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN AGRIBISNIS

DIVISI PERTANIAN DI BURSA EFEK JAKARTA

 

diajukan oleh:

 

IRMA MARDIAN

17425/PS/MMA/05

 

INTISARI

 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja perusahaan agribisnis

divisi pertanian di Bursa Efek Jakarta, mengetahui subindustri yang memiliki

kinerja baik dan berprospek menguntungkan serta mengetahui parameter kinerja

profitabilitas yang mempengaruhi fluktuasi harga saham di pasar modal. 

Populasi dalam penelitian ini meliputi seluruh perusahaan agribisnis divisi

pertanian yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta pada periode tahun 1999-2005

berbasis usaha produksi. Kinerja perusahaan ditinjau dari 4 aspek yakni rasio

likuiditas, aktivitas, hutang dan profitabilitas dengan analisis rasio keuangan.

Perkembangan kinerja perusahaan dari waktu ke waktu diketahui dengan melihat

trend dari hasil analisis regresi sederhana metode kuadrat terkecil (Ordinary Least

Square) dan dilanjutkan dengan uji anova untuk melihat signifikansinya. Untuk

mengetahui subindustri yang baik kinerjanya dilakukan analisis komparatif tiga

subindustri dengan one way anova dan uji-t. Selanjutnyan parameter profitabilitas

perusahaan yang mempengaruhi fluktuasi harga saham diketahui dengan analisis

korelasi pearson product moment.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan efektifitas kinerja

likuiditas, aktivitas dan  financial leverage yang signifikan lebih baik pada

subindustri perkebunan dan PT. Cipendawa Agroindustri, PT. Multibredeer

Adirama Indonesia juga mengalami peningkatan namun tidak signifikan.

Subindustri perikanan mengalami penurunan kinerja signifikan pada PT. Bahtera

Adimina Samudera namun tidak signifikan pada PT. Dharma Samudera Fishing

Industries dan PT. Anugerah Tambak Perkasindo. Uji komparatif tiga subindustri

menunjukkan tidak ada beda nyata kinerja profitabilitas tiga subindustri.

Subindustri perkebunan berprospek baik sebagai pilihan investasi baik bagi short

term investor maupun bagi long term investor untuk portfolio. Fluktuasi harga

saham di pasar modal tidak dipengaruhi oleh kinerja profitabilitas perusahaan

namun lebih dipengaruhi oleh faktor teknis, psikologis market, sosial politik,

tingkat suku bunga dan inflasi.

 

Kata-kata kunci: Kinerja keuangan, divisi pertanian, harga saham

 

 

 

 

 

 

 

 

ABSTRACT

 

This research aims to know performance of agribusiness companies on

agricultural division in Jakarta Stock Exchange, to determine which subindustry

have a good prospect and performance and also to know parameter of profitability

performance which influence stock price in the capital market.

Populations in this research contain all of  agribusiness companies on

agricultural division in Jakarta Stock Exchange at period 1999-2005, based on

production. Agribusiness performance appraised in four aspects: liquidity,

activity, financial leverage and profitability ratio by using financial ratio analysis.

Trend of agribusiness performance time by time founded by regression analysis

ordinary least square method and anova analysis. Which subindustry have a good

performance determined by comparative analysis of three subindustries by using

one way anova and t-test. Profitability parameters which influence fluctuation of

stock price found by pearson product moment correlation analysis.

The result shows that effectiveness performance of liquidity, activity, and

financial leverage of plantation subindustry and PT. Cipendawa Agroindustri

growth up significantly, PT. Multibredeer Adirama Indonesia also growth up

unsignificantly. Performance of fishery subindustry is decline significantly in PT.

Bahtera Adimina Samudera but unsignificantly in PT. Dharma Samudera Fishing

Industries and PT. Anugerah Tambak Perkasindo. Comparative analysis of three

subindustries shows no different profitability performance of three subindustries.

Plantations are proper to be investment choice for short term investor and for long

term investor as portfolio. Fluctuation of stock price in the capital market isn’t

influenced by profitability performance but more than because of technical factor,

psychological market, social politic, interest rate and inflation.

 

Key Words: Financial performance, agricultural division, stock price

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 



[1] PT. BRI (Persero), Tbk.

 

[2] Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada Yogyakarta

[3] Mahasiswa Magister Manajemen Agribinis UGM

[4] Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada

[5] BRI Kanca Enrekang

[6] Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada